Lewati ke konten
Operasi & Tindakan

Operasi Miom: Miomektomi vs Histerektomi

Miom mengenai 30% wanita usia subur. Pilihan operasi tergantung: masih ingin hamil atau tidak, ukuran miom, dan gejala.

Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Maya Wijaya, Sp.B(K)Onk6 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 18 Mei 2026
Pemeriksaan USG untuk diagnosis miom uterus pada wanita

Miom (uterine fibroid) = tumor jinak di otot rahim. 30-40% wanita usia 35-50 tahun punya miom, tapi banyak tidak ada gejala.

Apa itu miom?

Lokasi

  • Submukosa: dalam rongga rahim - paling sering bikin perdarahan
  • Intramural: di dalam otot rahim - paling umum
  • Subserosa: di luar permukaan rahim - bisa sangat besar tanpa gejala
  • Pedunkulata: bertangkai - bisa terpuntir = nyeri akut

Gejala (jika ada)

  • Haid sangat banyak (menorrhagia) - paling umum
  • Haid berkepanjangan (>7 hari)
  • Nyeri panggul kronis
  • Perut terasa penuh / membesar
  • Sering kencing (miom besar tekan kandung kemih)
  • Sembelit (tekan rektum)
  • Sulit hamil atau keguguran berulang (untuk submukosa)

Kapan butuh operasi?

Indikasi operasi

  • Pendarahan berat menyebabkan anemia
  • Nyeri panggul ganggu kualitas hidup
  • Miom >5-6 cm dengan gejala
  • Sub-fertilitas atau keguguran berulang dengan miom submukosa
  • Tekanan organ sekitar (kandung kemih, rektum)
  • Pertumbuhan cepat pasca menopause (curiga sarkoma)
  • Tidak respon terapi medikamentosa

Tidak otomatis operasi jika:

  • Asimptomatik
  • Mendekati menopause (akan mengecil sendiri)

Terapi medikamentosa dulu

  • Pil KB / IUD hormonal - kurangi pendarahan
  • GnRH agonist (Decapeptyl) - kecilkan miom sementara, untuk persiapan operasi
  • Tranexamic acid - kurangi pendarahan haid
  • NSAID untuk nyeri
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Miomektomi (masih ingin hamil)

Pengangkatan miom dengan mempertahankan rahim. Cocok untuk wanita yang ingin hamil setelahnya.

Teknik miomektomi

1. Histeroskopi (untuk miom submukosa)

  • Lewat vagina, tanpa sayatan luar
  • Anestesi umum atau spinal
  • Outpatient atau 1 hari rawat
  • Pemulihan tercepat (3-7 hari)

2. Laparoskopi (untuk miom subserosa/intramural <6-8 cm)

  • 3-4 sayatan kecil di perut
  • Anestesi umum
  • 1-2 hari rawat inap
  • Pemulihan 1-2 minggu

3. Laparotomi terbuka (miom besar atau banyak)

  • Sayatan abdomen 8-15 cm
  • 3-5 hari rawat inap
  • Pemulihan 4-6 minggu
  • Bekas luka lebih besar

Risiko miomektomi

  • Pendarahan berat (5-10% butuh transfusi)
  • Adhesi pelvis → infertility
  • Miom kambuh / muncul baru (10-25% dalam 5 tahun)
  • Wajib caesar jika hamil setelah miomektomi yang dalam (risiko ruptur rahim)
  • Konversi ke histerektomi jika pendarahan tidak terkontrol (1-2%)

Hamil setelah miomektomi

  • Tunggu 6 bulan untuk submukosa, 12 bulan untuk intramural/subserosa
  • Konsultasi obgyn rencana kehamilan
  • Persalinan kemungkinan caesar

Histerektomi (sudah cukup anak)

Pengangkatan seluruh rahim. Solusi definitif - miom tidak akan kambuh.

Teknik histerektomi

1. Vaginal

  • Lewat vagina, no sayatan luar
  • Pemulihan cepat (2-3 minggu)
  • Cocok untuk rahim normal-kecil

2. Laparoskopi (laparoscopic-assisted vaginal hysterectomy)

  • Sayatan kecil + lewat vagina
  • Pemulihan 2-4 minggu

3. Robotic (Da Vinci)

  • Mirip laparoskopi tapi pakai robot
  • Belum banyak di Indonesia
  • Mahal

4. Abdominal terbuka

  • Sayatan perut
  • Untuk rahim sangat besar atau adenomyosis berat
  • Pemulihan 4-6 minggu

Apa yang diangkat?

  • Total hysterectomy: rahim + leher rahim (paling umum)
  • Supracervical: leher rahim disisakan
  • + Salpingektomi bilateral: ditambah tuba (saluran indung telur) - rekomendasi sekarang untuk cegah kanker ovarium
  • + Ooforektomi: ditambah ovarium - hanya jika indikasi (kanker, BRCA+)

Setelah histerektomi

  • Tidak haid lagi
  • Tidak bisa hamil lagi
  • Jika ovarium dipertahankan: hormon masih diproduksi sampai menopause alami
  • Jika ovarium juga diangkat: menopause dadakan, butuh HRT (Hormone Replacement Therapy)

Pemulihan & pertimbangan

Hari 1-7 (di RS dan rumah)

  • IV antibiotik & painkillers
  • Mulai jalan dalam 24 jam
  • Kateter urin dilepas hari 1-2
  • Diet bertahap

Minggu 2-4

  • Aktivitas ringan
  • Hindari angkat berat, hubungan seksual, tampon
  • Kontrol jahitan, periksa pendarahan
  • Vagina suture menyembuh (jika vaginal histerektomi)

Minggu 6+

  • Hubungan seksual bisa dimulai (cek dokter)
  • Aktivitas penuh
  • Pap smear masih tetap perlu jika leher rahim tidak diangkat
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Referensi Medis

  1. 1. ACOG Practice Bulletin - Uterine Fibroids
  2. 2. POGI - Pedoman Miom Uterus

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Direview oleh

MW
dr. Maya Wijaya, Sp.B(K)Onk

Spesialis Bedah Onkologi

Direview: 15 Mei 2026