Lewati ke konten
Penyakit Umum

Jerawat (Acne Vulgaris)

Juga dikenal sebagai: acne, acne vulgaris, bruntusan, komedo, jerawat batu, kistik

Peradangan kronis folikel pilosebasea yang menyebabkan komedo, papul, pustul, dan kista. Paling sering muncul di wajah, dada, dan punggung — mempengaruhi 85% remaja dan 30-50% dewasa muda.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 27 Mei 2026
Wajah remaja dengan jerawat di area dahi dan pipi

Ringkasan

Jerawat (acne vulgaris) adalah penyakit inflamasi kronis pada folikel pilosebasea — kombinasi kelenjar minyak (sebaceous gland) dan folikel rambut. Patofisiologi melibatkan 4 faktor: (1) hiperseborrhea (produksi sebum berlebih akibat androgen), (2) hiperkeratinisasi folikel (sel kulit mati menyumbat pori), (3) kolonisasi Cutibacterium acnes (dulu Propionibacterium acnes) yang memicu inflamasi, (4) inflamasi imun-mediated. Klasifikasi berdasarkan tipe lesi: KOMEDO (whitehead tertutup, blackhead terbuka), PAPUL (benjolan kemerahan), PUSTUL (bernanah), NODUL/KISTA (lesi besar dalam, nyeri, berisiko skar). Berdasarkan keparahan: ringan (komedo dominan), sedang (papulopustular), berat (nodulokistik). Distribusi: wajah (>90%), dada, punggung, bahu. Onset puncak: 14-19 tahun (akibat surge androgen pubertas) tapi dapat persisten sampai dewasa atau muncul de novo pada wanita 25-40 tahun (acne tarda).

Gejala

  • Komedo terbuka (blackhead): titik hitam di pori — sebum teroksidasi udara
  • Komedo tertutup (whitehead): benjolan putih kecil tidak nyeri
  • Papul: benjolan merah <5 mm, nyeri tekan ringan
  • Pustul: papul dengan ujung bernanah putih/kuning
  • Nodul: benjolan keras >5 mm di dalam kulit, nyeri
  • Kista: lesi besar >5 mm, lunak, sangat nyeri, berisi pus + darah
  • Distribusi wajah: zona T (dahi, hidung, dagu) paling sering; pipi dan rahang pada acne hormonal
  • Distribusi tubuh: dada atas, punggung atas, bahu (tipe sebar)
  • Hiperpigmentasi pasca inflamasi (Post-Inflammatory Hyperpigmentation/PIH) — bekas coklat
  • Eritema persisten — bekas merah berbulan-bulan
  • Skar (jaringan parut): ice pick, boxcar, rolling, hipertrofik, keloid
  • Kulit berminyak dengan pori membesar
  • Sebum berlebih di area T-zone

Penyebab

  • Hormon androgen (testosteron, DHEA-S) merangsang kelenjar sebaseus — puncak pubertas
  • Hiperkeratosis folikel — sel kulit mati menyumbat pori
  • Cutibacterium acnes (bakteri anaerob normal kulit) berproliferasi di sebum tersumbat → pelepasan mediator inflamasi
  • Inflamasi imun-mediated dengan IL-1, IL-8, TNF-α
  • Genetik: jika kedua orang tua punya jerawat berat, anak 3-5x lipat risiko
  • Stres psikologis — meningkatkan kortisol dan inflamasi
  • Diet glikemik tinggi (gula, roti putih, susu) — meningkatkan IGF-1 dan androgen
  • Hormon menstruasi — flare 5-7 hari sebelum haid (estrogen turun)
  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) pada wanita — hiperandrogenisme
  • Obat tertentu: kortikosteroid, lithium, anabolic steroid, EGFR inhibitor (kemoterapi)
  • Kosmetik comedogenic (komedogenik) — minyak mineral, lanolin, isopropil miristat
  • Friksi/gesekan mekanik (helm, masker — "maskne"), keringat berlebih

Faktor Risiko

  • Usia 12-25 tahun (puncak pubertas dan dewasa muda)
  • Riwayat keluarga jerawat berat (genetik)
  • Jenis kelamin: pria cenderung lebih berat di remaja; wanita lebih persisten ke dewasa
  • Kulit berminyak (oily skin) — lebih banyak kelenjar sebaseus aktif
  • Diet tinggi karbohidrat sederhana, susu skim (data inkonsisten), fast food
  • Stres kronis, kurang tidur
  • Kondisi hormonal: PCOS, sindrom Cushing, tumor adrenal/ovarium
  • Obat-obatan: steroid anabolik, kortikosteroid, lithium, isoniazid, fenitoin
  • Iklim panas dan lembap (Indonesia berisiko tinggi)
  • Pemakaian masker/helm berkepanjangan (acne mechanica, maskne)
  • Memencet/menggaruk lesi — memperburuk dan risiko skar
  • Skincare comedogenic atau over-cleansing (merusak skin barrier)

Kapan Harus ke Dokter?

  • Jerawat sedang-berat: banyak papul/pustul yang menyebar, mengganggu penampilan
  • Adanya nodul atau kista besar dan nyeri (acne nodulokistik)
  • Jerawat tidak respons setelah 3 bulan perawatan OTC (benzoyl peroxide, salicylic acid, retinoid OTC)
  • Mulai muncul jaringan parut (skar) — segera ke Sp.KK untuk cegah skar permanen
  • Hiperpigmentasi luas yang mengganggu kepercayaan diri
  • Jerawat pada wanita >25 tahun dengan tanda hiperandrogenisme: hirsutisme (bulu wajah/badan berlebih), siklus haid tidak teratur, rambut rontok pola pria — curigai PCOS
  • Distribusi atipikal: jerawat hanya di rahang/dagu wanita (acne hormonal)
  • Jerawat berat onset cepat pada dewasa — singkirkan tumor endokrin
  • Acne fulminans: jerawat berat akut + demam + nyeri sendi → EMERGENCY ke Sp.KK
  • Dampak psikologis: depresi, kecemasan sosial, isolasi akibat jerawat — diskusikan dengan dokter
  • Sebelum mulai isotretinoin: konsultasi Sp.KK untuk evaluasi + monitor
  • Wanita usia subur yang akan mulai isotretinoin: konsultasi tentang kontrasepsi (teratogenik)

Pengobatan

  • Acne ringan (komedonal):
  • - Retinoid topikal: tretinoin 0.025-0.1%, adapalene 0.1-0.3% (Differin), tazarotene — lini pertama; aplikasi malam, mulai 3x/minggu
  • - Benzoyl peroxide 2.5-5% — antibakteri, kurangi resistensi C. acnes
  • - Salicylic acid 0.5-2% — exfoliant β-hidroksi acid (BHA)
  • - Azelaic acid 15-20% — antiinflamasi + antibakteri, aman untuk PIH
  • Acne sedang (papulopustular):
  • - Kombinasi retinoid + benzoyl peroxide topikal
  • - Antibiotik topikal: klindamisin 1%, eritromisin 2% — selalu kombinasi dengan benzoyl peroxide untuk cegah resistensi
  • - Antibiotik oral lini pertama: doxycycline 50-100 mg 1-2x/hari atau minocycline 50-100 mg 2x/hari, durasi maksimal 3-4 bulan
  • Acne berat (nodulokistik / refrakter):
  • - Isotretinoin oral (Roaccutane, Accutane) — 0.5-1 mg/kg/hari selama 4-6 bulan; remisi long-term 70-85%
  • - WAJIB kontrasepsi ketat pada wanita usia subur (teratogenik kategori X)
  • - Monitor lab: fungsi hati, lipid, hCG (wanita), CBC bulanan
  • - Kortikosteroid sistemik untuk acne fulminans atau nodul akut
  • Acne hormonal (wanita dewasa):
  • - Pil KB kombinasi (etinilestradiol + progestin antiandrogenik: drospirenone, cyproterone acetate)
  • - Spironolactone 50-200 mg/hari — antagonis androgen, untuk wanita dengan acne mandibular
  • - Metformin pada PCOS dengan resistensi insulin
  • Prosedur dermatologis (adjuvant):
  • - Chemical peel (glycolic acid, salicylic acid, TCA) untuk komedo dan PIH
  • - Laser/IPL untuk eritema dan vascular acne
  • - Photodynamic therapy (PDT) untuk acne refrakter
  • - Comedone extraction (ekstraksi steril oleh dermatologist)
  • - Intralesi kortikosteroid (triamcinolone 2.5 mg/ml) untuk nodul/kista akut
  • Perawatan skar:
  • - Microneedling, fractional laser CO2, dermabrasion untuk skar atrofik
  • - Filler hyaluronic acid untuk skar dalam
  • - Punch excision untuk ice pick scar

Pencegahan

  • Skincare gentle 2x/hari: cleanser non-comedogenic dengan pH 4.5-5.5; HINDARI over-washing
  • Pelembap non-comedogenic (gel/lotion) — skin barrier sehat lebih tahan jerawat
  • Sunscreen SPF 30+ non-comedogenic setiap pagi — cegah PIH dan skar memburuk
  • JANGAN PERNAH memencet jerawat — risiko skar dan infeksi
  • Hindari produk skincare comedogenic: mineral oil, lanolin, isopropyl myristate, coconut oil
  • Diet rendah glikemik: kurangi gula, roti putih, soda; perbanyak sayur, buah, omega-3
  • Susu skim — beberapa studi menunjukkan link dengan jerawat (data masih inkonsisten)
  • Kelola stres: meditasi, olahraga rutin, tidur 7-8 jam/malam
  • Ganti sarung bantal setiap 3-4 hari, handuk wajah setiap penggunaan
  • Bersihkan brush makeup mingguan, hindari sharing makeup
  • Cuci wajah setelah olahraga atau berkeringat berat
  • Maskne (jerawat akibat masker): pilih masker katun, ganti tiap 4 jam, cuci wajah setelah pakai masker lama
  • Pemeriksaan hormonal pada wanita dewasa dengan acne onset baru: cek testosterone, DHEA-S, USG ovarium
  • Hindari helm/topi terlalu ketat yang menyebabkan friksi area dahi/rahang

Estimasi Biaya

Konsultasi Sp.KK: Rp 200-500rb. Skincare OTC bulanan (cleanser + moisturizer + sunscreen): Rp 200-700rb. Retinoid topikal generik (tretinoin, adapalene): Rp 50-200rb/tube. Benzoyl peroxide generik: Rp 30-100rb. Antibiotik topikal generik (klindamisin gel): Rp 30-80rb. Antibiotik oral (doxycycline) per bulan: Rp 50-200rb. Isotretinoin generik per bulan: Rp 300rb-1.2 juta (Roaccutane branded lebih mahal). Pil KB kombinasi hormonal acne (Yaz, Diane): Rp 100-300rb/bulan. Chemical peel per sesi: Rp 400rb-1.5 juta. Laser/IPL per sesi: Rp 800rb-3 juta. Microneedling skar: Rp 500rb-2 juta/sesi. Total terapi acne berat (isotretinoin 6 bulan + monitoring lab): Rp 5-15 juta. BPJS cover: konsultasi Sp.KK dengan rujukan, antibiotik dan retinoid generik. Tidak cover: prosedur kosmetik (peel, laser, microneedling).

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah benar makan cokelat dan gorengan menyebabkan jerawat?

Sebagian benar — TAPI lebih kompleks. Bukan cokelat atau gorengan secara spesifik, melainkan POLA DIET TINGGI GLIKEMIK. Penelitian menunjukkan korelasi antara jerawat dan: (1) makanan tinggi gula sederhana (soda, permen, kue) yang menaikkan IGF-1 → androgen → sebum, (2) susu skim (bukan susu utuh) — kandungan hormon dan whey protein, (3) diet tinggi indeks glikemik. Cokelat HITAM ≥70% kakao umumnya aman; cokelat susu dan permen cokelat tinggi gula bisa memicu. Gorengan tidak menyebabkan jerawat secara langsung tapi terkait pola diet buruk. SOLUSI: diet seimbang dengan glycemic index rendah (sayur, buah, biji-bijian utuh, protein lean, omega-3) — secara umum memperbaiki kulit. Jangan obsessive — stres tentang makanan juga memperburuk jerawat.

Kapan harus pakai retinoid untuk jerawat dan amankah dipakai setiap malam?

Retinoid (tretinoin, adapalene, tazarotene) adalah LINI PERTAMA untuk SEMUA jenis jerawat — komedonal, papulopustular, dan adjuvant pada nodulokistik. Mekanismenya: mempercepat turnover sel kulit, mencegah pembentukan komedo, mengurangi inflamasi, dan merangsang kolagen. CARA MEMULAI yang aman: (1) mulai 3x/minggu malam hari pada minggu 1-2, (2) naikkan ke 4-5x/minggu minggu 3-4, (3) setiap malam mulai minggu 5+. WAJIB pakai SUNSCREEN SPF 30+ setiap pagi karena retinoid menipiskan stratum korneum → fotosensitif. HINDARI kombinasi dengan benzoyl peroxide pada waktu yang sama (BPO menginaktivasi retinoid generasi lama; tapi adapalene stabil dengan BPO). Side effect awal: kering, mengelupas, retinoid burn — sementara, akan adaptasi 2-4 minggu. JANGAN dipakai saat hamil/menyusui (kategori D untuk topical tretinoin sebenarnya rendah risiko tapi dihindari; isotretinoin oral KONTRAINDIKASI ABSOLUT karena teratogenik kategori X).

Apa bedanya komedo, papul, dan kista — dan haruskah ke dokter atau cukup obat warung?

KOMEDO (whitehead/blackhead) adalah tahap awal, NON-INFLAMASI — sumbatan sebum + sel mati di pori. PAPUL adalah lesi merah <5 mm, nyeri ringan, INFLAMASI sudah dimulai. PUSTUL adalah papul dengan nanah putih di ujungnya. NODUL adalah lesi besar dalam kulit, padat, sangat nyeri. KISTA adalah lesi >5 mm, lunak, berisi cairan dan nanah — paling berisiko skar. KAPAN OBAT WARUNG CUKUP: komedo ringan dan beberapa papul — coba retinoid OTC (adapalene 0.1% Differin), benzoyl peroxide 2.5%, salicylic acid 2%, kombinasi cuci muka + serum, 8-12 minggu. KAPAN HARUS KE DOKTER: (1) banyak papul/pustul/nodul/kista, (2) jerawat tidak respons setelah 12 minggu OTC, (3) mulai ada skar atau hiperpigmentasi luas, (4) wanita dewasa dengan tanda hiperandrogenisme. Sp.KK akan resepkan retinoid kuat (tretinoin 0.05%+, isotretinoin), antibiotik oral, atau pil KB hormonal sesuai indikasi.

Apakah isotretinoin (Roaccutane) aman dan benar-benar bisa menyembuhkan jerawat selamanya?

Isotretinoin adalah obat PALING EFEKTIF untuk jerawat berat — remisi long-term 70-85% setelah 1 kursus 4-6 bulan. Mekanisme: mengecilkan kelenjar sebaseus permanen, mengurangi sebum >90%, mencegah hiperkeratinisasi. EFEK SAMPING umum: kulit dan bibir SANGAT KERING (universal), nyeri otot/sendi, peningkatan triglyserida dan kolesterol, sakit kepala, kantuk. EFEK SAMPING serius (jarang): peningkatan SGOT/SGPT, depresi/perubahan mood (kontroversial), inflammatory bowel disease (data inkonsisten), hipertensi intrakranial. EFEK TERATOGENIK ABSOLUT — KONTRAINDIKASI pada KEHAMILAN dan wanita usia subur tanpa kontrasepsi efektif. Indonesia tidak punya program iPLEDGE seketat USA tapi WAJIB konsultasi Sp.KK + tes hCG bulanan + 2 metode kontrasepsi pada wanita. AMAN dengan monitoring: konsultasi Sp.KK + lab bulanan (fungsi hati, lipid, hCG). JANGAN beli online tanpa resep. APAKAH PERMANEN: 70-85% pasien tidak butuh terapi lagi; 15-30% butuh kursus kedua atau maintenance. Skar yang sudah terbentuk tetap perlu treatment terpisah (laser, microneedling).

Bagaimana cara menghilangkan bekas jerawat (skar dan hiperpigmentasi)?

BEDAKAN: (1) HIPERPIGMENTASI POST-INFLAMASI (PIH) = bekas COKLAT, datar — akan PUDAR dalam 6-18 bulan. Treatment: sunscreen SPF 50+ wajib, retinoid topikal, azelaic acid 15-20%, niacinamide 4-10%, kojic acid, vitamin C 10-20%, hidroquinone 2-4% (HANYA dengan resep), chemical peel (glycolic acid, mandelic acid). (2) ERITEMA POST-INFLAMASI (PIE) = bekas MERAH — akan pudar 6-12 bulan; treatment vascular laser (PDL, IPL), niacinamide, centella asiatica. (3) SKAR ATROFIK (CEKUNG): permanen tanpa intervensi. Treatment: ice pick scar → punch excision atau TCA CROSS; boxcar scar → fractional laser CO2/Erbium, microneedling RF; rolling scar → subcision + filler. (4) SKAR HIPERTROFIK/KELOID: intralesi kortikosteroid (triamcinolone), 5-FU, silicone sheet, laser PDL. PENCEGAHAN: jangan pencet jerawat, treatment dini, sunscreen wajib. Hasil terbaik kombinasi multiple modalitas selama 6-12 bulan. Hindari produk pemutih sembarang yang mengandung mercury atau hidroquinone tanpa pengawasan — bisa memperburuk dan menyebabkan ochronosis.

Referensi Medis

  1. 1. PERDOSKI - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia
  2. 2. American Academy of Dermatology - Acne Guidelines
  3. 3. European Dermatology Forum - Acne Treatment Guidelines
  4. 4. WHO Essential Medicines List - Dermatology
  5. 5. BPOM RI - Pedoman Skincare Topikal

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.