Rivanol
Rivanol adalah **larutan antiseptik untuk pemakaian luar** dengan zat aktif **etakridin laktat (ethacridine lactate) 0,1%**, dipakai untuk membersihkan dan merawat luka agar tidak terinfeksi serta untuk kompres pada peradangan kulit ringan seperti bisul. Etakridin laktat termasuk golongan **pewarna akridin (acridine dye)** yang bersifat **bakteriostatik**, artinya menghambat pertumbuhan bakteri pada area luka, terutama bakteri Gram-positif seperti *Streptococcus* dan *Staphylococcus*. Rivanol umum dijual bebas di apotek dan toko obat tanpa resep dokter, tetapi **hanya boleh dipakai di permukaan tubuh dan tidak boleh diminum**. Perlu diketahui, "Rivanol" di Indonesia bukan merek milik satu pabrik saja: produk dengan nama ini dibuat oleh beberapa produsen (antara lain Ikapharmindo, OneMed, Medika, Afi Farma, dan Molex), sebagian beredar sebagai perbekalan kesehatan/alat kesehatan (nomor PKD) dan sebagian lagi dengan nomor izin edar dari BPOM. Karena itu selalu baca label kemasan, pastikan kadarnya **0,1%**, lalu cek nomor registrasinya di cekbpom.pom.go.id.
- Nama generik
- Etakridin laktat (ethacridine lactate monohydrate)
- Nama dagang
- Rivanol
Indikasi (Untuk apa)
- Antiseptik pemakaian luar untuk membersihkan dan merawat luka agar tidak terinfeksi, termasuk luka terbuka, luka lecet, ulkus (luka borok), dan abses yang sudah terbuka
- Larutan kompres pada peradangan kulit ringan, misalnya bisul (furunkel) dan luka yang bengkak
- Membantu menghambat pertumbuhan bakteri pada permukaan luka, terutama bakteri Gram-positif seperti Streptococcus dan Staphylococcus
- Membasahi kasa atau perban sebagai bagian dari perawatan luka sehari-hari di rumah maupun di fasilitas kesehatan
Dosis
Efek Samping
- Secara umum jarang menimbulkan efek samping bila dipakai sesuai petunjuk pada permukaan kulit
- Dermatitis kontak alergi pada individu yang sensitif terhadap pewarna akridin (kulit gatal, kemerahan, bentol, atau melepuh di area pemakaian)
- Iritasi lokal ringan berupa kemerahan atau rasa perih sesaat, terutama pada luka terbuka yang luas
- Pewarnaan kuning sementara pada kulit, kasa, atau pakaian karena larutan ini memang berwarna kuning
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitivitas (alergi) terhadap etakridin laktat, pewarna akridin lain, atau komponen lain dalam produk
- Tidak boleh diminum atau digunakan untuk pemakaian dalam dalam bentuk apa pun
- Tidak untuk diteteskan atau dibasuhkan ke mata, dan hindari kontak dengan selaput lendir kecuali atas arahan tenaga medis
- Tidak untuk irigasi rongga tubuh bagian dalam tanpa arahan dan pengawasan tenaga kesehatan
Interaksi dengan Obat Lain
- Hindari mencampur atau memakai bersamaan dengan antiseptik lain (misalnya povidone iodine, hidrogen peroksida/H2O2, atau alkohol) pada luka yang sama, karena dapat saling menurunkan efektivitas dan menambah iritasi. Beri jeda dan bilas bila perlu
- Daya kerja pewarna akridin dapat berkurang oleh sabun dan deterjen anionik serta oleh bahan organik seperti nanah dan darah, sehingga luka sebaiknya dibersihkan lebih dulu dengan air bersih atau NaCl 0,9%
- Sebagai obat luar, interaksi dengan obat minum sangat kecil, tetapi tetap beri tahu dokter bila luka dirawat bersamaan dengan antibiotik topikal atau salep resep
Peringatan Penting
- HANYA untuk pemakaian luar. Jangan diminum. Bila tertelan, segera cari pertolongan medis dan bawa kemasannya
- Zat aktif yang sama, etakridin laktat, di beberapa negara juga dipakai pada sediaan dan rute yang sama sekali berbeda untuk indikasi kandungan, dan hal itu hanya dilakukan tenaga medis di rumah sakit. Larutan Rivanol topikal 0,1% yang dijual bebas bukan untuk tujuan tersebut; memakainya untuk maksud itu berbahaya dan dapat menyebabkan infeksi berat, perdarahan, hingga kematian
- "Rivanol" adalah nama umum di pasar Indonesia, bukan merek satu pabrik. Baca label dan pastikan kadarnya 0,1%, lihat tanggal kedaluwarsa, dan cek nomor izin edar/registrasi produk di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli
- Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat alergi terhadap etakridin laktat, pewarna akridin, atau bahan lain dalam produk sebelum memakainya
- Meski Rivanol termasuk produk bebas, obat keras tetap memerlukan resep dokter. Jangan menambahkan antibiotik atau obat resep apa pun pada perawatan luka tanpa arahan dokter
- Segera ke dokter bila luka dalam, lebar, akibat gigitan hewan, terkena benda berkarat, luka bakar luas, atau menunjukkan tanda infeksi (nanah, bengkak, panas, nyeri makin hebat, demam) - antiseptik saja tidak cukup dan mungkin dibutuhkan penanganan luka, antibiotik, atau vaksin tetanus
- Hentikan pemakaian dan konsultasi ke dokter bila muncul gatal, ruam, atau kulit melepuh di area pemakaian
- Simpan di wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya langsung, pada suhu ruang, dan jauhkan dari jangkauan anak
- Larutan yang sudah berubah warna, keruh, atau berbau tidak wajar sebaiknya tidak digunakan
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Rivanol obat apa?
Rivanol adalah larutan antiseptik untuk pemakaian luar berisi etakridin laktat 0,1%. Fungsinya membersihkan dan merawat luka agar tidak terinfeksi, serta dipakai sebagai kompres pada peradangan kulit ringan seperti bisul. Etakridin laktat bekerja bakteriostatik, yaitu menghambat pertumbuhan bakteri di area luka, terutama bakteri Gram-positif seperti Streptococcus dan Staphylococcus. Rivanol dijual bebas tanpa resep dokter, tetapi tidak boleh diminum dan hanya untuk dipakai di permukaan tubuh.
Apakah Rivanol boleh diminum atau dipakai untuk berkumur?
Tidak boleh. Rivanol adalah sediaan luar dan tidak diformulasikan untuk ditelan, dikumur, atau dimasukkan ke rongga tubuh bagian dalam. Pakai hanya pada kulit atau luka sesuai petunjuk kemasan. Untuk kumur atau perawatan mulut, gunakan produk antiseptik mulut yang memang berizin untuk tujuan tersebut. Bila Rivanol tidak sengaja tertelan, segera cari pertolongan medis dan bawa kemasannya.
Rivanol beli bebas atau harus pakai resep, dan bagaimana memastikan produknya asli?
Rivanol tidak memerlukan resep dokter dan tersedia bebas di apotek serta toko obat. Perlu dicatat, "Rivanol" dibuat oleh banyak produsen di Indonesia; sebagian beredar dengan izin perbekalan kesehatan/alat kesehatan (nomor PKD) dan sebagian lagi dengan nomor izin edar dari BPOM, sehingga penulisan golongan bisa berbeda antar produk. Untuk memastikan produk terdaftar, cek nomor registrasi pada kemasan di cekbpom.pom.go.id dan pastikan kadarnya 0,1%. Ingat bahwa produk golongan obat keras tetap wajib dengan resep dokter, jadi jangan mengganti perawatan luka yang diresepkan dokter dengan antiseptik bebas tanpa konsultasi.
Obat Terkait (Antiseptik / Perawatan Luka)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antiseptik / Perawatan Luka — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.