Protagenta
Protagenta adalah **tetes mata steril** produksi **Cendo Pharmaceutical** yang mengandung **polyvinylpyrrolidone (povidone/PVP) 20 mg per mL**. Obat ini termasuk golongan **lubrikan mata atau air mata buatan (artificial tears)**, dipakai untuk meredakan gejala **mata kering (dry eye)** dan **iritasi mata ringan** akibat debu, asap, angin, ruangan ber-AC, atau menatap layar terlalu lama. Polyvinylpyrrolidone bekerja sebagai polimer koloid pelindung yang menambah kekentalan air mata dan membentuk lapisan lembap serta licin di permukaan kornea dan konjungtiva. Protagenta beredar antara lain dalam kemasan **minidose 0,6 mL** dan berstatus **obat bebas (OTC)**, sehingga bisa dibeli tanpa resep. Penting dicatat: povidone (PVP) di sini **bukan povidone-iodine**, jadi Protagenta **bukan antiseptik** dan juga **bukan obat glaukoma**.
- Nama generik
- Polyvinylpyrrolidone (Povidone / PVP)
- Nama dagang
- Protagenta
Indikasi (Untuk apa)
- Meredakan gejala mata kering (dry eye / keratoconjunctivitis sicca) akibat produksi air mata yang berkurang, seperti rasa perih, kering, panas, atau seperti ada yang mengganjal
- Membantu meredakan iritasi mata ringan karena debu, asap, polusi, angin, ruangan ber-AC, atau paparan layar komputer dan gadget dalam waktu lama
- Sebagai air mata buatan (artificial tears) yang menstabilkan dan menggantikan lapisan tear film prekornea sehingga permukaan mata tetap lembap
- Membantu proses pemulihan lesi ringan pada epitel kornea dengan menjaga permukaan mata tetap terlumasi
- Sebagai pelumas (wetting agent) pada pengguna lensa kontak yang mengalami rasa kering saat memakai lensa
Dosis
Efek Samping
- Rasa perih atau menyengat sesaat setelah obat diteteskan, biasanya ringan dan cepat hilang
- Pandangan kabur sementara selama beberapa saat karena tetes mata menambah kekentalan lapisan air mata
- Sensasi mengganjal atau seperti ada benda asing di mata
- Mata memerah atau terasa gatal ringan
- Produksi air mata berlebih (berair) setelah pemakaian
- Reaksi hipersensitivitas atau alergi (gatal hebat, bengkak pada kelopak mata, kemerahan yang makin parah) — jarang terjadi, tetapi hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter bila muncul
- Iritasi yang justru bertambah bila botol/minidose terkontaminasi atau dipakai melebihi anjuran
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitif (alergi) terhadap polyvinylpyrrolidone (povidone/PVP) atau komponen lain dalam sediaan
- Tidak untuk digunakan bila larutan berubah warna, keruh, atau kemasannya sudah rusak/terbuka sebelumnya
- Bukan untuk mengatasi infeksi mata, cedera mata, atau mata merah hebat disertai nyeri dan gangguan penglihatan — kondisi ini memerlukan pemeriksaan dokter, bukan sekadar air mata buatan
Interaksi dengan Obat Lain
- Bila menggunakan lebih dari satu jenis obat tetes mata, beri jarak sekitar 5-10 menit antar obat agar tidak saling melunturkan; obat tetes mata berbahan aktif diteteskan lebih dulu, lubrikan menyusul
- Sediaan salep atau gel mata sebaiknya digunakan paling akhir karena dapat menghalangi penyerapan tetes mata lain
- Sebagai lubrikan yang bekerja lokal di permukaan mata, polyvinylpyrrolidone tidak diketahui berinteraksi secara sistemik dengan obat minum; meski begitu, tetap beri tahu dokter atau apoteker semua obat mata yang sedang Anda pakai
Peringatan Penting
- Protagenta bukan obat glaukoma. Kandungan polyvinylpyrrolidone tidak menurunkan tekanan bola mata. Bila Anda didiagnosis glaukoma, tetap gunakan obat antiglaukoma dari dokter — Protagenta hanya melumasi permukaan mata.
- Povidone (PVP) berbeda dari povidone-iodine. Keduanya sering tertukar. PVP pada Protagenta adalah polimer inert yang berfungsi sebagai pelumas dan koloid pelindung, bukan antiseptik, sehingga tidak membunuh kuman dan tidak boleh dipakai untuk mengobati infeksi mata.
- Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat alergi terhadap obat tetes mata, povidone/PVP, atau bahan tambahan (termasuk pengawet) pada sediaan tetes mata.
- Kemasan minidose umumnya ditujukan untuk pemakaian jangka pendek dan sekali buka; buang sesuai petunjuk pada kemasan dan jangan menyimpan sisa larutan untuk dipakai berhari-hari.
- Jangan berbagi tetes mata dengan orang lain untuk mencegah penularan infeksi.
- Hentikan pemakaian dan segera periksa ke dokter mata bila keluhan tidak membaik dalam beberapa hari, atau bila muncul nyeri mata, penglihatan menurun, silau berlebihan, dan mata merah yang memberat.
- Bagi pengguna lensa kontak, ikuti anjuran pada kemasan mengenai apakah tetes mata boleh diteteskan saat lensa terpasang atau harus dilepas dulu; bila ragu, tanyakan pada apoteker atau dokter mata.
- Bila pandangan sempat kabur setelah meneteskan obat, tunggu sampai jelas kembali sebelum mengemudi atau mengoperasikan mesin.
- Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat tetes mata apa pun.
- Meski Protagenta termasuk obat bebas dan bisa dibeli tanpa resep, obat mata lain yang tergolong obat keras (berlogo lingkaran merah dengan huruf K) — misalnya tetes mata antibiotik atau kortikosteroid — tetap wajib dengan resep dokter dan tidak boleh dipakai sendiri tanpa pemeriksaan.
- Pastikan produk yang Anda beli terdaftar di BPOM. Nomor izin edar dapat dicek mandiri di cekbpom.pom.go.id sebelum digunakan.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Protagenta obat apa?
Protagenta adalah obat tetes mata steril dari Cendo yang berisi polyvinylpyrrolidone (povidone/PVP) 20 mg per mL. Fungsinya sebagai air mata buatan atau pelumas mata, yaitu meredakan mata kering dan iritasi ringan karena debu, asap, angin, ruangan ber-AC, atau kelamaan menatap layar. Obat ini menambah kekentalan air mata dan membentuk lapisan lembap di permukaan kornea sehingga rasa perih dan mengganjal berkurang. Protagenta tersedia antara lain dalam kemasan minidose 0,6 mL dan berstatus obat bebas, jadi tidak perlu resep. Pastikan nomor izin edarnya terdaftar dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id.
Apakah Protagenta bisa dipakai untuk mata merah karena infeksi atau untuk glaukoma?
Tidak. Protagenta hanya melumasi dan melembapkan permukaan mata, bukan obat infeksi dan bukan obat glaukoma. Kandungan povidone (PVP) di dalamnya sering dikira sama dengan povidone-iodine yang merupakan antiseptik — padahal keduanya berbeda; PVP pada Protagenta adalah polimer pelumas yang tidak membunuh kuman. Protagenta juga tidak menurunkan tekanan bola mata, sehingga tidak bisa menggantikan obat antiglaukoma. Mata merah yang disertai nyeri, belekan banyak, silau, atau penglihatan menurun perlu diperiksa dokter mata, dan bila dokter meresepkan antibiotik atau obat lain yang tergolong obat keras, obat tersebut hanya boleh ditebus dengan resep.
Berapa kali sehari Protagenta boleh diteteskan dan apakah aman untuk pengguna lensa kontak?
Aturan pakai yang lazim untuk dewasa adalah 1-2 tetes pada mata yang bermasalah, sekitar 3-5 kali sehari atau saat mata terasa kering. Karena aturan pakai tiap kemasan bisa berbeda, ikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter dan apoteker dan jangan menambah dosis sendiri. Polyvinylpyrrolidone juga umum dipakai sebagai pelumas (wetting agent) bagi pengguna lensa kontak, tetapi apakah boleh diteteskan saat lensa masih terpasang bergantung pada petunjuk kemasan — bila ragu, lepas lensa dulu atau tanyakan pada apoteker. Hentikan pemakaian dan periksakan ke dokter bila keluhan tidak membaik dalam beberapa hari atau justru memburuk.
Obat Terkait (Obat Mata / Glaukoma)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Obat Mata / Glaukoma — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.