Nistrol
Nistrol adalah obat keras berisi **rosuvastatin** (rosuvastatin kalsium), golongan **statin** atau penghambat enzim **HMG-CoA reduktase**, yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol pada **hiperkolesterolemia primer** dan **dislipidemia campuran**. Nistrol diproduksi oleh PT Novell Pharmaceutical Laboratories dalam bentuk tablet salut selaput dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
- Nama generik
- Rosuvastatin (sebagai rosuvastatin kalsium/Rosuvastatin Ca)
- Nama dagang
- Nistrol
Indikasi (Untuk apa)
- Terapi hiperkolesterolemia primer (Tipe IIa), termasuk hiperkolesterolemia familial heterozigot, sebagai terapi tambahan bila pengaturan diet dan olahraga saja belum memadai
- Terapi dislipidemia campuran (Tipe IIb) untuk menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL, trigliserida, dan apolipoprotein B serta meningkatkan kolesterol HDL
- Pencegahan kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke pada pasien dengan risiko tinggi, sesuai penilaian dokter
- Memperlambat perkembangan plak aterosklerosis pada pembuluh darah
Dosis
Efek Samping
- Nyeri otot, pegal, atau kelemahan otot (mialgia) yang merupakan efek samping paling perlu diwaspadai
- Sakit kepala dan pusing
- Mual, nyeri perut, sembelit, atau gangguan pencernaan lain
- Rasa lelah atau lemas
- Peningkatan enzim hati pada pemeriksaan laboratorium
- Peningkatan kadar kreatin kinase (CK) dalam darah
- Adanya protein dalam urine (proteinuria) pada sebagian pasien
- Jarang namun serius: miopati dan rabdomiolisis (kerusakan otot berat yang dapat merusak ginjal), gangguan fungsi hati, serta reaksi alergi seperti ruam, gatal, dan bengkak
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitif atau alergi terhadap rosuvastatin maupun komponen lain dalam tablet
- Kehamilan dan menyusui, serta wanita usia subur yang tidak menggunakan kontrasepsi yang memadai
- Penyakit hati aktif atau peningkatan enzim transaminase serum yang menetap tanpa sebab jelas
- Gangguan ginjal berat, sesuai penilaian dokter
- Riwayat miopati atau gangguan otot akibat penggunaan statin sebelumnya
Interaksi dengan Obat Lain
- Siklosporin meningkatkan kadar rosuvastatin dalam darah secara bermakna sehingga risiko gangguan otot meningkat
- Obat gemfibrozil, fibrat lain, dan niasin dosis tinggi meningkatkan risiko miopati bila dikombinasikan dengan statin
- Beberapa obat antivirus HIV dan hepatitis C (kombinasi protease inhibitor) dapat meningkatkan paparan rosuvastatin
- Warfarin dan antikoagulan kumarin lain: nilai INR perlu dipantau karena dapat meningkat
- Antasida yang mengandung aluminium atau magnesium dapat menurunkan penyerapan rosuvastatin bila diminum bersamaan; beri jeda waktu sesuai anjuran dokter atau apoteker
- Kolkisin, eritromisin, dan beberapa obat lain dapat memengaruhi kadar atau risiko efek samping rosuvastatin
- Konsumsi alkohol berlebihan meningkatkan risiko gangguan hati
Peringatan Penting
- Nistrol termasuk obat keras sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter; obat ini tidak boleh dipakai untuk pengobatan sendiri (swamedikasi), jangan membeli dari penjual yang tidak resmi, dan jangan menggunakan resep orang lain
- Segera hubungi dokter bila muncul nyeri otot, kram, atau kelemahan otot yang tidak dapat dijelaskan, terutama bila disertai demam, rasa sangat lelah, atau urine berwarna gelap seperti teh, karena dapat menandakan miopati atau rabdomiolisis
- Segera cari pertolongan medis darurat bila timbul tanda reaksi alergi berat seperti ruam luas, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, dan sesak napas
- Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi obat, khususnya alergi terhadap rosuvastatin atau statin lain, sebelum memulai terapi
- Dokter biasanya meminta pemeriksaan profil lipid, fungsi hati, dan bila perlu fungsi ginjal sebelum dan selama terapi
- Pasien keturunan Asia cenderung memiliki kadar rosuvastatin lebih tinggi dalam darah, sehingga dosis awal biasanya dibatasi dan peningkatan dosis dilakukan hati-hati
- Statin tidak menggantikan gaya hidup sehat; pengaturan pola makan rendah lemak jenuh, aktivitas fisik, berhenti merokok, dan pengendalian berat badan tetap wajib dijalankan
- Beri tahu dokter bila memiliki riwayat penyakit hati, penyakit ginjal, gangguan tiroid, konsumsi alkohol berat, atau riwayat gangguan otot dalam keluarga
- Hentikan penggunaan dan segera konsultasi ke dokter bila hamil atau merencanakan kehamilan selama terapi
- Selalu periksa keaslian dan status izin edar produk melalui cekbpom.pom.go.id sebelum menggunakan obat, dan pastikan kemasan serta tanggal kedaluwarsa dalam kondisi baik
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Nistrol obat apa?
Nistrol adalah obat keras dengan zat aktif rosuvastatin (dalam bentuk rosuvastatin kalsium) yang termasuk golongan statin. Obat ini bekerja menghambat enzim HMG-CoA reduktase di hati sehingga produksi kolesterol menurun. Nistrol digunakan untuk mengobati hiperkolesterolemia primer dan dislipidemia campuran, yaitu kondisi kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida yang tinggi, serta membantu menurunkan risiko kejadian kardiovaskular pada pasien berisiko tinggi. Nistrol diproduksi PT Novell Pharmaceutical Laboratories dalam bentuk tablet salut selaput dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
Apakah Nistrol bisa dibeli bebas di apotek tanpa resep?
Tidak. Nistrol berstatus obat keras (berlogo lingkaran merah dengan huruf K) sehingga penyerahannya di apotek wajib menggunakan resep dokter dan tidak boleh dipakai sebagai obat swamedikasi. Terapi statin memerlukan penilaian kadar kolesterol, risiko kardiovaskular, fungsi hati, dan fungsi ginjal, serta pemantauan berkala. Sebelum menggunakan, pastikan juga nomor izin edar produk terdaftar dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id.
Apa yang harus dilakukan bila timbul nyeri otot selama minum Nistrol?
Nyeri, kram, atau kelemahan otot adalah efek samping statin yang paling perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan otot yang tidak dapat dijelaskan, apalagi disertai demam, rasa sangat lelah, atau urine berwarna gelap, segera hubungi dokter karena bisa menandakan miopati atau rabdomiolisis. Jangan menghentikan atau mengubah dosis sendiri; ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter dan laporkan seluruh obat maupun suplemen lain yang sedang Anda konsumsi, termasuk riwayat alergi obat.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.