Skabies (Kudis/Gudik): Penyebab Gatal Malam Hari dan Cara Mengobati Tuntas
Penyakit
Skabies (Kudis/Gudik): Penyebab Gatal Malam Hari dan Cara Mengobati Tuntas
Gatal hebat di malam hari yang menular ke seisi rumah? Bisa jadi skabies. Pahami cara mengobatinya sampai tuntas agar tidak kambuh.
Tim Redaksi Sehatku
Disusun Tim Redaksi Sehatku8 menit baca5 Juni 2026Diperbarui 5 Juni 2026
Penyakit
Skabies (Kudis/Gudik): Penyebab Gatal Malam Hari dan Cara Mengobati Tuntas
Sehatku.id
Gatal hebat yang muncul malam hari, lalu satu per satu anggota keluarga ikut menggaruk — pola ini sangat khas untuk skabies, yang awam menyebutnya kudis atau gudik.
Apa itu skabies?
Skabies adalah penyakit kulit menular akibat tungau Sarcoptes scabiei, makhluk sangat kecil yang menggali terowongan di bawah kulit dan bertelur di sana. Reaksi tubuh terhadap tungau inilah yang menimbulkan gatal hebat. Sangat umum di lingkungan padat seperti pesantren, asrama, dan keluarga yang tinggal berdekatan.
Gejala khas: gatal malam hari
Gatal hebat yang memburuk pada malam hari
Bintik merah kecil, lepuh, dan garis halus (terowongan) di kulit
Lokasi favorit: sela jari, pergelangan tangan, ketiak, pinggang, dan area kelamin
Sering beberapa orang serumah mengalami gatal serupa
Luka lecet akibat garukan, kadang bernanah (infeksi bakteri tambahan)
Bagaimana skabies menular
Skabies menyebar lewat:
Kontak kulit langsung dengan penderita (termasuk kontak seksual)
Berbagi pakaian, handuk, sprei, atau tempat tidur
Lingkungan padat dan sanitasi kurang
Penting: seseorang bisa menularkan sebelum gatal muncul, sehingga penularan dalam satu rumah cepat terjadi.
Cara mengobati sampai tuntas
Skabies mudah diobati bila dilakukan dengan benar:
Krim/losion antiskabies (mis. permetrin) dioleskan ke seluruh tubuh dari leher ke bawah (pada bayi termasuk kepala), didiamkan sesuai petunjuk lalu dibilas.
Obati SEMUA orang serumah bersamaan, walau belum gatal — ini langkah paling sering terlewat.
Cuci panas dan jemur/setrika semua pakaian, handuk, dan sprei yang dipakai 3 hari terakhir.
Antihistamin untuk meredakan gatal (gatal bisa bertahan 1-2 minggu setelah tungau mati — itu wajar).
Antibiotik bila ada infeksi bakteri tambahan.
Kenapa sering gagal/kambuh
Pengobatan skabies gagal biasanya karena:
Hanya satu orang yang diobati, lalu tertular lagi dari anggota keluarga
Obat tidak dioleskan ke seluruh tubuh
Pakaian dan sprei tidak dibersihkan
Menghentikan pengobatan karena gatal masih ada (padahal gatal pasca-terapi itu normal)
Pencegahan
Hindari kontak kulit dan berbagi barang dengan penderita
Cuci dan jemur/setrika pakaian, handuk, dan sprei secara rutin
Jaga kebersihan diri dan lingkungan
Obati serentak semua kontak dekat untuk memutus rantai penularan
Skabies bukan tanda kotor dan bukan aib — ia menular dan bisa menimpa siapa saja. Yang penting: obati tuntas dan serentak agar benar-benar hilang.
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.