Lewati ke konten
Penyakit Kritis

Kanker Nasofaring (NPC)

Juga dikenal sebagai: kanker nasofaring, KNF, nasopharyngeal carcinoma, kanker tenggorokan atas

Kanker di **nasofaring (rongga di belakang hidung)** yang gejalanya sering menipu karena mirip keluhan THT biasa, khasnya muncul di **satu sisi**. Bila ditemukan dini, cukup responsif terhadap radioterapi.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Pemeriksaan medis area kepala dan leher
Sehatku.id

Ringkasan

Kanker nasofaring adalah kanker yang tumbuh di nasofaring, yaitu rongga di belakang hidung, tepat di atas tenggorokan. Penyakit ini termasuk salah satu kanker kepala-leher yang relatif sering ditemukan di Indonesia. Tantangan terbesarnya: gejala awal sering menipu karena mirip keluhan THT biasa seperti hidung tersumbat atau telinga berdenging, sehingga banyak yang baru memeriksakan diri saat sudah lanjut. Cirinya yang khas adalah keluhan yang muncul di satu sisi dan tidak kunjung membaik. Kabar baiknya, bila ditemukan dini, kanker nasofaring termasuk yang cukup responsif terhadap radioterapi. Jika Anda atau keluarga mengalami keluhan menetap di satu sisi hidung atau telinga, atau benjolan di leher yang tak hilang, jangan ditunda untuk memeriksakan diri ke dokter THT.

Gejala

  • Benjolan di leher yang tidak nyeri dan tidak kunjung hilang — sering menjadi tanda pertama akibat penyebaran ke kelenjar getah bening
  • Hidung tersumbat atau mimisan / ingus bercampur darah pada satu sisi
  • Telinga berdenging atau terasa penuh dan pendengaran menurun pada satu sisi
  • Pada tahap lebih lanjut: sakit kepala yang menetap
  • Pada tahap lebih lanjut: pandangan ganda (penglihatan dobel)
  • Pada tahap lebih lanjut: wajah terasa kebas atau baal di satu sisi
  • Catatan penting: gejala khasnya muncul di SATU sisi dan mudah disangka keluhan THT biasa

Penyebab

  • Infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang berkaitan erat dengan terbentuknya sel kanker ini
  • Perubahan sel di lapisan nasofaring yang tumbuh tidak terkendali
  • Interaksi antara faktor virus, genetik, dan lingkungan / pola makan

Faktor Risiko

  • Infeksi virus Epstein-Barr (EBV)
  • Faktor genetik / keturunan (ada riwayat keluarga)
  • Kebiasaan makan ikan asin atau makanan yang diawetkan sejak kecil
  • Merokok

Kapan Harus ke Dokter?

  • Benjolan di leher yang tidak kunjung hilang — segera periksakan ke dokter THT
  • Keluhan hidung (tersumbat, mimisan, ingus berdarah) yang menetap di SATU sisi
  • Keluhan telinga (berdenging, terasa penuh, pendengaran menurun) yang menetap di SATU sisi
  • Sakit kepala menetap, pandangan ganda, atau wajah terasa kebas — jangan ditunda
  • PENTING: keluhan menetap di satu sisi adalah alarm — lebih baik diperiksa dan ternyata aman daripada terlambat

Pengobatan

  • Diagnosis dipastikan dulu dengan pemeriksaan nasofaring (endoskopi) dan biopsi — bukan dari tebakan
  • Penentuan stadium melalui pencitraan (misalnya CT/MRI) untuk menyusun rencana terapi
  • Radioterapi menjadi tulang punggung pengobatan; bila ditemukan dini, kanker nasofaring cukup responsif terhadap radioterapi
  • Pada banyak kasus dikombinasikan dengan kemoterapi (dengan atau tanpa radioterapi) sesuai stadium
  • Penanganan ditentukan oleh tim dokter spesialis (THT-KL onkologi, onkologi radiasi, dan onkologi medik) — hindari "obat alternatif" tanpa bukti yang dapat menunda terapi efektif
  • Pemantauan berkala setelah terapi untuk mendeteksi dini bila ada kekambuhan

Pencegahan

  • Kurangi konsumsi ikan asin dan makanan yang diawetkan, terutama sejak usia anak
  • Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok
  • Bila ada riwayat keluarga, lebih waspada dan periksakan dini setiap keluhan menetap di satu sisi
  • Deteksi dini adalah kunci: kenali gejala dan segera periksa ke dokter THT, jangan menunggu

Estimasi Biaya

Biaya diagnosis (endoskopi, biopsi, pencitraan) dan terapi (radioterapi serta kemoterapi) tergolong besar dan berkelanjutan. Sebagian besar layanan ini ditanggung BPJS Kesehatan sesuai prosedur rujukan berjenjang.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Proteksi Kesehatan

Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi

Asuransi kesehatan Allianz dengan sistem cashless di rumah sakit rekanan Allianz. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.

✓ Cashless di RS rekanan✓ Klaim cepat✓ Konsultasi gratis
Konsultasi Gratis

Pertanyaan Umum

Apa tanda paling awal kanker nasofaring?

Sering kali berupa benjolan di leher yang tidak nyeri dan tidak hilang, atau keluhan hidung/telinga yang menetap di satu sisi. Karena mirip keluhan THT biasa, sering disangka flu. Bila menetap, periksakan ke dokter THT.

Apakah kanker nasofaring bisa sembuh?

Tidak ada yang bisa menjamin kesembuhan, namun bila ditemukan dini, kanker nasofaring termasuk cukup responsif terhadap radioterapi (dengan atau tanpa kemoterapi). Inilah mengapa deteksi dini dan penanganan oleh dokter spesialis sangat penting.

Bagaimana kanker ini dipastikan?

Melalui pemeriksaan nasofaring (endoskopi) dan biopsi jaringan oleh dokter THT, bukan hanya dari gejala. Diagnosis pasti diperlukan sebelum terapi ditentukan.

Apakah makan ikan asin pasti menyebabkan kanker ini?

Tidak pasti, tetapi kebiasaan makan ikan asin atau makanan yang diawetkan sejak kecil merupakan salah satu faktor risiko, bersama infeksi EBV, faktor keturunan, dan merokok. Mengurangi paparan ini dapat membantu menurunkan risiko.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes RI
  2. 2. Pusat Kanker Nasional - Kemenkes
  3. 3. Yayasan Kanker Indonesia

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.