Forxiga
**Forxiga** adalah obat **antidiabetes** oral dengan zat aktif **dapagliflozin**, sebuah **penghambat SGLT2**, yang digunakan untuk membantu menurunkan **kadar gula darah** pada penderita **diabetes melitus tipe 2**. Forxiga juga disetujui untuk membantu penanganan **gagal jantung kronik** dan **penyakit ginjal kronik (CKD)** pada orang dewasa. Forxiga termasuk **obat keras** sehingga hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.
- Nama generik
- Dapagliflozin
- Nama dagang
- Forxiga
Indikasi (Untuk apa)
- Terapi diabetes melitus tipe 2 pada orang dewasa sebagai tambahan diet dan olahraga untuk memperbaiki kontrol gula darah, baik sebagai monoterapi maupun kombinasi dengan obat lain seperti metformin, sulfonilurea, atau thiazolidinedione
- Penanganan gagal jantung kronik dengan fraksi ejeksi menurun (HFrEF, NYHA II-III) pada orang dewasa
- Penanganan penyakit ginjal kronik (CKD) pada orang dewasa
Dosis
Efek Samping
- Infeksi saluran kemih (misalnya nyeri atau perih saat berkemih)
- Infeksi jamur pada area kelamin (genital) seperti gatal dan keputihan
- Peningkatan frekuensi berkemih (efek buang gula melalui urine)
- Dehidrasi, rasa haus, atau pusing terutama saat berdiri (hipotensi)
- Hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) terutama bila dikombinasi dengan insulin atau sulfonilurea
- Risiko jarang namun serius berupa ketoasidosis diabetik yang dapat terjadi meski gula darah tidak terlalu tinggi
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat reaksi alergi (hipersensitivitas) terhadap dapagliflozin atau komponen obat
- Penderita diabetes melitus tipe 1 tidak dianjurkan menggunakan obat ini kecuali atas pertimbangan khusus dokter
- Kondisi ketoasidosis diabetik
Interaksi dengan Obat Lain
- Penggunaan bersama diuretik dapat menambah risiko dehidrasi dan tekanan darah rendah
- Kombinasi dengan insulin atau sulfonilurea meningkatkan risiko hipoglikemia, sehingga dosis obat tersebut mungkin perlu disesuaikan oleh dokter
- Informasikan ke dokter atau apoteker semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang digunakan sebelum memulai Forxiga
Peringatan Penting
- Forxiga adalah obat keras dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter; jangan digunakan untuk menurunkan berat badan atau tanpa indikasi medis.
- Segera cari pertolongan medis bila muncul gejala ketoasidosis seperti mual, muntah, nyeri perut, napas cepat, atau rasa sangat lelah, meskipun gula darah tidak tinggi.
- Jaga asupan cairan yang cukup untuk mengurangi risiko dehidrasi, dan waspadai gejala infeksi saluran kemih atau kelamin.
- Penggunaan pada kehamilan dan menyusui umumnya tidak dianjurkan; konsultasikan dengan dokter bila sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui.
- Pastikan produk memiliki izin edar BPOM yang sah dengan mengecek nomor registrasi di cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Forxiga obat apa?
Forxiga adalah obat antidiabetes oral yang mengandung zat aktif dapagliflozin, termasuk golongan penghambat SGLT2. Obat ini digunakan untuk membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2, serta disetujui untuk membantu penanganan gagal jantung kronik dan penyakit ginjal kronik. Forxiga adalah obat keras yang wajib dengan resep dokter.
Apakah Forxiga bisa dibeli tanpa resep dokter?
Tidak. Forxiga berstatus obat keras sehingga hanya boleh diperoleh dan digunakan dengan resep dokter. Jangan membeli atau memakainya sendiri tanpa pemeriksaan. Anda juga dapat memastikan keaslian dan izin edarnya melalui cekbpom.pom.go.id.
Apa efek samping Forxiga yang perlu diwaspadai?
Efek samping yang cukup umum meliputi infeksi saluran kemih, infeksi jamur pada area kelamin, lebih sering berkemih, dan risiko dehidrasi. Efek yang jarang namun serius adalah ketoasidosis diabetik. Segera hubungi dokter bila muncul gejala berat seperti mual, muntah, atau napas cepat, dan gunakan obat sesuai petunjuk dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.