Lewati ke konten
AntipsikotikResep dokter

Risperidone

Obat **antipsikotik generasi kedua (atipikal)** untuk **skizofrenia** dan **gangguan bipolar fase mania**. Bekerja menyeimbangkan **dopamin dan serotonin** di otak untuk meredakan **halusinasi, waham, dan agitasi**. Ini pengobatan jangka panjang dengan kontrol dokter, **bukan obat penenang biasa** — dan perlu pemantauan rutin.

Nama generik
Risperidone
Nama dagang
Risperdal, Neripros, Zophredal, Persidal
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan skizofrenia — membantu mengurangi halusinasi, waham (keyakinan keliru yang sulit dilepas), dan kebingungan berpikir
  • Pengelolaan gangguan bipolar pada fase mania — meredakan agitasi, euforia berlebihan, dan perilaku impulsif
  • Beberapa kondisi perilaku berat tertentu (misalnya agresi atau agitasi parah) sesuai penilaian dokter spesialis

Dosis

Dewasa
Biasanya dimulai dari dosis rendah lalu dinaikkan bertahap sesuai respons, umumnya 1–6 mg per hari. Tersedia juga bentuk suntik kerja panjang (long-acting) yang diberikan berkala untuk membantu kepatuhan. Ikuti dosis yang ditentukan dokter — jangan menambah atau mengurangi sendiri.
Anak
Hanya atas indikasi dan pengawasan ketat dokter spesialis, dengan dosis disesuaikan berat badan dan kondisi anak.
Lansia
Sering dimulai dari dosis lebih rendah karena lebih sensitif terhadap efek samping (mengantuk, pusing, gangguan gerakan).

Efek Samping

  • Mengantuk dan rasa lemas, terutama di awal pengobatan
  • Penambahan berat badan serta peningkatan gula darah dan kolesterol (perlu dipantau)
  • Peningkatan hormon prolaktin yang dapat menyebabkan keluar ASI, payudara membesar, atau gangguan haid
  • Pada dosis tinggi dapat muncul gerakan kaku, gemetar (tremor), atau gejala mirip parkinson
  • Pusing saat berdiri, mulut kering, atau sembelit

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi (hipersensitivitas) terhadap risperidone

Interaksi dengan Obat Lain

  • Hati-hati bila dipakai bersama obat penenang lain, alkohol, atau obat tidur karena dapat menambah rasa mengantuk
  • Beberapa obat tekanan darah, antijamur, atau antiepilepsi dapat memengaruhi kadar risperidone — beri tahu dokter/apoteker semua obat yang Anda konsumsi

Peringatan Penting

  • Jangan menghentikan obat secara mendadak atau atas keputusan sendiri — berhenti tiba-tiba berisiko membuat gejala kambuh. Bila ingin berhenti, lakukan bertahap sesuai arahan dokter.
  • Perlu pemantauan rutin berat badan, gula darah, kolesterol, dan gerakan tubuh selama pengobatan.
  • Segera hubungi dokter bila muncul demam tinggi dengan kekakuan otot dan kebingungan, atau gerakan tidak terkendali pada wajah/lidah.
  • Skizofrenia dan bipolar adalah kondisi kesehatan yang nyata dan dapat diobati — bukan tanda kelemahan, kurang iman, atau hal yang memalukan. Pengobatan teratur membantu Anda menjalani hidup lebih baik.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Estimasi Harga

Bervariasi tergantung merek dan dosis; tanyakan apotek atau fasilitas kesehatan.

Pertanyaan Umum

Risperidone untuk penyakit apa?

Risperidone digunakan terutama untuk skizofrenia dan gangguan bipolar fase mania. Obat ini membantu mengurangi halusinasi, waham (keyakinan keliru), dan agitasi dengan menyeimbangkan zat kimia otak. Penggunaannya harus sesuai resep dan kontrol dokter.

Apa efek samping yang perlu dipantau?

Yang penting dipantau adalah penambahan berat badan, kenaikan gula darah dan kolesterol, serta gerakan kaku atau gemetar pada dosis tinggi. Karena itu dokter biasanya mengecek berat badan, gula darah, dan kondisi gerak Anda secara berkala. Sampaikan keluhan apa pun tanpa sungkan.

Apakah risperidone harus dipakai seumur hidup?

Tidak selalu, tetapi sering merupakan pengobatan jangka panjang. Yang paling penting: jangan berhenti sendiri karena gejala bisa kambuh. Lama pengobatan ditentukan bersama dokter sesuai perkembangan kondisi Anda — ikuti anjuran dan jadwal kontrolnya.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. BPOM RI - Cek Produk Obat
  3. 3. PDSKJI - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.