Lewati ke konten
Mukolitik / Pengencer DahakResep dokter

Erdostein

**Erdostein** adalah obat **mukolitik** dengan zat aktif **erdosteine** yang dipakai untuk **mengencerkan dahak kental** agar lebih mudah dikeluarkan saat batuk berdahak. Obat ini bekerja sebagai prodrug golongan tiol yang memecah ikatan lendir di saluran napas, dengan efek tambahan **antioksidan** dan **anti-inflamasi**. Erdostein umumnya diresepkan pada **bronkitis akut**, **eksaserbasi akut bronkitis kronis**, **bronkiektasis**, dan **PPOK** yang disertai produksi lendir berlebihan. Erdostein termasuk **obat keras** sehingga hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**. Di Indonesia erdosteine dipasarkan dengan beberapa nama produk dan oleh beberapa produsen berbeda, dalam bentuk **kapsul** maupun **sirop kering**. Pastikan nomor izin edar pada kemasan yang Anda beli terdaftar di **cekbpom.pom.go.id** sebelum digunakan.

Nama generik
Erdosteine
Nama dagang
Erdostein
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Mengencerkan dahak yang kental dan lengket pada gangguan saluran napas akut maupun kronik sehingga lebih mudah dikeluarkan
  • Terapi tambahan pada bronkitis akut yang disertai batuk berdahak
  • Terapi pada eksaserbasi akut bronkitis kronis dengan sekret berlebihan
  • Membantu pengeluaran lendir pada bronkiektasis
  • Terapi penunjang pada PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) dengan produksi lendir berlebihan

Dosis

Dewasa
Erdostein tersedia dalam bentuk kapsul dan sirop kering, dan dosis harus mengikuti resep dokter atau petunjuk pada kemasan. Dosis lazim dewasa yang umum dipakai adalah 300 mg sebanyak 2-3 kali sehari (maksimal 900 mg per hari), diminum sesudah makan dengan segelas air putih. Durasi terapi biasanya dibatasi, umumnya tidak lebih dari 10 hari, kecuali dokter menentukan lain. Jangan menambah dosis atau memperpanjang pemakaian sendiri hanya karena dahak belum berkurang, karena batuk berdahak yang menetap lebih dari satu minggu perlu dievaluasi ulang oleh dokter.
Anak
Untuk anak tersedia bentuk sirop kering yang harus dilarutkan sesuai petunjuk pada kemasan. Dosis anak wajib ditentukan dokter berdasarkan usia dan berat badan; jangan memberikan kapsul dewasa kepada anak dan jangan memperkirakan dosis sendiri.
Lansia
Pada lansia dosis umumnya mengikuti aturan pakai dewasa, namun perlu kehati-hatian ekstra karena fungsi hati dan ginjal cenderung menurun seiring usia. Sampaikan riwayat penyakit ginjal atau hati kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, atau rasa tidak nyaman di ulu hati
  • Diare atau perut terasa kembung
  • Perubahan pengecapan, misalnya rasa logam atau pahit di mulut
  • Sakit kepala ringan
  • Ruam kulit, gatal, atau biduran sebagai tanda reaksi alergi
  • Jarang: sesak napas atau bengkak pada wajah, bibir, dan lidah yang merupakan tanda reaksi alergi berat dan perlu pertolongan medis segera

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitif atau alergi terhadap erdosteine maupun komponen lain dalam sediaan
  • Penderita gangguan fungsi hati berat
  • Penderita gagal ginjal berat (bersihan kreatinin di bawah 25 mL/menit)
  • Penderita homosistinuria, karena obat ini terkait metabolisme metionin

Interaksi dengan Obat Lain

  • Dapat meningkatkan kadar antibiotik tertentu seperti amoksisilin pada sekret saluran napas; kombinasi ini biasanya justru diresepkan bersama oleh dokter, bukan dikonsumsi sendiri
  • Sebaiknya tidak digabung dengan obat penekan batuk (antitusif) seperti kodein atau dekstrometorfan tanpa arahan dokter, karena dahak yang sudah encer justru sulit dikeluarkan jika refleks batuk ditekan
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang memakai obat lain untuk pernapasan, obat lambung, atau suplemen dan jamu, agar interaksi dapat dinilai

Peringatan Penting

  • Erdostein adalah obat keras yang hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter; jangan melakukan pengobatan sendiri, membeli tanpa resep, atau memakai sisa resep orang lain
  • Durasi pemakaian umumnya dibatasi maksimal sekitar 10 hari. Jika batuk berdahak tidak membaik, disertai demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, atau dahak berdarah, segera periksa ke dokter
  • Hentikan pemakaian dan cari pertolongan medis bila muncul ruam luas, bengkak wajah, atau sesak napas setelah minum obat
  • Sampaikan kepada dokter riwayat alergi obat Anda, serta bila memiliki penyakit hati, penyakit ginjal, atau riwayat tukak lambung sebelum menggunakan obat ini
  • Keamanan pada ibu hamil dan menyusui belum dipastikan; penggunaannya harus atas pertimbangan dan pengawasan dokter
  • Selalu cek nomor izin edar pada kemasan melalui cekbpom.pom.go.id untuk memastikan produk terdaftar resmi dan bukan produk palsu. Nama produsen dapat berbeda antar kemasan karena erdosteine dipasarkan oleh beberapa pabrik farmasi
  • Simpan pada suhu ruang, terlindung dari cahaya dan lembap, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Erdostein obat apa?

Erdostein adalah obat mukolitik berisi zat aktif erdosteine yang berfungsi mengencerkan dahak kental agar lebih mudah dikeluarkan. Obat ini biasa diresepkan pada batuk berdahak yang menyertai bronkitis akut, eksaserbasi bronkitis kronis, bronkiektasis, dan PPOK dengan lendir berlebihan. Erdostein bukan obat batuk bebas: statusnya obat keras sehingga wajib dengan resep dokter.

Apa bedanya Erdostein dengan obat batuk biasa di apotek?

Obat batuk bebas umumnya berisi penekan batuk atau ekspektoran ringan, sedangkan Erdostein bekerja langsung memecah ikatan lendir sehingga dahak menjadi lebih encer. Karena termasuk obat keras, Erdostein tidak dijual bebas dan pemakaiannya perlu dinilai dokter. Menggabungkannya dengan obat penekan batuk juga tidak dianjurkan tanpa arahan dokter, karena dahak yang sudah encer justru perlu dibatukkan keluar.

Berapa lama Erdostein boleh diminum dan bagaimana memastikan produknya asli?

Terapi dengan erdosteine umumnya dibatasi sekitar 10 hari dan dosis pastinya mengikuti resep dokter atau petunjuk pada kemasan. Bila dahak tidak berkurang, muncul demam tinggi, sesak, atau dahak berdarah, segera kontrol ke dokter. Untuk memastikan keaslian produk, cocokkan nomor izin edar pada kotak obat di cekbpom.pom.go.id, karena erdosteine dipasarkan oleh beberapa produsen berbeda di Indonesia.

Obat Terkait (Mukolitik / Pengencer Dahak)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Mukolitik / Pengencer Dahak — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Alodokter - Erdosteine: golongan obat resep, mukolitik, sediaan kapsul dan sirop kering
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi nomor izin edar produk obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.