Lewati ke konten
Penyakit Umum

Anemia pada Kehamilan (Kurang Darah saat Hamil)

Juga dikenal sebagai: anemia kehamilan, kurang darah saat hamil, anemia ibu hamil

Kondisi **kadar sel darah merah atau hemoglobin yang rendah saat hamil**, **sangat umum** dan **paling sering karena kekurangan zat besi**. Bisa dicegah dengan Tablet Tambah Darah.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Ilustrasi ibu hamil memeriksakan kesehatan
Sehatku.id

Ringkasan

Anemia pada kehamilan adalah kondisi kadar sel darah merah atau hemoglobin (Hb) yang rendah selama masa kehamilan. Kondisi ini sangat umum karena kebutuhan zat besi meningkat untuk menunjang tubuh ibu sekaligus pertumbuhan janin. Penyebab paling sering adalah kekurangan zat besi, kadang juga karena kurang asam folat atau vitamin B12. Anemia ringan sering tidak menimbulkan keluhan yang jelas, sehingga pemeriksaan Hb secara rutin saat pemeriksaan kehamilan (ANC) menjadi penting agar bisa dikenali dan ditangani sejak dini.

Gejala

  • Tubuh terasa lemah dan mudah lelah
  • Kulit, bibir, atau kelopak mata bagian dalam tampak pucat
  • Pusing dan mudah mengantuk
  • Jantung berdebar (berdebar lebih cepat)
  • Sesak napas saat beraktivitas ringan
  • Anemia ringan sering tanpa gejala yang jelas, jadi tetap perlu pemeriksaan Hb

Penyebab

  • Kekurangan zat besi (penyebab paling sering) karena kebutuhan meningkat saat hamil
  • Kekurangan asam folat
  • Kekurangan vitamin B12
  • Asupan makanan bergizi yang kurang sebelum dan selama kehamilan

Faktor Risiko

  • Kebutuhan zat besi yang meningkat untuk ibu dan janin
  • Pola makan kurang zat besi, asam folat, atau vitamin B12
  • Jarak kehamilan yang berdekatan
  • Kehamilan kembar
  • Tidak rutin minum Tablet Tambah Darah (TTD)

Kapan Harus ke Dokter?

  • Terasa sangat lemah atau pucat yang makin terlihat
  • Mengalami sesak napas atau jantung berdebar yang mengganggu
  • Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar Hb rendah saat ANC
  • Pusing berat hingga hampir pingsan

Pengobatan

  • Minum Tablet Tambah Darah (zat besi + asam folat) secara rutin sesuai anjuran
  • Perbanyak makanan kaya zat besi seperti daging, hati, ikan, sayuran hijau, dan kacang-kacangan
  • Dampingi dengan vitamin C (misalnya buah segar) untuk membantu penyerapan zat besi
  • Hindari minum teh atau kopi bersamaan dengan TTD karena dapat menghambat penyerapan zat besi
  • Tinja berwarna gelap atau kehitaman saat minum TTD adalah hal yang normal akibat zat besi, bukan tanda perdarahan, jadi jangan berhenti minum TTD
  • Pada kasus berat, dokter mungkin memberikan zat besi suntik atau transfusi darah

Pencegahan

  • Minum Tablet Tambah Darah secara rutin selama kehamilan sesuai anjuran
  • Konsumsi makanan kaya zat besi, asam folat, dan vitamin B12
  • Tambahkan sumber vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi
  • Hindari teh/kopi saat meminum TTD
  • Periksa kadar Hb secara rutin saat pemeriksaan kehamilan (ANC)

Estimasi Biaya

Tablet Tambah Darah umumnya tersedia gratis melalui program pemerintah di Puskesmas. Biaya tambahan dapat muncul untuk pemeriksaan Hb, atau penanganan kasus berat seperti zat besi suntik dan transfusi.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah anemia saat hamil berbahaya bagi bayi?

Anemia yang tidak diatasi dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah, serta risiko perdarahan saat melahirkan pada ibu. Karena itu penting rutin minum TTD dan memeriksakan Hb saat ANC.

Mengapa tidak boleh minum teh atau kopi bersama Tablet Tambah Darah?

Teh dan kopi dapat menghambat penyerapan zat besi dari TTD. Sebaiknya minum TTD dengan air putih dan dampingi makanan atau buah kaya vitamin C agar penyerapannya lebih baik.

Apakah anemia ringan selalu terasa gejalanya?

Tidak. Anemia ringan sering tanpa gejala yang jelas, sehingga banyak ibu hamil baru mengetahuinya dari hasil pemeriksaan Hb saat ANC. Inilah alasan pemeriksaan rutin sangat dianjurkan.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. POGI
  3. 3. WHO - Anaemia

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.