Dicom
Dicom adalah obat tablet kombinasi **pseudoefedrin HCl 30 mg** dan **triprolidin HCl 2,5 mg** yang dipakai untuk meredakan **hidung tersumbat**, bersin-bersin, dan hidung meler akibat flu, pilek (common cold), rinitis alergi, serta sinusitis. Pseudoefedrin bekerja sebagai **dekongestan** dengan menyempitkan pembuluh darah di selaput lendir hidung sehingga pembengkakan berkurang, sedangkan triprolidin adalah **antihistamin generasi pertama** yang menghambat kerja histamin sehingga bersin, hidung meler, dan mata berair mereda. Dicom bersifat **simtomatik** - meredakan gejala, bukan menyembuhkan infeksi virus atau menghilangkan alergi itu sendiri. Diproduksi oleh PT Novell Pharmaceutical Laboratories, Dicom termasuk golongan **obat bebas terbatas** (lingkaran biru) sehingga bisa dibeli tanpa resep dokter, namun karena mengandung pseudoefedrin yang tergolong **prekursor farmasi**, pembeliannya diawasi dan dapat dibatasi jumlahnya di apotek.
- Nama generik
- Pseudoefedrin HCl (pseudoephedrine hydrochloride) + Triprolidin HCl (triprolidine hydrochloride)
- Nama dagang
- Dicom
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan hidung tersumbat (kongesti nasal) akibat flu, pilek, atau common cold
- Meredakan gejala rinitis alergi: bersin-bersin, hidung meler (rinore), hidung gatal, dan mata berair
- Membantu meredakan hidung tersumbat pada sinusitis sebagai terapi penunjang
- Membantu melegakan pernapasan lewat hidung sehingga istirahat dan aktivitas terasa lebih nyaman saat flu atau alergi kambuh
- Terapi simtomatik jangka pendek - bukan pengobatan penyebab infeksi maupun penyembuh alergi
Dosis
Efek Samping
- Mengantuk dan rasa lemas - efek khas triprolidin sebagai antihistamin generasi pertama
- Mulut, hidung, dan tenggorokan terasa kering
- Sulit tidur (insomnia), gelisah, atau justru gugup - efek stimulan dari pseudoefedrin
- Jantung berdebar (palpitasi) dan peningkatan tekanan darah
- Pusing, sakit kepala, atau pandangan kabur
- Mual, nyeri ulu hati, atau tidak nyaman di perut
- Sulit buang air kecil (retensi urin), terutama pada pria dengan pembesaran prostat
- Tremor ringan atau berkeringat berlebih
- Jarang namun serius: nyeri dada, tekanan darah melonjak tajam, kejang, atau reaksi alergi berat (ruam luas, bengkak wajah, sesak napas) - segera cari pertolongan medis
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Alergi (hipersensitivitas) terhadap pseudoefedrin, triprolidin, atau komponen lain dalam obat
- Hipertensi berat atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol
- Penyakit jantung koroner dan gangguan jantung berat lainnya
- Hipertiroid (kelenjar tiroid terlalu aktif)
- Glaukoma sudut tertutup
- Retensi urin atau pembesaran prostat (BPH) dengan kesulitan berkemih
- Gangguan ginjal berat
- Sedang atau baru saja (dalam 14 hari terakhir) menggunakan obat golongan MAOI
- Bayi dan anak usia sangat muda tanpa arahan dokter
Interaksi dengan Obat Lain
- Obat golongan MAOI (mis. moclobemide, selegiline): kombinasi dengan pseudoefedrin berisiko memicu krisis hipertensi - jangan digunakan bersamaan atau dalam 14 hari setelah MAOI dihentikan
- Obat antihipertensi dan diuretik: pseudoefedrin dapat melawan efek penurun tekanan darah
- Beta-blocker dan obat jantung lain: risiko lonjakan tekanan darah dan gangguan irama jantung
- Alkohol, obat tidur, obat penenang, dan obat nyeri golongan opioid: memperberat efek kantuk dari triprolidin
- Antidepresan trisiklik: dapat memperkuat efek simpatomimetik pseudoefedrin dan efek antikolinergik triprolidin
- Obat lain yang juga mengandung dekongestan atau antihistamin (obat flu kombinasi lain): berisiko dosis ganda - baca komposisi setiap produk
- Obat antikolinergik lain: memperberat mulut kering, sembelit, pandangan kabur, dan kesulitan berkemih
Peringatan Penting
- Dicom menyebabkan kantuk. Jangan menyetir, mengoperasikan mesin, atau melakukan aktivitas yang butuh kewaspadaan penuh setelah meminumnya.
- Hindari alkohol selama memakai Dicom karena memperberat rasa kantuk.
- Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat alergi obat, sedang memakai obat lain (termasuk obat flu kombinasi lain, obat herbal, dan suplemen), atau sedang menjalani pengobatan rutin.
- Penderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, gangguan tiroid, glaukoma, gangguan ginjal atau hati, dan pembesaran prostat wajib berkonsultasi ke dokter sebelum memakai obat ini.
- Pseudoefedrin di Indonesia tergolong prekursor farmasi karena berpotensi disalahgunakan, sehingga peredarannya diawasi ketat dan apotek wajib mencatat serta melaporkan penyerahannya. Jadi meskipun tanpa resep, jumlah pembelian Anda dapat dibatasi dan dicatat petugas apotek - ini normal dan sesuai aturan. Jangan memakai obat ini di luar tujuan pengobatan.
- Pada produk yang mengandung pseudoefedrin pernah dilaporkan efek samping yang sangat jarang namun serius berupa gangguan pembuluh darah otak (sindrom PRES dan RCVS). Risikonya kecil dan obat ini tetap beredar sebagai obat bebas terbatas, tetapi jangan abaikan sakit kepala hebat yang muncul mendadak, gangguan penglihatan, atau kejang saat memakainya.
- Segera hentikan pemakaian dan cari pertolongan medis bila muncul nyeri dada, jantung berdebar hebat, tekanan darah melonjak, sakit kepala sangat berat mendadak, gangguan penglihatan, kejang, tidak bisa buang air kecil, atau tanda alergi berat (ruam luas, bengkak pada wajah atau bibir, sesak napas).
- Jangan memakai lebih dari dosis yang dianjurkan dan jangan memakai jangka panjang tanpa saran dokter. Bila gejala tidak membaik dalam beberapa hari, justru memburuk, atau disertai demam tinggi, sesak napas, dan nyeri wajah hebat, periksakan diri ke dokter.
- Untuk ibu hamil dan menyusui, jangan memakai Dicom tanpa konsultasi dokter terlebih dahulu. Pseudoefedrin dapat memengaruhi produksi ASI dan triprolidin dapat membuat bayi mengantuk.
- Jangan memberikan Dicom kepada anak di bawah 6 tahun tanpa arahan dokter.
- Selalu pastikan produk yang Anda beli memiliki nomor izin edar BPOM yang sah. Cek nomor pada kemasan di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli, terutama bila membeli daring.
- Dicom termasuk obat bebas terbatas, bukan obat keras, sehingga tidak memerlukan resep. Namun perlu diingat: obat golongan obat keras (berlogo lingkaran merah dengan huruf K) tetap wajib dibeli dengan resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk swamedikasi.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Dicom obat apa?
Dicom adalah obat tablet kombinasi pseudoefedrin HCl 30 mg dan triprolidin HCl 2,5 mg yang digunakan untuk meredakan hidung tersumbat, bersin-bersin, hidung meler, dan mata berair akibat flu, pilek, rinitis alergi, dan sinusitis. Pseudoefedrin berperan sebagai dekongestan yang mengempiskan pembengkakan selaput lendir hidung, sementara triprolidin adalah antihistamin generasi pertama yang menekan reaksi alergi. Dicom hanya meredakan gejala dan tidak menyembuhkan infeksi maupun alerginya. Obat ini diproduksi PT Novell Pharmaceutical Laboratories dan termasuk obat bebas terbatas (lingkaran biru). Pastikan nomor izin edarnya terdaftar dengan mengecek di cekbpom.pom.go.id.
Apakah Dicom harus pakai resep dokter?
Tidak. Dicom termasuk golongan obat bebas terbatas (ditandai lingkaran biru pada kemasan), sehingga tidak memerlukan resep dokter. Meski begitu, kandungan pseudoefedrin di dalamnya tergolong prekursor farmasi di Indonesia karena berpotensi disalahgunakan, sehingga peredarannya diawasi ketat oleh BPOM dan apotek wajib mencatat serta melaporkan penyerahannya. Artinya Anda mungkin hanya boleh membeli dalam jumlah terbatas dan data pembelian dicatat - ini prosedur normal, bukan tanda ada masalah. Sebagai pembanding, obat golongan obat keras (lingkaran merah dengan huruf K) tetap wajib memakai resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk swamedikasi.
Apakah Dicom bikin ngantuk dan aman diminum sebelum menyetir?
Ya, Dicom umumnya menyebabkan kantuk karena mengandung triprolidin, yaitu antihistamin generasi pertama yang menembus otak dan menimbulkan efek sedasi. Karena itu jangan menyetir, mengoperasikan mesin, atau melakukan pekerjaan yang menuntut kewaspadaan tinggi setelah meminum Dicom, dan hindari alkohol serta obat penenang lain yang memperkuat efek kantuk. Perlu diketahui juga bahwa komponen pseudoefedrin justru dapat membuat sebagian orang sulit tidur, gelisah, atau jantung berdebar, sehingga reaksi setiap orang bisa berbeda. Bila Anda memiliki tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hipertiroid, glaukoma, gangguan ginjal, atau pembesaran prostat, konsultasikan dulu ke dokter atau apoteker sebelum memakai Dicom. Ikuti aturan pakai pada kemasan atau resep dokter dan jangan melebihi dosis yang dianjurkan.
Obat Terkait (Dekongestan)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Dekongestan — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.