Lewati ke konten
Penyakit Umum

Leptospirosis (Penyakit Kencing Tikus)

Juga dikenal sebagai: leptospirosis, kencing tikus, penyakit kencing tikus

Infeksi **bakteri Leptospira** dari **air/lumpur tercemar kencing hewan (terutama tikus)**. Kasus sering naik **saat dan setelah banjir**.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Genangan air banjir yang berisiko leptospirosis
Sehatku.id

Ringkasan

Leptospirosis adalah infeksi bakteri Leptospira yang menular lewat air, lumpur, atau tanah yang tercemar air kencing hewan, terutama tikus. Kasusnya sering meningkat saat dan setelah banjir, karena bakteri mudah masuk ke tubuh lewat luka atau lecet di kulit, maupun lewat mata, hidung, dan mulut saat kita kontak dengan air kotor. Gejala awalnya sering mirip flu atau tifus, sehingga mudah terlewat. Sebagian besar kasus ringan dan membaik, tetapi sebagian dapat menjadi berat dan mengancam nyawa. Kabar baiknya, leptospirosis bisa diobati dengan antibiotik dan makin dini ditangani, makin baik hasilnya.

Gejala

  • Demam mendadak tinggi, menggigil
  • Sakit kepala hebat
  • Nyeri otot, khususnya pada betis
  • Mata merah (tanpa banyak kotoran mata)
  • Mual, muntah, kadang nyeri perut
  • Tanda berat (penyakit Weil): kulit dan mata menguning, gangguan ginjal (kencing berkurang), perdarahan, dan sesak napas

Penyebab

  • Bakteri Leptospira
  • Penularan lewat air, lumpur, atau tanah yang tercemar air kencing hewan, terutama tikus
  • Bakteri masuk lewat luka/lecet pada kulit, atau lewat mata, hidung, dan mulut saat kontak dengan air tercemar

Faktor Risiko

  • Terpapar air banjir atau genangan air kotor
  • Punya luka atau lecet yang tidak tertutup saat kontak air kotor
  • Pekerjaan berisiko: petani, pekebun, peternak, pekerja selokan/sampah, petugas kebersihan banjir
  • Lingkungan dengan populasi tikus tinggi dan sanitasi kurang baik
  • Hobi atau aktivitas di air tawar yang mungkin tercemar

Kapan Harus ke Dokter?

  • Demam muncul setelah banjir atau kontak air kotor — segera periksa dan sebutkan riwayat itu ke dokter
  • Demam disertai nyeri betis yang khas
  • Kulit atau mata menguning
  • Kencing menjadi sangat sedikit atau berhenti
  • Muncul perdarahan (mimisan, gusi berdarah, bercak merah) atau sesak napas
  • Sangat lemas, kesadaran menurun

Pengobatan

  • Antibiotik sesuai resep dokter (misalnya doksisiklin atau penisilin) — makin dini diberikan, makin baik
  • Jangan menunda: leptospirosis ringan pun perlu dinilai dokter karena bisa memberat
  • Kasus berat dirawat di rumah sakit dengan cairan infus, dukungan ginjal (kadang cuci darah/dialisis), dan pemantauan ketat
  • Perawatan suportif: istirahat, cukup cairan, dan obat penurun demam sesuai anjuran
  • Ikuti kontrol dan habiskan antibiotik sesuai petunjuk dokter

Pencegahan

  • Hindari kontak dengan air banjir atau genangan kotor bila bisa
  • Gunakan alas kaki/sepatu boot dan sarung tangan saat harus melewati atau membersihkan air banjir
  • Tutup luka atau lecet dengan plester tahan air sebelum terpapar
  • Cuci bersih tangan, kaki, dan tubuh dengan sabun dan air bersih setelah terpapar air kotor
  • Berantas tikus dan simpan makanan dengan rapat
  • Jaga kebersihan lingkungan dan saluran air agar tidak menjadi sarang tikus

Estimasi Biaya

Antibiotik untuk kasus ringan relatif terjangkau; kasus berat yang perlu rawat inap, perawatan intensif, atau cuci darah dapat berbiaya besar.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Saya demam beberapa hari setelah ikut bersih-bersih banjir. Apakah perlu khawatir leptospirosis?

Perlu diwaspadai. Demam setelah kontak dengan air banjir atau air kotor, apalagi disertai nyeri betis, sakit kepala, atau mata merah, bisa menjadi tanda leptospirosis. Segera periksa ke dokter dan sebutkan riwayat kontak dengan banjir/air kotor itu, karena informasi ini membantu dokter mengenali dan mengobatinya lebih dini.

Apakah leptospirosis bisa disembuhkan?

Ya. Leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik (misalnya doksisiklin atau penisilin) dan hasilnya lebih baik bila ditangani sejak dini. Kasus berat memerlukan perawatan di rumah sakit. Kuncinya adalah tidak menunda berobat saat ada gejala.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. WHO - Leptospirosis
  3. 3. CDC - Leptospirosis

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.