Lewati ke konten
Obat Kulit TopikalResep dokter

Dexigen

Dexigen adalah **krim kortikosteroid topikal** yang berisi **desoximetasone (desoksimetason) 0,25%**, dipakai untuk meredakan **peradangan, kemerahan, dan rasa gatal** pada penyakit kulit yang responsif terhadap kortikosteroid seperti **eksim**, berbagai jenis **dermatitis**, dan **psoriasis**. Dexigen diproduksi Ifars dan beredar dalam bentuk krim tube 5 g. Karena tergolong kortikosteroid **potensi kuat**, Dexigen berstatus **obat keras** (lingkaran merah huruf K) yang hanya boleh dibeli dan dipakai dengan **resep dokter**.

Nama generik
Desoximetasone (desoksimetason) 0,25%
Nama dagang
Dexigen
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan peradangan (inflamasi) dan rasa gatal pada dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid
  • Eksim (eczema), termasuk dermatitis atopik pada kulit yang menebal dan bersisik
  • Berbagai jenis dermatitis, seperti dermatitis kontak dan dermatitis seboroik pada area yang sesuai anjuran dokter
  • Psoriasis pada area kulit terbatas sesuai penilaian dokter
  • Lesi kulit meradang lain yang menurut dokter membutuhkan kortikosteroid topikal potensi kuat

Dosis

Dewasa
Oleskan tipis dan merata pada area kulit yang bermasalah 2-3 kali sehari, atau ikuti petunjuk pada kemasan maupun resep dokter. Hanya untuk pemakaian luar (topikal); jangan dioleskan pada mata atau selaput lendir. Cuci tangan sebelum dan sesudah memakai, kecuali tangan sendiri yang sedang diobati. Karena termasuk kortikosteroid potensi kuat, pemakaian dijaga sesingkat mungkin — umumnya tidak lebih dari sekitar 2 minggu tanpa evaluasi ulang, dan perpanjangan hanya bila dokter menilai perlu. Jangan menutup area olesan dengan perban rapat (oklusi) kecuali diinstruksikan dokter.
Anak
Keamanan dan efektivitas kortikosteroid topikal potensi kuat pada anak belum sepenuhnya ditetapkan, sehingga penggunaannya hanya atas resep dan pengawasan dokter. Kulit anak menyerap kortikosteroid lebih banyak dibanding orang dewasa (rasio luas permukaan tubuh terhadap berat badan lebih besar), sehingga risiko efek sistemik seperti supresi aksis HPA dan gangguan pertumbuhan lebih tinggi. Bila diresepkan, oleskan tipis pada area sekecil mungkin dengan durasi sesingkat mungkin sesuai petunjuk dokter, serta hindari pemakaian di area popok atau di bawah penutup kedap.
Lansia
Kulit lanjut usia cenderung lebih tipis dan mudah mengalami atrofi, sehingga dianjurkan memakai lapisan tipis pada area terbatas dengan durasi sesingkat mungkin sesuai arahan dokter. Tidak ada penyesuaian dosis khusus di luar petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Efek Samping

  • Rasa terbakar, perih, atau menyengat pada area yang diolesi
  • Gatal atau kulit terasa kering dan iritasi ringan
  • Folikulitis (radang folikel rambut) dan erupsi menyerupai jerawat
  • Perubahan warna kulit (hipopigmentasi) pada area pemakaian
  • Penipisan kulit (atrofi), striae (guratan), dan telangiektasia (pembuluh darah halus tampak) pada pemakaian lama
  • Pertumbuhan rambut halus berlebih (hipertrikosis) di area olesan
  • Dermatitis perioral dan dermatitis kontak alergi terhadap komponen krim
  • Meningkatnya risiko infeksi kulit sekunder oleh bakteri atau jamur karena efek imunosupresif lokal
  • Pada pemakaian luas, lama, atau tertutup: penyerapan sistemik yang dapat menimbulkan supresi aksis HPA, sindrom Cushing, hiperglikemia, atau glaukoma bila terkena mata

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitif terhadap desoximetasone, kortikosteroid lain, atau komponen krim
  • Rosacea
  • Akne vulgaris (jerawat)
  • Dermatitis perioral
  • Pruritus perianal dan genital (gatal di sekitar dubur dan kelamin)
  • Infeksi kulit oleh bakteri, virus (mis. herpes simpleks, cacar air), maupun jamur (mis. kurap, kandidiasis) yang tidak diobati
  • Pemakaian pada mata atau di dalam selaput lendir

Interaksi dengan Obat Lain

  • Penggunaan bersama kortikosteroid lain (topikal, oral, inhalasi, atau injeksi) dapat menambah beban steroid total dan memperbesar risiko efek samping sistemik
  • Pemakaian bersamaan dengan produk topikal lain pada area yang sama (obat jerawat, retinoid, antiseptik keras, kosmetik beralkohol) berpotensi menambah iritasi kulit
  • Penutupan area olesan dengan perban kedap (oklusi) atau popok meningkatkan penyerapan dan memperkuat efek sistemik desoximetasone
  • Beritahu dokter atau apoteker bila sedang memakai obat imunosupresan atau sedang menjalani terapi kulit lain, karena efek imunosupresif lokal dapat menutupi tanda infeksi

Peringatan Penting

  • Dexigen adalah obat keras (lingkaran merah huruf K) dan wajib dibeli dengan resep dokter. Obat ini tidak boleh dipakai untuk pengobatan sendiri (swamedikasi) tanpa diagnosis dokter; jangan memakai sisa resep orang lain atau mengulang pemakaian tanpa konsultasi
  • Beritahu dokter atau apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap desoximetasone, kortikosteroid lain, atau bahan tambahan dalam krim. Hentikan pemakaian dan cari pertolongan medis segera bila muncul tanda reaksi alergi seperti ruam meluas, bengkak pada wajah atau bibir, dan sesak napas
  • Hanya untuk pemakaian luar. Jangan ditelan dan jangan dioleskan di sekitar mata karena berisiko iritasi hingga glaukoma
  • Sebagai kortikosteroid potensi kuat, Dexigen tidak boleh dipakai jangka panjang tanpa pengawasan dokter. Pada dewasa pemakaian umumnya dibatasi sekitar 2 minggu dan diperpanjang hanya bila dokter menilai perlu; pada anak, pemakaian dibatasi pada area sekecil mungkin dengan durasi sesingkat mungkin sesuai penilaian dokter
  • Hindari pemakaian pada area luas, kulit yang luka terbuka, wajah, lipatan kulit (ketiak, selangkangan), atau di bawah penutup kedap kecuali diinstruksikan dokter — semua kondisi ini meningkatkan penyerapan ke dalam tubuh
  • Jangan dipakai pada infeksi kulit aktif yang belum diobati; kortikosteroid dapat menyamarkan gejala dan memperberat infeksi
  • Segera hentikan pemakaian dan hubungi dokter bila muncul iritasi berat, ruam memburuk atau meluas, tanda infeksi (nanah, bengkak, nyeri bertambah, demam), kulit menipis atau muncul guratan, penglihatan kabur, atau bila keluhan tidak membaik dalam waktu yang ditentukan dokter
  • Setelah pemakaian cukup lama, penghentian mendadak dapat memicu kekambuhan (rebound); ikuti cara penghentian yang dianjurkan dokter
  • Ibu hamil dan menyusui harus berkonsultasi dulu dengan dokter. Bagi yang menyusui, jangan mengoleskan pada area payudara yang akan bersentuhan dengan mulut bayi
  • Simpan pada suhu ruang, terlindung dari panas dan cahaya langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak
  • Pastikan produk yang Anda beli memiliki nomor registrasi BPOM yang sah — cek nomor pada kemasan melalui cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Dexigen obat apa?

Dexigen adalah krim kortikosteroid topikal dengan zat aktif desoximetasone (desoksimetason) 0,25% yang dipakai untuk meredakan peradangan dan rasa gatal pada penyakit kulit yang responsif terhadap kortikosteroid, seperti eksim, berbagai jenis dermatitis, dan psoriasis. Produk ini dibuat Ifars dan beredar sebagai krim dalam tube 5 g. Karena termasuk kortikosteroid potensi kuat, Dexigen berstatus obat keras yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Nomor registrasi pada kemasan sebaiknya Anda cek sendiri di cekbpom.pom.go.id untuk memastikan produk terdaftar resmi.

Apakah Dexigen bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep?

Tidak. Dexigen menyandang logo lingkaran merah dengan huruf K yang berarti obat keras, sehingga apotek hanya boleh menyerahkannya dengan resep dokter. Aturan ini bukan formalitas: desoximetasone adalah kortikosteroid potensi kuat yang bila dipakai sembarangan dapat menyebabkan penipisan kulit, striae, telangiektasia, hingga gangguan hormonal bila dioleskan pada area luas atau dalam waktu lama. Dokter juga perlu memastikan keluhan kulit Anda memang bukan infeksi jamur, bakteri, atau virus — pada kondisi tersebut Dexigen justru dikontraindikasikan dan bisa memperburuk keadaan.

Berapa lama Dexigen boleh dipakai dan bagaimana cara mengoleskannya?

Krim dioleskan tipis dan merata hanya pada area kulit yang bermasalah, umumnya 2-3 kali sehari atau sesuai petunjuk pada kemasan maupun resep dokter. Ini obat luar saja, jadi hindari mata dan selaput lendir. Karena potensinya kuat, pemakaian dijaga sesingkat mungkin: pada dewasa umumnya tidak lebih dari sekitar 2 minggu tanpa evaluasi ulang dokter, sedangkan pada anak dibatasi pada area sekecil mungkin dan durasi sesingkat mungkin sesuai penilaian dokter — jangan memperpanjang sendiri. Hindari pula menutup area olesan dengan perban kedap atau popok kecuali diperintahkan dokter, karena oklusi meningkatkan penyerapan ke dalam tubuh. Bila keluhan tidak membaik, memburuk, atau muncul tanda infeksi seperti nanah dan demam, hentikan pemakaian dan segera periksakan diri ke dokter.

Obat Terkait (Obat Kulit Topikal)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Obat Kulit Topikal — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Dexigen 0.25% Cream 5 g (desoximethasone 0,25%, obat keras, produksi Ifars)
  2. 2. VIVA Apotek - Dexigen: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping (desoximetasone, kortikosteroid topikal)
  3. 3. BPOM RI - Cek Produk Terdaftar (Cek BPOM)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.