Lewati ke konten
Berita Kesehatan

Vaping & Rokok Elektrik: Update Regulasi BPOM 2026

Industri vape Indonesia tumbuh 200% dalam 5 tahun. Tapi data EVALI dan dampak jangka panjang nikotin makin jelas - jangan tertipu marketing.

Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.Kes6 menit baca19 Mei 2026Diperbarui 19 Mei 2026
Perangkat rokok elektrik vape dengan liquid nikotin

Vape (rokok elektrik) diklaim sebagai "alternatif lebih sehat" dari rokok konvensional. Tapi data sains 10 tahun terakhir menunjukkan risiko yang berbeda - bukan tanpa risiko.

Apa itu vaping?

Vape memanaskan e-liquid (mengandung propilene glycol + gliserin + nikotin + perasa) sampai jadi aerosol yang dihirup.

Jenis:

  • Pod system (Juul, Relx, Sigelei) - tertutup, sekali pakai
  • Vape mod - rakitan dengan kontrol watt
  • Disposable vape - sekali pakai, paling banyak di kalangan remaja
  • IQOS / heat-not-burn - panaskan tembakau, bukan elektrik murni
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Mitos vs fakta sains

"Vape 95% lebih aman dari rokok"

  • Klaim dari Public Health England 2015 (controversial, banyak kritik)
  • TIDAK terbukti dengan studi panjang
  • Risiko BEDA, bukan 0
  • WHO menolak klaim ini

"Tidak ada karsinogen di vape"

  • SALAH: formaldehyde, acetaldehyde, akrolein terbentuk saat dipanaskan
  • Logam berat (nikel, timbal) dari heating coil
  • Diacetyl di perasa (popcorn lung)

"Tidak adiktif"

  • SALAH: nikotin di vape pod = 1 batang rokok (Juul/Relx)
  • Disposable vape modern 1.500 puff = ~5 bungkus rokok worth nikotin
  • Anak/remaja jadi addict lebih cepat dari rokok konvensional

"Bisa bantu berhenti merokok"

  • Bukti campur: efektif untuk sebagian, tapi banyak yang dual-use
  • WHO & CDC tidak rekomendasikan sebagai NRT (Nicotine Replacement Therapy)
  • Patch nikotin & varenicline lebih terbukti

Dampak kesehatan terbukti

EVALI (E-cigarette/Vaping-Associated Lung Injury)

  • 2019: 2.800+ kasus AS, 68 kematian
  • Gejala: sesak napas berat, batuk, demam
  • Mayoritas terkait vitamin E acetate di THC vape
  • Indonesia: kasus dilaporkan tapi underreported

Jantung & pembuluh darah

  • Tekanan darah & denyut jantung naik akut
  • Studi cohort: peningkatan risiko serangan jantung 34%

Paru-paru

  • Iritasi kronis saluran napas
  • Asma kambuh / muncul baru
  • COPD pada pengguna jangka panjang
  • "Popcorn lung" (bronchiolitis obliterans) dari diacetyl

Otak (remaja)

  • Otak masih berkembang sampai usia 25
  • Nikotin ganggu pembentukan sinaps
  • Risiko addict ke zat lain lebih tinggi
  • Penurunan konsentrasi & memori

Hamil

  • Nikotin lewat plasenta
  • Risiko keguguran, BBLR, kelahiran prematur
  • Gangguan perkembangan janin

Regulasi BPOM 2026

Peraturan saat ini

  • Dilarang dijual pada anak <18 tahun
  • Pajak cukai khusus 57% (PMK 192/2022)
  • Kemasan wajib peringatan kesehatan
  • Iklan dilarang di media massa
  • Larangan flavored vape masih dibahas
  • Pemerintah pertimbangkan larangan disposable vape (mengikuti UK, Australia)

Yang masih perlu diperketat

  • Penjualan online tanpa verifikasi usia
  • Marketing di sosmed yang target remaja
  • Promosi sebagai "lifestyle" / "trendy"
  • Standar nikotin maksimum
  • Pelarangan flavor manis (target anak)

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless 1500+ RS · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. WHO Tobacco - E-cigarettes
  2. 2. BPOM RI - Vape Regulation

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Direview oleh

AP
dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.Kes

Spesialis Penyakit Dalam

Direview: 18 Mei 2026