Lewati ke konten
PPI / LambungResep dokter

Hufadine

Hufadine adalah obat lambung produksi HUFA yang berisi **Ranitidine 150 mg**, golongan **antagonis reseptor H2 histamin**. Obat ini bekerja menurunkan produksi **asam lambung** sehingga dipakai untuk mengatasi **tukak lambung**, **tukak usus dua belas jari (duodenum)**, dan **refluks asam lambung (esofagitis refluks)**. Hufadine termasuk **obat keras** dan hanya boleh digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Ranitidine HCl setara dengan Ranitidine 150 mg
Nama dagang
Hufadine
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 13 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan tukak usus dua belas jari (ulkus duodeni) dan tukak lambung jinak (ulkus lambung benigna)
  • Pengobatan esofagitis refluks (radang kerongkongan akibat naiknya asam lambung / GERD)
  • Terapi pemeliharaan setelah penyembuhan tukak peptikum akut untuk mencegah kekambuhan
  • Pengobatan keadaan hipersekresi asam patologik seperti sindrom Zollinger-Ellison
  • Meredakan gejala akibat kelebihan asam lambung sesuai penilaian dokter

Dosis

Dewasa
Hufadine adalah obat keras, sehingga dosis harus mengikuti resep dokter atau petunjuk pada kemasan. Ranitidine umumnya diminum sesuai anjuran tenaga kesehatan; jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan sendiri tanpa konsultasi. Dosis pasti tidak dicantumkan di sini karena harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Anak
Penggunaan pada anak hanya boleh atas resep dan pengawasan dokter; dosis disesuaikan dengan berat badan dan kondisi anak.
Lansia
Pasien lansia dan penderita gangguan ginjal atau hati mungkin memerlukan penyesuaian dosis dan pemantauan; gunakan hanya di bawah pengawasan dokter.

Efek Samping

  • Sakit kepala dan pusing
  • Gangguan saluran cerna seperti mual, nyeri perut, konstipasi, atau diare
  • Ruam kulit atau reaksi alergi ringan
  • Jarang: gangguan fungsi hati (peningkatan enzim hati) yang biasanya membaik setelah obat dihentikan
  • Jarang: denyut jantung melambat (bradikardia) dan gangguan irama jantung
  • Pada lansia atau pasien gangguan ginjal dapat terjadi kebingungan (konfusi) atau perubahan mental sementara
  • Reaksi hipersensitivitas yang jarang namun serius (bengkak di wajah, sesak napas) memerlukan pertolongan medis segera

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap ranitidine atau salah satu komponen obat
  • Penderita porfiria akut sebaiknya menghindari ranitidine

Interaksi dengan Obat Lain

  • Menurunkan keasaman lambung sehingga dapat mengurangi penyerapan obat yang butuh suasana asam, seperti ketokonazol, itrakonazol, dan atazanavir
  • Dapat memengaruhi kadar atau efek obat tertentu seperti warfarin; pemantauan tambahan mungkin diperlukan
  • Beritahu dokter atau apoteker mengenai semua obat, suplemen, dan herbal yang sedang dikonsumsi sebelum memakai Hufadine

Peringatan Penting

  • Isu keamanan penting: banyak produk ranitidine telah ditarik dari peredaran (recall) oleh BPOM Indonesia dan otoritas berbagai negara sejak 2019-2020 karena temuan cemaran NDMA (nitrosamin) yang berpotensi karsinogenik. Pastikan status dan nomor izin edar produk masih aktif dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan; banyak produk ranitidine kini tidak lagi dipasarkan.
  • Hufadine adalah obat keras berlogo lingkaran merah dengan huruf K, sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter.
  • Gejala lambung yang menetap atau berulang perlu dievaluasi dokter untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit serius, termasuk keganasan lambung.
  • Gunakan dengan hati-hati pada penderita gangguan ginjal atau hati, lansia, serta ibu hamil dan menyusui, sesuai pertimbangan dokter.
  • Selalu verifikasi keaslian dan status registrasi produk di cekbpom.pom.go.id sebelum mengonsumsi.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Pertanyaan Umum

Hufadine obat apa?

Hufadine adalah obat produksi HUFA (PT Gratia Husada Farma) yang mengandung Ranitidine 150 mg, tergolong antagonis reseptor H2 histamin penurun asam lambung. Obat ini digunakan untuk mengatasi tukak lambung, tukak usus dua belas jari, dan refluks asam lambung. Hufadine adalah obat keras yang memerlukan resep dokter.

Apakah Hufadine bisa dibeli tanpa resep dokter?

Tidak. Hufadine adalah obat keras dengan penandaan lingkaran merah berhuruf K, sehingga hanya boleh diperoleh dan digunakan dengan resep dokter. Jangan mengonsumsi tanpa anjuran tenaga kesehatan, dan ikuti dosis yang tertera pada resep atau kemasan.

Apakah Hufadine aman mengingat adanya penarikan produk ranitidine?

Perlu kehati-hatian. Banyak produk ranitidine telah ditarik (recall) oleh BPOM dan otoritas negara lain karena isu cemaran NDMA yang berpotensi karsinogenik. Sebelum menggunakan Hufadine, pastikan status dan nomor izin edarnya masih aktif dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id, dan konsultasikan alternatif obat yang sesuai dengan dokter Anda.

Hufadine 150 mg diminum berapa kali sehari?

Dosis dewasa lazim Hufadine adalah 1 kaplet (150 mg) 2 kali sehari, pagi dan malam, atau 2 kaplet (300 mg) sekali sehari sebelum tidur. Untuk tukak duodenum terapi umumnya berlangsung 4-8 minggu, tukak lambung 8-12 minggu, sedangkan esofagitis refluks 150 mg dua kali sehari selama 2 minggu dan dapat diperpanjang. Pada gangguan ginjal dengan bersihan kreatinin di bawah 50 mL/menit, dosis dijarangkan menjadi 150 mg tiap 24 jam. Karena Hufadine adalah obat keras, dosis dan lama terapi final ditentukan resep dokter — konsultasikan ke dokter sebelum memakainya.

Hufadine diminum sebelum atau sesudah makan?

Hufadine boleh diminum sebelum maupun sesudah makan, karena penyerapan ranitidine tidak terganggu makanan dan label produknya sendiri mencantumkan aturan tersebut. Regimen 2 kali sehari umumnya diminum pagi dan malam dengan jarak sekitar 12 jam pada jam yang sama setiap hari, sedangkan dosis tunggal 300 mg diminum sesudah makan malam atau menjelang tidur. Kaplet ditelan utuh, tidak dibelah atau dikunyah, dan tidak berbarengan dengan antasida seperti Promag atau Mylanta; beri jarak minimal 1 jam. Aturan pakai final tetap mengikuti resep dokter.

Apa efek samping Hufadine?

Efek samping Hufadine yang paling sering dilaporkan adalah sakit kepala, pusing, diare atau sembelit, mual dan muntah, nyeri perut, serta ruam kulit. Sebagian pengguna juga mengalami insomnia, lemas, atau nyeri otot dan sendi. Efek samping serius jarang terjadi, meliputi gangguan fungsi hati (mata dan kulit menguning), gangguan irama jantung, dan kelainan sel darah. Pada lansia serta pasien gangguan ginjal dapat muncul kebingungan atau halusinasi, sehingga perlu dilaporkan ke dokter. Hentikan pemakaian dan segera cari pertolongan medis bila timbul bengkak wajah, sesak napas, urine gelap, atau mudah memar.

Apakah Hufadine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Hufadine hanya boleh digunakan oleh ibu hamil maupun menyusui atas resep dan pengawasan dokter. Ranitidine masuk kategori kehamilan B: studi pada hewan tidak menunjukkan risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol yang memadai pada wanita hamil, sehingga obat hanya diberikan bila manfaatnya dinilai melebihi potensi risikonya. Ranitidine juga diekskresikan ke dalam ASI dengan kadar puncak sekitar 5,5 jam setelah dosis diminum, jadi bila tetap diresepkan, jarak waktu menyusui diatur sesuai anjuran dokter. Kehamilan dan menyusui tercantum sebagai butir perhatian pada label Hufadine.

Berapa harga Hufadine 150 mg di apotek?

Harga Hufadine 150 mg umumnya berkisar Rp3.700 sampai Rp6.500 per strip isi 10 kaplet (sekitar Rp400-650 per kaplet) berdasarkan pantauan beberapa apotek daring Indonesia pada Agustus 2026. Angka tersebut bukan harga resmi produsen dan bervariasi antar apotek, kota, serta waktu, sehingga sebaiknya dikonfirmasi langsung ke apotek terdekat. Kemasan besarnya berupa dus isi 10 strip atau 100 kaplet salut selaput. Karena Hufadine termasuk obat keras berlogo lingkaran merah huruf K, pembeliannya memerlukan resep dokter.

Obat Terkait (PPI / Lambung)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan PPI / Lambung — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. PIO Nas (Pusat Informasi Obat Nasional / BPOM) - entri Hufadine
  2. 2. Cek BPOM - verifikasi nomor izin edar dan status peredaran produk obat
  3. 3. Situs resmi produsen HUFA (PT Gratia Husada Farma) - Hufadine Kaplet Salut Selaput

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.