Crofed
**Crofed** adalah obat kombinasi **triprolidine HCl** (antihistamin) dan **pseudoefedrin HCl** (dekongestan) yang digunakan untuk **meredakan gejala flu, pilek, dan rinitis alergi** seperti bersin-bersin, hidung meler, hidung tersumbat, serta mata gatal dan berair. Triprolidine menekan reaksi alergi, sedangkan pseudoefedrin melegakan hidung yang tersumbat. Crofed diproduksi oleh **PT Coronet Crown**, tersedia dalam bentuk tablet dan sirup, dan termasuk **Obat Bebas Terbatas** (lingkaran biru). Selalu periksa nomor registrasi BPOM di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli.
- Nama generik
- Triprolidine HCl + Pseudoephedrine HCl (kombinasi)
- Nama dagang
- Crofed
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan gejala flu dan pilek pada saluran pernapasan atas, seperti bersin-bersin, hidung meler (rinore), dan hidung tersumbat
- Meredakan gejala rinitis alergi, termasuk hidung gatal dan berair
- Mengurangi keluhan mata gatal dan berair serta tenggorokan gatal yang menyertai reaksi alergi
Dosis
Efek Samping
- Kantuk atau mengantuk (efek antihistamin triprolidine)
- Mulut, hidung, dan tenggorokan terasa kering
- Sulit tidur (insomnia), gelisah, atau gugup akibat pseudoefedrin
- Jantung berdebar (palpitasi) dan peningkatan tekanan darah
- Pusing atau sakit kepala
- Mual atau tidak nyaman pada perut
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat hipersensitivitas terhadap triprolidine, pseudoefedrin, atau komponen lain dalam produk
- Hipertensi berat dan penyakit jantung koroner (arteri koroner) berat
- Sedang atau baru menghentikan obat golongan penghambat MAO (MAOI) dalam 14 hari terakhir
- Glaukoma sudut sempit dan retensi urin (mis. karena pembesaran prostat)
Interaksi dengan Obat Lain
- Penghambat MAO (MAOI) dapat memicu peningkatan tekanan darah berbahaya bila dikombinasikan dengan pseudoefedrin
- Obat antihipertensi dan beta-blocker; pseudoefedrin dapat mengurangi efek penurun tekanan darah
- Obat penekan susunan saraf pusat (sedatif, obat tidur, obat penenang) dan alkohol memperkuat efek kantuk
- Stimulan atau dekongestan lain dapat menambah efek pada jantung dan sistem saraf
Peringatan Penting
- Dapat menyebabkan kantuk; jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah meminumnya dan hindari alkohol
- Gunakan dengan hati-hati pada penderita hipertensi, penyakit jantung, diabetes, hipertiroid, glaukoma, dan pembesaran prostat
- Pseudoefedrin termasuk prekursor farmasi, sehingga pembelian tanpa resep dibatasi aturan pemerintah; sebagian apotek menandai sediaan sirup sebagai obat keras yang perlu resep
- Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker
- Pastikan nomor registrasi produk terdaftar dan aktif dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id, dan hentikan penggunaan bila gejala memburuk atau timbul reaksi alergi
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Crofed obat apa?
Crofed adalah obat kombinasi triprolidine HCl (antihistamin) dan pseudoefedrin HCl (dekongestan) yang dipakai untuk meredakan gejala flu, pilek, dan rinitis alergi seperti bersin-bersin, hidung meler, hidung tersumbat, serta mata gatal dan berair. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan sirup buatan PT Coronet Crown.
Apakah Crofed harus dengan resep dokter?
Crofed tablet berstatus Obat Bebas Terbatas (lingkaran biru) sehingga dapat dibeli tanpa resep, tetapi tetap ikuti aturan pakai pada kemasan. Karena pseudoefedrin termasuk prekursor farmasi, pembelian tanpa resep dibatasi aturan pemerintah dan sebagian apotek menandai sediaan sirup sebagai obat keras. Bila ragu, tanyakan kepada apoteker dan pastikan nomor izin edar terdaftar di cekbpom.pom.go.id.
Apakah Crofed menyebabkan kantuk?
Ya. Komponen triprolidine adalah antihistamin yang dapat menimbulkan kantuk, sehingga hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah meminumnya dan jangan mengonsumsinya bersama alkohol. Sebaliknya, komponen pseudoefedrin justru dapat menyebabkan sulit tidur, jantung berdebar, atau gelisah pada sebagian orang.
Obat Terkait (Antihistamin)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.