Lewati ke konten
Penyakit

Osteoporosis: Skrining, Pencegahan, dan Pengobatan

Patah pinggul karena osteoporosis = 20% kematian dalam 1 tahun. Skrining dini & terapi tepat bisa menyelamatkan kemandirian lansia.

Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.Kes6 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 18 Mei 2026
Foto rontgen tulang untuk diagnosis osteoporosis

Osteoporosis = tulang menjadi lemah dan berlubang-lubang ("keropos") sehingga mudah patah. Sering tidak ada gejala sampai patah tulang terjadi - sering disebut "silent disease".

Apa itu osteoporosis?

Tulang adalah jaringan hidup yang terus diperbarui. Setelah usia 30-35, kerusakan > pembentukan tulang baru → kepadatan turun.

Konsekuensi

  • Patah tulang dengan trauma minimal (jatuh dari berdiri, batuk keras, mengangkat barang)
  • Lokasi paling sering: pinggul, tulang belakang, pergelangan tangan
  • Patah pinggul: 20% mortalitas dalam 1 tahun, 50% tidak bisa kembali ke mobilitas sebelumnya
  • Patah vertebra: nyeri kronis, kifosis ("punggung bungkuk")
  • Kehilangan tinggi badan

Faktor risiko & skrining

Yang tidak bisa diubah

  • Usia >65 (wanita >50, pria >70)
  • Wanita (4x lebih sering pasca menopause)
  • Postur tubuh kecil & kurus (BMI <18.5)
  • Riwayat keluarga osteoporosis / patah pinggul orang tua
  • Etnis Asia & Kaukasia (lebih tinggi vs Afrika)
  • Pernah patah tulang dengan trauma minimal

Yang bisa diubah

  • Defisiensi kalsium (<800 mg/hari)
  • Defisiensi vitamin D
  • Sedentary lifestyle
  • Merokok
  • Alkohol berlebih (>2 drink/hari)
  • Kopi berlebih (>3 cangkir/hari) - efek kecil
  • Diet tinggi natrium

Kondisi medis yang menyebabkan

  • Menopause dini (<45 tahun)
  • Hipogonadisme pria
  • Hipertiroid / hiperparatiroid
  • Cushing syndrome
  • Penyakit malabsorpsi (celiac, post-bariatrik)
  • CKD stage 4-5
  • RA, lupus
  • Diabetes tipe 1

Obat yang menyebabkan

  • Steroid jangka panjang (>3 bulan)
  • PPI jangka panjang (>1 tahun)
  • Antikonvulsan (phenytoin, carbamazepine)
  • Aromatase inhibitor (terapi kanker payudara)
  • GnRH agonist
  • Heparin jangka panjang

Skrining

Lakukan DEXA scan jika:

  • Wanita ≥65 tahun
  • Pria ≥70 tahun
  • Wanita 50-64 atau pria 50-69 dengan faktor risiko
  • Pernah patah tulang dengan trauma minimal usia ≥50
  • Pemakaian steroid ≥3 bulan
  • Sebelum pasang gigi implant atau operasi tulang besar
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

DEXA scan & T-score

DEXA (Dual-Energy X-ray Absorptiometry)

  • Gold standard pengukuran kepadatan tulang (BMD)
  • Lokasi: tulang belakang lumbar + pinggul
  • Cepat (10-15 menit), radiasi minimal, tidak invasif
  • Hasil dalam T-score

Interpretasi T-score

T-scoreKlasifikasi
≥-1.0Normal
-1.0 sampai -2.5Osteopenia (rendah, belum osteoporosis)
≤-2.5Osteoporosis
≤-2.5 + patah tulangOsteoporosis berat

Kalkulator risiko patah tulang FRAX

Selain T-score, hitung FRAX 10-year fracture risk untuk keputusan terapi. Pertimbangkan obat jika:

  • T-score ≤-2.5, atau
  • T-score -1.0 sampai -2.5 + FRAX hip fracture ≥3% atau major fracture ≥20%

Pencegahan: diet & olahraga

Kalsium (1000-1200 mg/hari)

Sumber alami (lebih baik dari suplemen):

  • Susu rendah lemak (300 mg/gelas)
  • Yogurt (200-300 mg/cup)
  • Keju (200-300 mg/30g)
  • Ikan teri/sardine dengan tulang (200-400 mg)
  • Tahu, tempe (100-300 mg/100g)
  • Sayuran hijau (kale, brokoli)
  • Susu kedelai/almond fortifikasi

Suplemen jika diet tidak cukup: kalsium karbonat 500 mg 1-2x/hari (dengan makan).

Vitamin D (800-2000 IU/hari)

  • 10-30 menit matahari pagi tanpa sunscreen
  • Suplemen D3 untuk yang defisien (target 30-50 ng/mL)
  • Cek kadar darah jika risiko tinggi

Olahraga

  • Weight-bearing exercise 30 menit, 4-5x/minggu (jalan, jogging, naik tangga)
  • Resistance training 2-3x/minggu (beban, gym, theraband)
  • Balance training (yoga, tai chi) - cegah jatuh
  • ❌ Berenang & sepeda tidak cukup untuk tulang (tapi bagus untuk jantung)

Lifestyle

  • Stop merokok
  • Batasi alkohol <1-2 drink/hari
  • Hindari diet ekstrem & berat badan terlalu rendah
  • Cegah jatuh: lampu cukup, pegangan tangga, alas kaki cocok

Obat-obatan untuk osteoporosis

Lini pertama

Bisphosphonates (paling sering)

  • Alendronate (Fosamax) 70 mg seminggu sekali
  • Risedronate (Actonel) 35 mg seminggu
  • Zoledronic acid (Aclasta) - infus 5 mg setahun sekali
  • Cara minum oral: pagi perut kosong, 30 menit tegak (jangan tidur)
  • Efek samping: iritasi esofagus, nyeri sendi
  • Jarang: osteonekrosis rahang (cek gigi sebelum mulai)

Lini lanjut

Denosumab (Prolia) - injeksi 6 bulan sekali

  • Antibodi monoklonal
  • Efektif tapi mahal
  • Jangan stop tiba-tiba (rebound fracture)

Romosozumab (Evenity) - injeksi bulanan, 12 bulan

  • Untuk osteoporosis berat
  • Bukan untuk pasien risiko jantung tinggi

Terapi hormonal

  • HRT untuk wanita pasca menopause (resiko kanker)
  • Raloxifene (SERM) - untuk wanita pasca menopause
  • Testosteron untuk pria hipogonadisme

Durasi terapi

  • Bisphosphonate: 3-5 tahun, lalu evaluasi (drug holiday)
  • Denosumab: indefinite (rebound jika stop)
  • Romosozumab: 12 bulan, lalu beralih ke antiresorptif

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless 1500+ RS · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. IOF Capture the Fracture Position Paper
  2. 2. PEROSI - Pedoman Osteoporosis Indonesia

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Direview oleh

AP
dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.Kes

Spesialis Penyakit Dalam

Direview: 15 Mei 2026