Lewati ke konten
Penyakit Kronis

Psoriasis

Juga dikenal sebagai: psoriasis vulgaris, penyakit autoimun kulit, penyakit kulit bersisik

Penyakit autoimun kronik yang menyebabkan sel kulit bereproduksi terlalu cepat, membentuk plak tebal kemerahan dengan sisik perak. Bukan penyakit menular; sering ditemukan di siku, lutut, kulit kepala, punggung bawah.

Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.KesDiperbarui 27 Mei 2026
Kulit dengan plak psoriasis di area siku

Ringkasan

Psoriasis adalah penyakit autoimun kronik yang disebabkan oleh percepatan turnover sel epidermis (3-5 hari vs normal 28 hari) akibat aktivasi sistem imun Th17/IL-17 yang abnormal. Manifestasi paling umum (psoriasis vulgaris, ~85%) berupa plak eritematosa berbatas tegas dengan skuama putih keperakan (sisik). Lokasi predileksi: siku, lutut, kulit kepala, lumbosakral, kuku. Penyakit bersifat kronik-relapsing, tidak menular, dan terkait dengan komorbid sistemik penting: artritis psoriatik (~30%), sindrom metabolik, penyakit kardiovaskular, dan depresi. Tatalaksana modern dengan biologic agent (anti-TNF, anti-IL17, anti-IL23) sangat efektif tapi mahal; pilihan lini pertama tetap topikal kortikosteroid dan vitamin D analog.

Gejala

  • Plak kemerahan berbatas tegas dengan sisik putih keperakan
  • Gatal sedang sampai berat (60-90% penderita)
  • Sensasi terbakar atau nyeri pada plak
  • Plak pecah dan berdarah kecil (Auspitz sign — tanda khas psoriasis)
  • Kuku berubah: pitting (cekungan kecil), onycholysis (lepas dari dasar), oil drop sign, penebalan kuku
  • Kulit kepala bersisik tebal (psoriasis kulit kepala) — sering dikira ketombe parah
  • Plak di telapak tangan/kaki dengan retak kulit (psoriasis palmoplantar)
  • Bercak kecil seperti tetesan air pada psoriasis gutata (sering pasca infeksi streptokokus)
  • Lesi merah halus tanpa skuama di lipatan kulit (psoriasis inversa) — sering disalahdiagnosis sebagai jamur
  • Nyeri sendi (artritis psoriatik) — 30% penderita: jari bengkak seperti sosis, nyeri pinggang inflamatori
  • Eksaserbasi saat stres, infeksi, atau pasca menghentikan steroid sistemik

Penyebab

  • Genetik kuat — gen HLA-Cw6, IL23R, dan ~60 lokus risiko lain. Risiko 25% jika satu orang tua, 50% jika kedua orang tua
  • Aktivasi imun Th17 abnormal: pelepasan IL-17, IL-22, TNF-alpha berlebih
  • Stres psikososial — pemicu eksaserbasi paling sering dilaporkan
  • Infeksi: streptokokus tenggorokan memicu psoriasis gutata; HIV memperburuk psoriasis
  • Obat-obatan: beta-blocker, litium, antimalaria, withdrawal kortikosteroid sistemik, NSAID, interferon
  • Trauma kulit (Koebner phenomenon): luka, garukan, tato, sunburn dapat memicu lesi baru di area trauma
  • Merokok — meningkatkan risiko 2x dan memperburuk psoriasis pustular
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Obesitas — adiposit menghasilkan sitokin pro-inflamasi

Faktor Risiko

  • Riwayat keluarga psoriasis derajat pertama
  • Usia bimodal: puncak 20-30 tahun (early-onset, lebih genetik) dan 50-60 tahun (late-onset)
  • Etnis Kaukasia lebih sering dari Asia (tapi tren naik di Indonesia)
  • Merokok aktif (terutama untuk psoriasis pustular)
  • Obesitas (BMI ≥30)
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Infeksi HIV (memperburuk derajat berat)
  • Stres psikologis kronik
  • Sindrom metabolik dan diabetes melitus tipe 2

Kapan Harus ke Dokter?

  • Plak kulit bersisik perak yang menetap >2-4 minggu — konsultasi dokter Sp.KK
  • Plak meluas cepat ke >10% luas tubuh
  • Gatal mengganggu tidur atau aktivitas
  • Lesi pada wajah, kelamin, atau telapak tangan/kaki (lokasi sensitif, perlu penanganan khusus)
  • Nyeri sendi atau bengkak jari seperti sosis (dactylitis) — curiga artritis psoriatik
  • 🚨 Demam, kulit kemerahan dan terkelupas seluruh tubuh — eritroderma psoriatik, IGD SEGERA
  • 🚨 Pustul (bisul kecil berisi nanah) di sebagian besar tubuh + demam — psoriasis pustular generalisata, IGD
  • Kuku menebal atau lepas dari dasar — onikomikosis vs psoriasis kuku perlu dibedakan
  • Depresi atau ide bunuh diri (psoriasis berat punya risiko depresi 2x lipat)
  • Tidak respons terhadap pengobatan over-the-counter selama 4 minggu

Pengobatan

  • Lini 1 lokal — Kortikosteroid topikal potensi sedang-kuat (mometason, betametason): aplikasi 1-2x/hari selama 2-4 minggu, lalu tapering
  • Vitamin D analog topikal (kalsipotriol, kalsitriol) — efektif jangka panjang tanpa risiko atrofi kulit; sering kombinasi dengan kortikosteroid (Daivobet/Dovobet)
  • Calcineurin inhibitor topikal (tacrolimus, pimecrolimus) untuk wajah dan lipatan
  • Coal tar dan asam salisilat untuk plak tebal
  • Fototerapi — narrow-band UVB (NB-UVB) 3x/minggu, 20-30 sesi: respons 60-80%
  • PUVA (psoralen + UVA) — efektif tapi risiko kanker kulit jangka panjang
  • Lini sistemik konvensional: metotreksat 7.5-25 mg/minggu (pantau fungsi hati + darah), siklosporin (pendek <2 tahun), asetrenoin (acitretin, hindari pada wanita usia subur)
  • Apremilast (PDE4 inhibitor oral) — pilihan oral baru, profil keamanan lebih baik
  • Biologic agent (game-changer 2010-an):
  • - Anti-TNF: adalimumab (Humira), etanercept, infliximab
  • - Anti-IL-17: secukinumab (Cosentyx), ixekizumab
  • - Anti-IL-23: guselkumab (Tremfya), risankizumab
  • - PASI-90 response 70-90% dalam 12-16 minggu, jauh lebih baik dari biologic generasi sebelumnya
  • Edukasi: pelembap rutin (emolien tebal seperti vaselin/petroleum jelly), hindari pemicu (stres, alkohol, rokok)
  • Skrining + tatalaksana komorbid: artritis psoriatik (rujuk Sp.PD-KR/Sp.RM), sindrom metabolik, depresi

Pencegahan

  • Tidak ada pencegahan primer (genetik) — tapi pencegahan eksaserbasi mungkin
  • Pelembap rutin (2-3x/hari, terutama setelah mandi) — kunci utama pemeliharaan remisi
  • Hindari air panas dan sabun keras saat mandi — pakai sabun pelembab pH netral
  • Berhenti merokok dan batasi alkohol
  • Manajemen stres: meditasi, yoga, terapi kognitif perilaku
  • Pertahankan BMI normal — penurunan BB 5-10% pada obesitas dapat mengurangi keparahan
  • Pengobatan agresif infeksi streptokokus tenggorokan untuk cegah psoriasis gutata
  • Hindari obat pemicu (beta-blocker, litium) — diskusikan alternatif dengan dokter
  • Lindungi kulit dari trauma fisik (Koebner phenomenon)
  • Paparan sinar matahari pagi/sore (UVB alami) 15-20 menit/hari dapat membantu — tapi hindari sunburn

Estimasi Biaya

Pengobatan topikal generik (mometason, kalsipotriol): Rp 50-300rb/bulan. Fototerapi NB-UVB: Rp 100-300rb/sesi (perlu 20-30 sesi). Metotreksat oral generik: Rp 50-200rb/bulan. Apremilast: Rp 4-8 juta/bulan. Biologic agent: Rp 8-25 juta/bulan (adalimumab biosimilar lebih murah, sekitar Rp 5-10 juta). BPJS cover: kortikosteroid topikal, metotreksat oral, fototerapi (dengan rujukan); biologic agent umumnya belum tercover.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah psoriasis menular?

TIDAK menular. Psoriasis adalah penyakit autoimun, bukan infeksi. Tidak menular melalui sentuhan, kontak fisik, berbagi handuk, atau hubungan seksual. Edukasi ini penting untuk mengurangi stigma sosial yang sering dialami penderita psoriasis. Anak-anak penderita psoriasis bisa bermain bebas dengan teman tanpa risiko menular.

Apa bedanya psoriasis dengan eksim?

Psoriasis: plak tebal berbatas tegas dengan skuama putih keperakan (sisik), lokasi khas siku/lutut/kulit kepala/lumbosakral, sering simetris, gatal sedang, autoimun. Eksim (dermatitis atopik): plak merah dengan kulit kering pecah-pecah, lokasi lipatan (siku dalam, lutut belakang, leher), sangat gatal sampai mengganggu tidur, terkait alergi/asma. Pemeriksaan dermatologi (dermoskopi atau biopsi) dapat memastikan diagnosis pada kasus tidak jelas.

Apakah psoriasis bisa sembuh total?

Belum bisa "disembuhkan permanen" karena bersifat autoimun-genetik, tapi bisa MASUK REMISI lama (kulit bersih atau hampir bersih) dengan pengobatan modern. Biologic agent dapat mencapai PASI-90 (perbaikan 90%) pada 70-90% pasien dalam 12-16 minggu. Banyak pasien yang sebelumnya merasa "hancur" oleh psoriasis kini hidup normal dengan kulit bersih berkat biologic. Tetapi penghentian obat sering menyebabkan kambuh dalam 3-12 bulan — sehingga psoriasis berat sering memerlukan terapi pemeliharaan jangka panjang.

Apa yang memicu psoriasis kambuh?

Pemicu paling umum: (1) Stres psikososial — paling sering dilaporkan pasien. (2) Infeksi, terutama strep tenggorokan dan flu. (3) Obat-obatan: beta-blocker, litium, antimalaria, withdrawal kortikosteroid sistemik mendadak. (4) Trauma kulit (luka, garukan, tato — Koebner phenomenon). (5) Cuaca dingin dan kering. (6) Alkohol berlebih dan merokok. (7) Perubahan hormonal (kehamilan, menopause). Identifikasi pemicu personal dan menghindarinya merupakan bagian penting tatalaksana.

Apakah psoriasis dapat menyebabkan artritis?

YA, sekitar 30% penderita psoriasis akan mengembangkan artritis psoriatik (psoriatic arthritis) — radang sendi inflamatori yang dapat menyebabkan deformitas permanen jika tidak diobati. Gejala: nyeri + bengkak sendi (terutama jari tangan/kaki, lutut, tulang belakang), kaku pagi >30 menit, jari bengkak seperti sosis (dactylitis), nyeri tumit. Skrining: kuesioner PEST atau PsAID, rujuk reumatolog (Sp.PD-KR) jika positif. Pengobatan dini dengan metotreksat atau biologic agent dapat mencegah kerusakan sendi permanen.

Referensi Medis

  1. 1. PERDOSKI - Pedoman Psoriasis Indonesia
  2. 2. National Psoriasis Foundation (US)
  3. 3. AAD Guidelines for Psoriasis Management
  4. 4. British Association of Dermatologists - Psoriasis

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.