Lewati ke konten
AntipsikotikResep dokter

Aripiprazole

**Aripiprazole** adalah obat **antipsikotik atipikal** dengan zat aktif tunggal aripiprazole yang digunakan untuk mengatasi **skizofrenia**, **gangguan bipolar I** (episode manik atau campuran akut), serta sebagai **terapi tambahan** pada gangguan depresi mayor. Aripiprazole termasuk **obat keras** yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Nama generik
Aripiprazole
Nama dagang
Aripiprazole
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 4 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Terapi skizofrenia pada dewasa dan remaja
  • Terapi gangguan bipolar I, khususnya episode manik atau campuran akut, serta terapi rumatan
  • Sebagai terapi tambahan (adjuvan) pada gangguan depresi mayor yang responsnya kurang memadai dengan antidepresan
  • Mengatasi iritabilitas terkait autisme pada anak dan remaja
  • Terapi gangguan tic pada sindrom Tourette

Dosis

Dewasa
Dosis ditentukan oleh dokter sesuai kondisi dan respons pasien. Sediaan yang umum berupa tablet 10 mg dan 15 mg, dengan dosis lazim 10-15 mg sekali sehari dan dosis maksimal 30 mg per hari. Dapat diminum bersama atau tanpa makanan. Selalu ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter dan jangan mengubah dosis sendiri.
Anak
Penggunaan pada anak dan remaja (misalnya untuk iritabilitas terkait autisme atau sindrom Tourette) hanya atas indikasi dan pengawasan dokter spesialis. Dosis disesuaikan secara individual menurut usia, berat badan, dan kondisi. Jangan memberikan tanpa resep dokter.
Lansia
Pada lansia diperlukan kehati-hatian ekstra. Aripiprazole tidak disetujui untuk psikosis terkait demensia karena meningkatkan risiko kematian pada kelompok ini. Dosis dan penggunaan harus atas pertimbangan dokter.

Efek Samping

  • Sakit kepala dan pusing
  • Rasa gelisah atau tidak bisa diam (akatisia)
  • Gangguan tidur atau insomnia, kadang justru mengantuk
  • Mual, muntah, dan konstipasi
  • Tremor (gemetar) dan gejala ekstrapiramidal lain
  • Peningkatan berat badan (umumnya lebih ringan dibanding sebagian antipsikotik lain)
  • Penglihatan kabur
  • Jarang namun serius: tardive dyskinesia, hiperglikemia, dan sindrom neuroleptik maligna yang memerlukan penanganan darurat

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap aripiprazole atau komponen obat

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat yang menghambat enzim CYP3A4 (mis. ketokonazol, itrakonazol) atau CYP2D6 (mis. kuinidin, fluoksetin, paroksetin) dapat meningkatkan kadar aripiprazole sehingga dosis perlu disesuaikan
  • Obat yang menginduksi CYP3A4 (mis. karbamazepin, rifampisin) dapat menurunkan kadar dan efektivitas aripiprazole
  • Alkohol dan obat penekan susunan saraf pusat lain (benzodiazepin, obat tidur, opioid) dapat memperkuat efek sedasi
  • Obat antihipertensi karena aripiprazole dapat menambah risiko tekanan darah rendah

Peringatan Penting

  • Termasuk OBAT KERAS, wajib dengan resep dokter; catatan: aripiprazole bukan golongan narkotika maupun psikotropika terjadwal, tetapi tetap harus digunakan dalam pengawasan dokter
  • Meningkatkan risiko kematian pada pasien lansia dengan psikosis terkait demensia sehingga tidak digunakan untuk indikasi tersebut
  • Dapat meningkatkan pikiran atau perilaku bunuh diri, terutama pada remaja dan dewasa muda; awasi perubahan suasana hati dan segera hubungi dokter bila muncul
  • Dilaporkan menimbulkan gangguan kontrol impuls seperti dorongan berjudi, makan, atau seksual yang berlebihan; laporkan ke dokter bila terjadi
  • Dapat menyebabkan pusing atau hipotensi ortostatik, gangguan pengaturan suhu tubuh, serta kantuk, sehingga berhati-hati saat mengemudi atau menjalankan mesin
  • Beri tahu dokter bila hamil atau menyusui; penggunaan pada trimester ketiga dapat menimbulkan gejala putus obat atau ekstrapiramidal pada bayi baru lahir
  • Jangan menghentikan obat mendadak tanpa arahan dokter, dan pastikan produk sudah terdaftar dengan mengecek nomor izin edar di cekbpom.pom.go.id

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Aripiprazole obat apa?

Aripiprazole adalah obat antipsikotik atipikal (bekerja sebagai pengatur aktivitas dopamin dan serotonin di otak) yang digunakan untuk mengatasi skizofrenia, gangguan bipolar I, terapi tambahan pada depresi mayor, iritabilitas terkait autisme, dan gangguan tic pada sindrom Tourette. Obat ini termasuk obat keras dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Apakah aripiprazole termasuk obat keras dan harus pakai resep?

Ya. Aripiprazole adalah obat keras yang wajib dengan resep dokter. Meski demikian, aripiprazole bukan golongan narkotika maupun psikotropika terjadwal, sehingga termasuk obat keras biasa yang penggunaannya diawasi lewat resep. Pastikan produk terdaftar resmi dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Apa efek samping aripiprazole yang perlu diwaspadai?

Efek samping yang umum meliputi sakit kepala, rasa gelisah atau tidak bisa diam (akatisia), gangguan tidur, mual, dan mengantuk. Efek yang lebih serius namun jarang mencakup gerakan tak terkendali (tardive dyskinesia) dan sindrom neuroleptik maligna. Segera konsultasikan ke dokter bila muncul keluhan yang mengganggu atau tidak biasa.

Obat Terkait (Antipsikotik)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. PIO Nas - Badan POM (monografi aripiprazol)
  2. 2. MIMS Indonesia - Aripiprazole (generik, ATC N05AX12)
  3. 3. Cek BPOM - Badan POM RI

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.