Lewati ke konten
Antikanker / KemoterapiResep dokter

Tamoxifen

Obat **terapi hormonal (anti-estrogen golongan SERM)** untuk **kanker payudara dengan reseptor hormon positif (ER+)**. Diminum **rutin jangka panjang (umumnya 5-10 tahun)** untuk mengobati dan **menurunkan risiko kekambuhan** sesuai anjuran dokter spesialis.

Nama generik
Tamoxifen
Nama dagang
Nolvadex, Tamofen, Genox
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan kanker payudara dengan reseptor hormon positif (ER+) pada perempuan maupun laki-laki
  • Menurunkan risiko kekambuhan (terapi adjuvan) setelah operasi, kemoterapi, atau radioterapi
  • Pada kasus tertentu, menurunkan risiko pada perempuan yang dinilai dokter berisiko sangat tinggi terkena kanker payudara

Dosis

Dewasa
Umumnya 20 mg sekali sehari, diminum pada waktu yang sama setiap hari. Durasi terapi umumnya 5-10 tahun sesuai keputusan dokter spesialis onkologi. Dosis dan lama pemakaian ditentukan dokter, jangan menyesuaikan sendiri.
Anak
Tidak digunakan pada anak; bukan obat untuk anak-anak.
Lansia
Dapat digunakan dengan pemantauan rutin oleh dokter, terutama terkait risiko gumpalan darah dan keluhan kandungan.

Efek Samping

  • Rasa panas mendadak di tubuh (hot flashes) dan keringat berlebih
  • Haid menjadi tidak teratur atau berhenti
  • Keputihan atau perubahan cairan vagina
  • Perubahan suasana hati, mudah lelah, atau sulit tidur
  • Mual ringan

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Kehamilan dan rencana hamil dalam waktu dekat
  • Riwayat alergi tamoxifen
  • Riwayat penggumpalan darah berat (kecuali atas pertimbangan dan pengawasan ketat dokter spesialis)

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat pengencer darah seperti warfarin (risiko perdarahan meningkat)
  • Beberapa antidepresan (mis. paroxetine, fluoxetine) dapat menurunkan efektivitas tamoxifen — beri tahu dokter semua obat yang Anda minum
  • Obat atau suplemen lain, termasuk produk herbal, sebaiknya dikonsultasikan dulu ke dokter

Peringatan Penting

  • PERINGATAN PENTING: tamoxifen meningkatkan risiko penggumpalan darah (trombosis vena dan emboli paru) serta penebalan atau kanker dinding rahim.
  • Segera ke dokter atau IGD bila ada perdarahan vagina yang tidak biasa, nyeri atau bengkak pada betis/tungkai, atau sesak napas mendadak dan nyeri dada.
  • Berbahaya bagi janin — tidak boleh digunakan saat hamil. Gunakan kontrasepsi NON-hormonal selama terapi dan beberapa bulan sesudahnya sesuai anjuran dokter.
  • Jangan menghentikan obat sendiri meski sudah merasa sehat — berhenti tanpa anjuran dokter dapat meningkatkan risiko kambuh.
  • Lakukan kontrol dan pemeriksaan rutin (termasuk keluhan kandungan) sesuai jadwal dokter spesialis. Obat ini bukan jaminan kesembuhan, melainkan bagian dari rencana pengobatan menyeluruh.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori D - risiko terbukti

Estimasi Harga

Bervariasi tergantung merek dan apotek; sebagian dapat ditanggung jaminan kesehatan. Tanyakan apotek atau rumah sakit Anda.

Pertanyaan Umum

Berapa lama tamoxifen harus diminum?

Umumnya 5 sampai 10 tahun, tergantung kondisi dan keputusan dokter spesialis. Meski Anda sudah merasa sehat, jangan menghentikan sendiri karena dapat meningkatkan risiko kanker kambuh. Bicarakan setiap rencana berhenti dengan dokter Anda.

Tanda bahaya apa yang harus segera diperiksa?

Segera ke dokter atau IGD bila mengalami perdarahan vagina yang tidak biasa, nyeri atau bengkak pada betis/tungkai, atau sesak napas mendadak disertai nyeri dada. Gejala ini bisa berkaitan dengan penggumpalan darah atau gangguan pada dinding rahim yang perlu penanganan cepat.

Bolehkah hamil saat memakai tamoxifen?

Tidak. Tamoxifen berbahaya bagi janin, sehingga Anda tidak boleh hamil selama terapi. Gunakan kontrasepsi NON-hormonal dan diskusikan pilihan yang aman dengan dokter. Jika ada kemungkinan hamil, segera beri tahu dokter Anda.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. Pusat Kanker - Kemenkes RI
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.