Lewati ke konten
Penyakit

Pneumonia (Radang Paru): Gejala, Pengobatan, Pencegahan

Radang paru bisa fatal dalam hitungan hari, terutama pada anak dan lansia. Tapi dengan antibiotik tepat, 95% sembuh total.

Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.Kes6 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 18 Mei 2026
Foto rontgen dada untuk diagnosis pneumonia radang paru

Pneumonia = infeksi paru dengan radang & cairan di alveoli (kantung udara). Indonesia: penyebab kematian #1 anak balita (15% dari semua kematian balita). Pada lansia: mortalitas 20-40% jika dirawat di ICU.

Apa itu pneumonia?

Klasifikasi

Community-acquired pneumonia (CAP) - didapat dari komunitas

  • Penyebab utama: Streptococcus pneumoniae, Mycoplasma, virus (influenza, RSV, COVID)

Hospital-acquired pneumonia (HAP) - didapat di RS (>48 jam)

  • Bakteri resisten

Ventilator-associated pneumonia (VAP) - pada pasien ventilator

  • Sangat berat

Aspiration pneumonia - tertelan ke paru (stroke, lansia)

Penyebab pneumonia

PatogenKarakteristik
S. pneumoniaeKlasik, cepat, mendadak demam tinggi
H. influenzaeAnak, lansia COPD
M. pneumoniae"Walking pneumonia" anak/dewasa muda
KlebsiellaAlkoholik, dahak "currant jelly"
LegionellaAC mall/hotel, traveler
PseudomonasRS, COPD berat
VirusMayoritas anak, COVID, influenza
JamurImunokompromis (HIV, transplant)

Gejala pneumonia

Klasik (bakterial)

  • Demam tinggi mendadak 38.5-40°C
  • Batuk produktif dengan dahak kental (kuning/hijau/berkarat)
  • Sesak napas
  • Nyeri dada terutama saat menarik napas (pleuritic chest pain)
  • Menggigil hebat (rigor)
  • Lemas berat

Atipikal (Mycoplasma, virus, Legionella)

  • Demam tidak terlalu tinggi
  • Batuk kering atau dahak putih
  • Sakit kepala, nyeri otot
  • Diare (Legionella)
  • Lebih lambat onset (3-5 hari)
  • Sering tetap bisa beraktivitas ("walking pneumonia")

Pada anak

  • Napas cepat (>40x/menit balita)
  • Retraksi (sela iga tertarik saat napas)
  • Cuping hidung mengembang
  • Tidak mau makan/minum
  • Rewel, lemas
  • Suara grunting (mendengkur saat napas)

Pada lansia

  • Sering tidak ada demam
  • Bingung, kacau (delirium)
  • Lemas berat, jatuh
  • Memperburuk kondisi kronik (gagal jantung, diabetes)
Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless 1500+ RS✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Diagnosa & severity score

Pemeriksaan

  • Auskultasi: ronki, suara napas bronkial, krepitasi
  • Foto rontgen toraks: infiltrat (titik gold standard)
  • Lab: leukosit naik, CRP/procalcitonin meningkat
  • Saturasi oksigen (pulse oximeter)
  • Kultur dahak (untuk pasien rawat inap)
  • PCR virus (influenza, COVID, RSV)

CURB-65 score (untuk dewasa)

Menentukan rawat jalan vs RS vs ICU:

  • Confusion (bingung)
  • Urea >7 mmol/L (BUN >19 mg/dL)
  • Respiratory rate ≥30/menit
  • Blood pressure <90/60
  • 65 tahun ke atas

Total skor:

  • 0-1: Rawat jalan
  • 2: Rawat inap pertimbangkan
  • 3-5: Rawat inap, ICU jika ≥4

Pediatric severity

Pada anak: pakai IMCI (Integrated Management of Childhood Illness):

  • Pneumonia ringan: napas cepat saja
  • Pneumonia berat: retraksi dinding dada
  • Sangat berat: sianosis, tidak bisa minum, kejang

Pengobatan: rawat jalan vs RS

Rawat jalan (CAP ringan)

Antibiotik oral 5-7 hari:

  • Amoxicillin 1 g 3x/hari (lini pertama)
  • Azithromycin 500 mg pertama, lalu 250 mg 4 hari (atipikal)
  • Levofloxacin 750 mg/hari (alternatif, hati-hati pada lansia)

Tambahan:

  • Paracetamol untuk demam
  • Banyak minum
  • Istirahat
  • Follow-up dalam 48-72 jam - jika tidak membaik, rontgen ulang & lab

Rawat inap (CAP sedang-berat)

Antibiotik IV:

  • Ceftriaxone 2 g/hari + Azithromycin 500 mg/hari (regimen standar)
  • Levofloxacin 750 mg/hari (alternatif)

Untuk faktor risiko Pseudomonas (COPD, bronchiectasis, steroid):

  • Piperacillin-tazobactam atau cefepime + makrolide

Suportif

  • O2 untuk saturasi <92%
  • Cairan IV jika dehidrasi
  • Fisioterapi dada
  • Atasi penyakit penyerta

Anak

  • Amoxicillin 90 mg/kg/hari (dosis tinggi untuk S. pneumoniae resistant)
  • Azithromycin untuk atipikal
  • Rawat inap jika: <2 bulan, retraksi, saturasi <92%, tidak bisa minum

Durasi

  • CAP ringan: 5-7 hari
  • CAP berat: 7-10 hari
  • Aspiration / Legionella: 10-14 hari
  • HAP/VAP: 8-14 hari sesuai bakteri

Pencegahan & vaksinasi

Vaksin

1. Vaksin Pneumokokus (PCV)

  • PCV13 atau PCV15/20 + PPSV23
  • WAJIB untuk:
  • Anak <5 tahun (program nasional)
  • Lansia ≥65 tahun
  • Imunokompromis
  • Penyakit kronik (DM, jantung, paru, ginjal)
  • Splenektomi

2. Vaksin Influenza tahunan

  • Lansia ≥60 tahun
  • Anak 6 bulan - 5 tahun
  • Hamil
  • Tenaga medis
  • Penyakit kronik

3. Vaksin Hib (Haemophilus influenzae)

  • Anak <5 tahun (program nasional)

4. Vaksin COVID-19

  • Booster sesuai jadwal nasional

Lifestyle

  • Cuci tangan rutin
  • Tutup mulut saat batuk/bersin
  • Stop merokok (perokok 4x risiko pneumonia)
  • Alkohol moderat atau stop
  • Olahraga rutin tingkatkan imunitas
  • Diet seimbang kaya vitamin D, zinc
  • Vaksin sesuai jadwal

Pencegahan pada lansia

  • Vaksin lengkap (pneumokokus + influenza + COVID)
  • Higiene mulut baik (cegah aspiration)
  • Posisi setengah tegak saat tidur (jika ada GERD)
  • Hindari kerumunan saat musim flu

Asuransi kesehatan keluarga dari Allianz

Cashless 1500+ RS · Klaim 24 jam · Konsultasi gratis

Lihat Detail

Referensi Medis

  1. 1. ATS/IDSA Clinical Practice Guideline for CAP
  2. 2. PDPI - Pedoman Pneumonia Indonesia

Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.

Bagikan artikel ini

Penulis

Direview oleh

AP
dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.Kes

Spesialis Penyakit Dalam

Direview: 15 Mei 2026