Vaksin Demam Berdarah TAK-003 (Qdenga) Resmi Disetujui BPOM untuk Anak 6-16 Tahun
Berita Kesehatan
Vaksin Demam Berdarah TAK-003 (Qdenga) Resmi Disetujui BPOM untuk Anak 6-16 Tahun
Setelah Qdenga sukses di Eropa + Brasil, BPOM akhirnya keluarkan izin edar di Indonesia. 2 dosis (0 + 3 bulan), efektivitas 80% cegah DBD. Harga awal Rp 1.2-2 juta/dosis self-pay.
Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Sari Putri, Sp.A5 menit baca24 Mei 2026Diperbarui 24 Mei 2026
BPOM RI resmi mengeluarkan izin edar Qdenga (TAK-003) — vaksin dengue produksi Takeda — untuk anak usia 6-16 tahun pada 22 Mei 2026. Indonesia jadi negara ke-23 di dunia yang menyetujui Qdenga, setelah Uni Eropa (2022), Brasil (2023), Indonesia menyusul Filipina + Thailand di Asia Tenggara.
DBD adalah pembunuh #4 di Indonesia di kategori penyakit menular — ~150.000 kasus/tahun dengan ~1.500 kematian. Vaksin ini = breakthrough preventif yang sudah ditunggu sejak 2010-an.
Keunggulan Qdenga: tidak perlu tes darah dulu = lebih praktis + lebih murah untuk roll-out massal.
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Beberapa Puskesmas urban (untuk pilot di Jakarta + Surabaya)
Booking
Sebagian besar RS sudah buka waiting list mulai Juni 2026
Stok terbatas di rollout awal — Takeda komit 500.000 dosis untuk Indonesia Juli-Desember 2026
💡 Untuk orangtua: vaksin ini adalah investasi proteksi anak dari penyakit yang bisa fatal. Tapi tetap kombinasi dengan upaya lain: 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang), fogging, bersihkan jentik. Vaksin bukan pengganti anti-mosquito measure — tambahan layer proteksi.
Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz
Cashless 1500+ RS · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.