Lewati ke konten
AntidepresanResep dokter

Escitalopram

Escitalopram adalah **antidepresan golongan SSRI** yang banyak digunakan untuk **gangguan kecemasan (GAD), depresi, gangguan panik, dan fobia sosial**. Obat ini bekerja dengan **meningkatkan serotonin** di otak. Seperti SSRI lain, **manfaat penuh baru terasa setelah beberapa minggu** dan obat sebaiknya **dihentikan secara bertahap**, tidak mendadak. Gangguan jiwa adalah kondisi medis yang nyata dan dapat diobati, bukan tanda kelemahan diri.

Nama generik
Escitalopram
Nama dagang
Cipralex, Depram, Elxion
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan gangguan kecemasan menyeluruh (GAD)
  • Pengobatan depresi (gangguan depresi mayor)
  • Pengobatan gangguan panik, dengan atau tanpa agorafobia
  • Pengobatan fobia sosial (gangguan cemas sosial)

Dosis

Dewasa
Umumnya dimulai dari dosis rendah lalu disesuaikan oleh dokter. Diminum sekali sehari pada waktu yang sama, boleh dengan atau tanpa makanan. Manfaat penuh muncul setelah beberapa minggu, jadi jangan berhenti hanya karena belum terasa.
Anak
Penggunaan pada anak dan remaja hanya atas pertimbangan dokter spesialis dengan pemantauan ketat.
Lansia
Sering diperlukan dosis lebih rendah; dokter akan menyesuaikan dan memantau, terutama bila ada gangguan ginjal atau jantung.

Efek Samping

  • Mual, terutama di awal pengobatan
  • Mengantuk atau sebaliknya sulit tidur
  • Mulut kering
  • Gangguan fungsi seksual (penurunan gairah, sulit orgasme)
  • Kadang berkeringat berlebih

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi escitalopram atau citalopram
  • Penggunaan bersamaan dengan MAOI (lihat interaksi)
  • Gangguan irama jantung tertentu, seperti pemanjangan interval QT yang sudah ada

Interaksi dengan Obat Lain

  • MAOI (penghambat monoamin oksidase): kombinasi berbahaya, berisiko sindrom serotonin — perlu jeda waktu sesuai arahan dokter
  • Obat serotonergik lain (SSRI/SNRI lain, tramadol, triptan, suplemen St. John's Wort) meningkatkan risiko sindrom serotonin
  • Obat yang memperpanjang interval QT dapat menambah risiko gangguan irama jantung

Peringatan Penting

  • Jangan menghentikan obat secara mendadak. Penghentian harus bertahap atas arahan dokter untuk menghindari gejala putus obat seperti pusing, gelisah, atau sensasi seperti tersengat listrik.
  • Perlu pemantauan ekstra pada remaja dan dewasa muda di awal pengobatan terhadap munculnya pikiran untuk menyakiti diri atau memburuknya suasana hati. Bila muncul pikiran seperti ini, segera hubungi dokter — ini bagian dari proses pengobatan yang perlu dipantau, bukan kegagalan diri.
  • Jika muncul pikiran untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup, kamu tidak sendirian dan pertolongan tersedia. Hubungi layanan kesehatan jiwa SEJIWA Kemenkes di 119 ext 8 (24 jam), atau langsung datang ke IGD rumah sakit terdekat. Menghubungi bantuan adalah langkah berani, bukan kelemahan.
  • Hati-hati pada gangguan irama jantung; pada dosis tinggi dapat terjadi pemanjangan interval QT.
  • Beri tahu dokter semua obat dan suplemen yang sedang dipakai untuk menghindari interaksi serotonergik.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Estimasi Harga

Bervariasi menurut merek dan apotek; tanyakan langsung ke apotek atau dokter.

Pertanyaan Umum

Escitalopram untuk apa?

Escitalopram digunakan untuk membantu gangguan kecemasan (GAD), depresi, gangguan panik, dan fobia sosial. Obat ini bekerja menyeimbangkan serotonin di otak. Kondisi-kondisi ini adalah masalah kesehatan yang nyata dan bisa diobati, bukan hal yang memalukan.

Berapa lama escitalopram mulai bekerja?

Manfaat penuh biasanya baru terasa setelah beberapa minggu pemakaian teratur. Wajar bila di minggu-minggu awal belum banyak berubah, bahkan kadang efek samping muncul lebih dulu. Tetap minum sesuai anjuran dan jangan berhenti tanpa berbicara dengan dokter.

Apakah escitalopram aman dipakai jangka panjang?

Ya, escitalopram umumnya aman digunakan jangka panjang selama dalam kontrol dokter. Bila suatu saat ingin berhenti, lakukan secara bertahap sesuai arahan dokter, jangan mendadak, untuk menghindari gejala putus obat.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Produk Obat
  2. 2. Kemenkes RI
  3. 3. PDSKJI - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.