Lewati ke konten
Ansiolitik / PenenangResep dokter

Clofritis

Clofritis adalah obat yang mengandung **clobazam 10 mg**, sebuah **benzodiazepin** (turunan 1,5-benzodiazepin) yang digunakan untuk terapi **jangka pendek gangguan kecemasan (ansietas)** serta sebagai **terapi tambahan (adjuvan) pada epilepsi** yang kejangnya belum terkendali dengan satu obat antiepilepsi saja, termasuk **sindrom Lennox-Gastaut** pada anak usia 2 tahun ke atas. Clobazam bekerja dengan **memperkuat aktivitas GABA** di sistem saraf pusat sehingga menenangkan aktivitas listrik saraf yang berlebihan. Clofritis diproduksi oleh **Mersifarma TM** dan termasuk **obat keras golongan psikotropika (Golongan IV)**, sehingga **hanya boleh diperoleh dan digunakan dengan resep dokter**. Pastikan produk yang Anda beli terdaftar resmi dengan mengecek izin edarnya di **cekbpom.pom.go.id**.

Nama generik
Clobazam
Nama dagang
Clofritis
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Terapi jangka pendek gangguan kecemasan (ansietas) dan kondisi psikoneurotik yang disertai gejala cemas, seperti ketegangan, gelisah, dan sulit tidur karena cemas
  • Kecemasan yang menyertai kondisi medis lain, sebagai bagian dari rencana terapi yang ditentukan dokter
  • Terapi tambahan (adjuvan) pada epilepsi yang kejangnya tidak terkontrol adekuat dengan obat antiepilepsi tunggal
  • Terapi tambahan pada sindrom Lennox-Gastaut untuk pasien anak usia 2 tahun ke atas
  • Catatan: clobazam memiliki peran ganda sebagai ansiolitik sekaligus antikonvulsan/antiepilepsi adjuvan, sehingga indikasi pastinya ditentukan dokter sesuai kondisi pasien

Dosis

Dewasa
Clofritis tersedia dalam bentuk tablet 10 mg. Dosis, jumlah tablet per hari, dan lama pemakaian hanya boleh ditentukan oleh dokter, karena berbeda antara indikasi kecemasan dan indikasi epilepsi. Umumnya dokter memulai dari dosis terendah lalu menyesuaikan secara bertahap sesuai respons dan efek samping. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan sendiri. Untuk kecemasan, terapi ditujukan untuk jangka pendek agar risiko ketergantungan minimal.
Anak
Pada anak, clobazam umumnya hanya dipakai sebagai terapi tambahan epilepsi, termasuk sindrom Lennox-Gastaut pada usia 2 tahun ke atas. Dosis dihitung dokter berdasarkan berat badan, usia, dan jenis kejang, sehingga tidak boleh diperkirakan sendiri oleh orang tua. Selalu ikuti petunjuk pada resep dokter dan bawa anak kontrol rutin.
Lansia
Pasien lansia biasanya memerlukan dosis lebih rendah dan pemantauan lebih ketat karena lebih sensitif terhadap efek mengantuk, bingung, gangguan keseimbangan, dan risiko jatuh serta patah tulang. Penyesuaian dosis ditentukan dokter, terutama bila ada gangguan fungsi hati atau ginjal.

Efek Samping

  • Mengantuk (somnolen), rasa lemas, dan lesu, terutama pada awal pengobatan atau saat dosis dinaikkan
  • Pusing, sakit kepala, dan gangguan keseimbangan atau koordinasi (ataksia)
  • Mulut kering, mual, dan gangguan pencernaan ringan
  • Perlambatan reaksi dan gangguan konsentrasi, kadang disertai gangguan daya ingat jangka pendek
  • Bicara pelo atau kurang jelas (disartria), terutama pada dosis lebih tinggi
  • Peningkatan produksi air liur atau lendir saluran napas, serta batuk, terutama pada anak dengan epilepsi
  • Perubahan nafsu makan atau berat badan
  • Reaksi paradoks berupa gelisah, mudah marah, agresif, kebingungan, atau sulit tidur, lebih sering pada anak dan lansia
  • Gangguan suasana hati, termasuk depresi atau munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri, yang harus segera dilaporkan ke dokter
  • Efek samping serius yang jarang: reaksi kulit berat (ruam luas, kulit melepuh atau mengelupas, luka di mulut/mata), depresi napas, atau reaksi alergi berat. Hentikan obat dan segera cari pertolongan medis bila muncul

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitif (alergi) terhadap clobazam atau benzodiazepin lain
  • Miastenia gravis, karena obat ini dapat memperberat kelemahan otot
  • Gangguan pernapasan berat atau insufisiensi respirasi
  • Sindrom apnea tidur (sleep apnea) berat
  • Gangguan fungsi hati berat
  • Keracunan akut alkohol, obat tidur, obat pereda nyeri golongan opioid, atau obat penekan sistem saraf pusat lainnya
  • Tidak dianjurkan pada anak di bawah usia 2 tahun kecuali atas pertimbangan dan pengawasan langsung dokter spesialis

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol dan obat penekan sistem saraf pusat lain: memperkuat efek mengantuk, memperlambat reaksi, dan meningkatkan risiko gangguan napas. Hindari alkohol selama pengobatan
  • Opioid (kodein, tramadol, morfin, dan sejenisnya): kombinasi meningkatkan risiko sedasi berat, depresi napas, koma, hingga kematian. Hanya boleh bila benar-benar diperlukan dan diawasi ketat oleh dokter
  • Obat penenang, obat tidur, antipsikotik, antidepresan, dan antihistamin yang menyebabkan kantuk: efek sedasi saling menguatkan
  • Obat antiepilepsi lain seperti fenitoin, asam valproat, dan karbamazepin: kadar obat dalam darah dapat saling memengaruhi sehingga dosis mungkin perlu disesuaikan dokter
  • Stiripentol dan penghambat enzim CYP2C19 (misalnya omeprazol, flukonazol, fluvoksamin): dapat meningkatkan kadar metabolit aktif clobazam sehingga efek sedasi bertambah
  • Kontrasepsi hormonal: clobazam dapat sedikit menurunkan efektivitasnya, sehingga dokter mungkin menyarankan metode kontrasepsi tambahan
  • Selalu beri tahu dokter dan apoteker mengenai semua obat, suplemen, dan jamu yang sedang Anda gunakan sebelum memakai Clofritis

Peringatan Penting

  • Clofritis adalah obat keras golongan psikotropika (Golongan IV) yang WAJIB dengan resep dokter. Obat ini tidak boleh dipakai untuk pengobatan sendiri (swamedikasi), dan membeli, menjual, atau mengedarkannya tanpa resep serta di luar jalur resmi merupakan pelanggaran peraturan psikotropika di Indonesia
  • Clofritis bukan obat bebas maupun obat bebas terbatas. Obat keras seperti ini dikenal sebagai obat daftar G (dari kata Belanda Gevaarlijk, artinya berbahaya) dan pada kemasannya diberi penandaan lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan huruf K di dalamnya. Jangan berpatokan pada keterangan penjual atau situs tidak resmi yang menyebut obat ini bisa dibeli bebas
  • Ada risiko toleransi, ketergantungan, dan gejala putus obat, termasuk bila obat disalahgunakan atau dipakai melebihi dosis yang diresepkan. Karena itu pemakaian untuk kecemasan sebaiknya jangka pendek sesuai arahan dokter
  • Jangan menghentikan Clofritis secara mendadak. Penghentian harus bertahap di bawah pengawasan dokter, karena berhenti tiba-tiba dapat memicu cemas hebat, sulit tidur, tremor, bahkan kejang berulang pada pasien epilepsi
  • Obat ini menyebabkan kantuk dan memperlambat reaksi. Jangan mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan pekerjaan berisiko sampai Anda tahu bagaimana tubuh Anda bereaksi
  • Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap clobazam, benzodiazepin lain (misalnya diazepam atau lorazepam), atau obat apa pun, terlebih bila pernah mengalami ruam kulit berat setelah minum obat
  • Gunakan dengan hati-hati dan dosis lebih rendah pada lansia, pasien dengan gangguan hati atau ginjal, gangguan pernapasan kronis, serta pasien dengan riwayat penyalahgunaan alkohol atau obat
  • Segera hubungi dokter bila muncul perubahan perilaku, depresi memberat, atau pikiran untuk mengakhiri hidup, karena hal ini dilaporkan pada obat golongan antiepilepsi
  • Segera ke IGD bila muncul tanda bahaya: napas melambat atau sesak berat, sangat mengantuk hingga sulit dibangunkan, bibir atau kuku membiru, kejang yang tidak berhenti, ruam meluas disertai kulit melepuh atau luka di mulut dan mata, atau bengkak pada wajah, bibir, dan lidah
  • Kehamilan: hindari kecuali dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Clobazam adalah benzodiazepin yang menembus plasenta; label Eropa/Inggris bahkan mencantumkan trimester pertama sebagai kontraindikasi, sementara label FDA Amerika Serikat tidak melarang mutlak tetapi memperingatkan toksisitas perkembangan pada hewan. Pemakaian menjelang persalinan dapat menimbulkan sedasi dan gejala putus obat pada bayi baru lahir serta floppy infant syndrome (depresi napas, bayi lemas, hipotermia, sulit menyusu)
  • Penyandang epilepsi tidak boleh menghentikan atau mengubah dosis sendiri saat hamil — kejang yang tidak terkontrol juga membahayakan ibu dan janin. Penyesuaian dilakukan oleh dokter yang merawat dengan dosis efektif terendah
  • Menyusui: hindari kecuali dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Clobazam dan metabolit aktifnya (N-desmetilklobazam, waktu paruh 71-82 jam sehingga mudah menumpuk pada bayi) masuk ke dalam ASI. Bila tetap dipakai — terutama pada bayi baru lahir atau prematur — bayi wajib dipantau terhadap kantuk berlebih, malas menyusu, dan kenaikan berat badan yang buruk; segera hubungi dokter bila tanda ini muncul
  • Simpan di tempat aman dan jauh dari jangkauan anak-anak. Jangan memberikan obat ini kepada orang lain meskipun keluhannya tampak sama
  • Sebelum membeli, pastikan produk memiliki izin edar resmi dengan mengecek nama produk dan produsen di cekbpom.pom.go.id, dan tebus hanya di apotek resmi dengan resep dokter

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Clofritis obat apa?

Clofritis adalah obat berisi clobazam 10 mg per tablet, produksi Mersifarma TM. Clobazam termasuk golongan benzodiazepin yang bekerja memperkuat aktivitas GABA di sistem saraf pusat. Obat ini dipakai untuk terapi jangka pendek gangguan kecemasan (ansietas) dan sebagai terapi tambahan (adjuvan) pada epilepsi yang kejangnya belum terkendali dengan satu obat antiepilepsi saja, termasuk sindrom Lennox-Gastaut pada anak usia 2 tahun ke atas. Clofritis adalah obat keras sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk pengobatan sendiri.

Apakah Clofritis bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?

Tidak. Clofritis adalah obat keras yang masuk psikotropika Golongan IV, sehingga wajib dengan resep dokter dan hanya boleh ditebus di apotek resmi. Obat keras ditandai dengan lingkaran merah bergaris tepi hitam dan huruf K pada kemasan, dan dikenal sebagai obat daftar G (dari kata Belanda Gevaarlijk, artinya berbahaya), jadi jelas bukan obat bebas maupun obat bebas terbatas. Menjual atau membeli psikotropika tanpa resep di luar jalur resmi merupakan pelanggaran hukum. Sebelum membeli, cek keaslian dan izin edar produk di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Clofritis menyebabkan ketergantungan dan bolehkah dihentikan mendadak?

Ya, sebagai benzodiazepin, clobazam berpotensi menimbulkan toleransi dan ketergantungan, terutama bila dipakai dalam dosis besar atau jangka panjang. Karena itu, untuk kecemasan obat ini biasanya diresepkan jangka pendek. Clofritis tidak boleh dihentikan mendadak, karena dapat memicu gejala putus obat seperti cemas hebat, sulit tidur, tremor, berkeringat, sampai kejang kembali pada pasien epilepsi. Penghentian harus dilakukan bertahap sesuai jadwal yang ditentukan dokter. Bila Anda merasa obat kurang bekerja atau ingin berhenti, konsultasikan dulu dengan dokter, jangan menyesuaikan dosis sendiri.

Obat Terkait (Ansiolitik / Penenang)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Ansiolitik / Penenang — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. KlikDokter - Clofritis (kandungan clobazam 10 mg, produsen Mersifarma, golongan psikotropika)
  2. 2. Cek BPOM - Cek izin edar dan keaslian produk obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Informasi Obat Nasional Indonesia (clobazam dan benzodiazepin)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.