Lewati ke konten
Mukolitik / Pengencer DahakBebas (tanpa resep)

Fluimucil

Fluimucil adalah obat **mukolitik** (pengencer dahak) dengan zat aktif tunggal **asetilsistein** — bukan obat kombinasi. Obat ini dipakai untuk **mengencerkan dahak kental** di saluran pernapasan pada kondisi seperti **bronkitis akut maupun kronik**, emfisema, bronkiektasis, dan mukovisidosis (fibrosis kistik). Asetilsistein bekerja dengan memutus ikatan disulfida pada mukoprotein dahak sehingga dahak menjadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan. Sediaan **kapsul 200 mg** yang dijual di apotek termasuk **obat bebas terbatas** (lingkaran biru, tanda peringatan P No. 1) sehingga bisa dibeli tanpa resep, tetapi sediaan **tablet effervescent 600 mg** dan **ampul 100 mg/mL** tergolong **obat keras** yang wajib dengan resep dokter. Selalu cek nomor izin edar produk di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli.

Nama generik
Asetilsistein (N-Asetilsistein / N-Acetylcysteine)
Nama dagang
Fluimucil
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Mengencerkan dahak kental di saluran pernapasan (indikasi ringkas pada leaflet resmi yang disetujui BPOM)
  • Gangguan pernapasan dengan hipersekresi mukus yang kental dan pekat sehingga sulit dikeluarkan
  • Bronkitis akut maupun bronkitis kronik dengan dahak kental
  • Emfisema dan bronkiektasis yang disertai penumpukan dahak
  • Mukovisidosis (cystic fibrosis) sebagai terapi pengencer sekret saluran napas
  • Catatan: asetilsistein juga dikenal sebagai antidotum keracunan parasetamol, tetapi indikasi tersebut memakai sediaan Fluimucil injeksi/antidot di rumah sakit — bukan sediaan batuk yang dijual bebas terbatas

Dosis

Dewasa
Untuk sediaan kapsul 200 mg, leaflet resmi yang disetujui BPOM mencantumkan 1 kapsul 2–3 kali sehari (setara 400–600 mg per hari) untuk dewasa dan anak di atas 14 tahun, diminum setelah makan dengan air. Untuk sediaan lain (misalnya tablet effervescent 600 mg atau ampul), dosisnya berbeda — ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Jangan menambah dosis sendiri dan jangan memakai lebih lama dari anjuran tanpa konsultasi.
Anak
Fluimucil dikontraindikasikan pada anak di bawah 2 tahun karena mukolitik dapat memicu sumbatan jalan napas pada usia tersebut. Untuk anak di atas 2 tahun, gunakan sediaan yang memang ditujukan untuk anak; dosisnya bergantung pada usia, berat badan, dan kekuatan sediaan, sehingga ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter dan jangan memberikan dosis dewasa kepada anak.
Lansia
Tidak ada penyesuaian dosis khusus untuk lansia yang tercantum pada sumber resmi yang kami rujuk. Namun lansia sering memiliki gangguan ginjal, gangguan hati, riwayat ulkus peptikum, atau asma, dan biasanya memakai beberapa obat sekaligus — sebaiknya konsultasikan ke dokter atau apoteker sebelum menggunakan dan ikuti aturan pada kemasan.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna: mual, muntah, nyeri ulu hati, rasa tidak nyaman di lambung, dan diare
  • Sariawan atau radang mulut (stomatitis) dan rasa tidak enak di mulut
  • Sakit kepala, telinga berdenging (tinitus), dan demam pada sebagian orang
  • Reaksi alergi ringan berupa ruam kulit, gatal, biduran (urtikaria), atau hidung berair
  • Bronkospasme (napas berbunyi dan sesak), terutama pada penderita asma bronkial — hentikan pemakaian dan segera cari bantuan medis
  • Bau belerang ringan pada obat merupakan sifat alami zat aktif asetilsistein, bukan tanda obat rusak
  • Sangat jarang: reaksi kulit berat seperti sindrom Stevens-Johnson dan sindrom Lyell — segera hentikan obat dan cari pertolongan medis bila muncul lepuh, kulit mengelupas, atau luka pada mulut dan mata

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Hipersensitif (alergi) terhadap asetilsistein atau komponen lain dalam sediaan
  • Anak di bawah usia 2 tahun, karena mukolitik dapat menginduksi obstruksi jalan napas pada kelompok usia ini

Interaksi dengan Obat Lain

  • Jangan digunakan bersamaan dengan obat antitusif (penekan batuk) seperti kodein atau dekstrometorfan, karena refleks batuk yang ditekan membuat sekret bronkial menumpuk di saluran napas
  • Beri jarak sekitar 2 jam antara Fluimucil dan antibiotik oral, karena asetilsistein dapat memengaruhi antibiotik bila diminum bersamaan
  • Nitrogliserin dan nitrat lain: asetilsistein dapat memperkuat efek vasodilatasi sehingga meningkatkan risiko tekanan darah turun dan sakit kepala
  • Arang aktif (karbon aktif) dapat mengurangi efektivitas asetilsistein bila diminum berdekatan
  • Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, suplemen, dan jamu yang sedang Anda konsumsi sebelum memakai Fluimucil

Peringatan Penting

  • Penggolongan Fluimucil berbeda-beda per sediaan — ini penting. Sediaan kapsul 200 mg (nomor izin edar berawalan DTL, disertai tanda peringatan P No. 1 pada kemasan resmi yang terdaftar di BPOM) tergolong obat bebas terbatas (lingkaran biru) sehingga bisa dibeli di apotek tanpa resep.
  • Sebaliknya, Fluimucil 600 mg tablet effervescent memiliki nomor izin edar berawalan DKI (huruf "K" = Keras), artinya obat keras (lingkaran merah) yang wajib dengan resep dokter. Sediaan ampul 100 mg/mL untuk inhalasi/injeksi serta sediaan antidot juga merupakan obat keras yang dipakai di bawah pengawasan tenaga medis — jangan melakukan swamedikasi dengan sediaan obat keras.
  • Tulisan "Awas! Obat keras. Bacalah aturan memakainya" (tanda peringatan P No. 1) pada kemasan kapsul sering disalahartikan sebagai penanda obat keras. Itu keliru: label P No. 1 justru penanda baku obat bebas terbatas. Yang menentukan golongan obat keras adalah lingkaran merah dan nomor izin edar berawalan huruf "K".
  • Sebagian situs kesehatan mencantumkan penggolongan yang berbeda untuk sediaan kapsul, dan kekuatan maupun bentuk sediaan lain (sachet granul, sirup kering, kekuatan berbeda) tidak kami verifikasi satu per satu — acuan paling sahih adalah lingkaran golongan dan nomor izin edar yang tertera pada kemasan produk yang Anda beli.
  • Penderita asma bronkial harus dipantau ketat selama pemakaian; hentikan obat dan segera hubungi dokter bila terjadi bronkospasme (napas berbunyi, dada terasa sesak).
  • Hati-hati pada penderita ulkus peptikum (tukak lambung) atau riwayat gangguan lambung berat.
  • Beritahu dokter atau apoteker bila Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap asetilsistein atau obat lain, dan jangan menggunakan Fluimucil bila punya riwayat alergi terhadap zat aktif atau komponen sediaannya.
  • Segera periksa ke dokter bila batuk berdahak tidak membaik dalam beberapa hari, atau bila muncul demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, dahak berdarah, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas — ini bisa menandakan infeksi atau penyakit lain yang butuh penanganan berbeda.
  • Selalu cek keaslian dan status izin edar produk di cekbpom.pom.go.id menggunakan nomor izin edar yang tertera pada kemasan sebelum membeli, dan jangan membeli obat keras tanpa resep dokter.
  • Ibu hamil, ibu menyusui, serta pasien dengan penyakit ginjal atau hati sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menggunakan.
  • Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau resep dari tenaga kesehatan.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Fluimucil obat apa?

Fluimucil adalah obat mukolitik atau pengencer dahak dengan zat aktif tunggal asetilsistein (N-asetilsistein) — bukan obat kombinasi. Fluimucil dipakai untuk mengencerkan dahak yang kental di saluran pernapasan, misalnya pada bronkitis akut maupun kronik, emfisema, bronkiektasis, dan mukovisidosis (fibrosis kistik). Zat aktifnya memutus ikatan disulfida pada mukoprotein dahak sehingga dahak menjadi lebih encer dan lebih mudah dibatukkan keluar. Fluimucil bukan obat penekan batuk dan bukan antibiotik, jadi tidak menyembuhkan infeksi penyebab batuk.

Apakah Fluimucil harus pakai resep dokter?

Tergantung sediaannya. Fluimucil kapsul 200 mg memiliki nomor izin edar berawalan DTL dan membawa tanda peringatan P No. 1 pada kemasan resminya, artinya tergolong obat bebas terbatas (lingkaran biru) sehingga bisa dibeli di apotek tanpa resep. Sebaliknya, Fluimucil 600 mg tablet effervescent bernomor izin edar berawalan DKI (huruf "K" = Keras) sehingga termasuk obat keras dan wajib dengan resep dokter, begitu pula sediaan ampul 100 mg/mL untuk inhalasi atau injeksi. Tulisan "Awas! Obat keras" pada label P No. 1 sering disalahartikan; label itu justru penanda obat bebas terbatas. Untuk kekuatan atau bentuk sediaan lain, pastikan golongannya lewat lingkaran golongan pada kemasan dan cek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Bolehkah Fluimucil diminum bersama obat batuk lain atau diberikan pada anak kecil?

Fluimucil tidak boleh diminum bersamaan dengan obat antitusif (penekan batuk) seperti kodein atau dekstrometorfan, karena refleks batuk yang ditekan membuat dahak yang sudah diencerkan justru menumpuk di saluran napas. Bila Anda memakai antibiotik oral, beri jarak sekitar 2 jam dari Fluimucil. Untuk anak, Fluimucil dikontraindikasikan pada usia di bawah 2 tahun karena mukolitik dapat memicu sumbatan jalan napas; untuk anak di atas 2 tahun gunakan sediaan khusus anak sesuai petunjuk pada kemasan atau resep dokter, jangan memberikan dosis dewasa. Bau belerang ringan pada obat adalah sifat alami asetilsistein dan bukan tanda obat rusak. Hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter bila muncul sesak atau napas berbunyi, terutama pada penderita asma.

Obat Terkait (Mukolitik / Pengencer Dahak)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Mukolitik / Pengencer Dahak — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM registrasiobat.pom.go.id — Leaflet resmi Fluimucil Acetylcysteine Kapsul (disetujui BPOM 04/06/2024): komposisi, indikasi, dosis, kontraindikasi, dan produsen
  2. 2. BPOM registrasiobat.pom.go.id — Mock-up kemasan resmi Fluimucil Acetylcysteine 200 mg Kapsul: "Tiap kapsul mengandung Acetylcysteine 200 mg", No. Reg. DTL dan tanda peringatan P No. 1 (obat bebas terbatas)
  3. 3. Cek BPOM — verifikasi nomor izin edar dan status registrasi produk obat di Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.