Lewati ke konten
Penyakit Umum

Mimisan (Epistaksis)

Juga dikenal sebagai: mimisan, epistaksis, hidung berdarah

Perdarahan dari hidung yang **sangat umum dan biasanya tidak berbahaya**. Yang penting adalah **pertolongan pertama yang benar**: duduk, condong ke depan, dan pencet cuping hidung.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Ilustrasi penanganan mimisan
Sehatku.id

Ringkasan

Mimisan atau epistaksis adalah perdarahan dari hidung yang sangat umum dan umumnya tidak berbahaya. Sebagian besar kasus berasal dari pembuluh darah kecil di sekat depan hidung yang mudah pecah saat terkena iritasi, udara kering, atau pilek. Kunci utamanya bukan panik, melainkan pertolongan pertama yang benar: duduk, condongkan kepala sedikit ke depan, dan pencet bagian lunak hidung selama beberapa menit. Sayangnya masih banyak yang melakukan kebalikannya dengan mendongakkan kepala, padahal cara itu justru salah dan berisiko.

Gejala

  • Darah keluar dari satu atau kedua lubang hidung
  • Sensasi cairan mengalir di belakang tenggorokan bila darah tertelan
  • Bisa disertai rasa penuh atau gatal di hidung sebelum perdarahan

Penyebab

  • Mengupil atau iritasi pada selaput hidung
  • Udara kering atau paparan AC yang membuat selaput hidung rapuh
  • Pilek dan alergi yang membuat hidung meradang
  • Cedera pada hidung atau wajah
  • Mengejan atau bersin keras
  • Tekanan darah tinggi
  • Obat pengencer darah (misalnya aspirin atau antikoagulan)

Faktor Risiko

  • Sering mengupil, terutama pada anak
  • Tinggal atau bekerja di lingkungan berudara kering/AC
  • Memiliki alergi atau pilek menahun
  • Mengonsumsi obat pengencer darah
  • Memiliki gangguan pembekuan darah
  • Memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol

Kapan Harus ke Dokter?

  • Perdarahan tidak berhenti setelah 15-20 menit menekan dengan benar
  • Darah yang keluar sangat banyak
  • Mimisan akibat cedera berat pada wajah atau kepala
  • Mimisan yang sering berulang
  • Disertai pusing, lemas, atau pucat
  • Terjadi pada pemakai obat pengencer darah atau penderita gangguan pembekuan darah

Pengobatan

  • Pertolongan pertama yang benar: DUDUK dan condongkan kepala SEDIKIT KE DEPAN (jangan mendongak), lalu PENCET bagian lunak hidung (cuping) selama 10-15 menit tanpa henti sambil bernapas lewat mulut
  • Boleh kompres dingin di pangkal hidung untuk membantu menyempitkan pembuluh darah
  • Setelah perdarahan berhenti, jangan mengupil atau membuang ingus dengan keras agar luka tidak terbuka kembali
  • Bila perdarahan tetap tidak berhenti atau berulang, dokter dapat melakukan penanganan seperti kauter (pembakaran pembuluh) atau tampon hidung
  • Atasi pemicunya, misalnya mengontrol tekanan darah atau menyesuaikan obat pengencer darah atas saran dokter

Pencegahan

  • Jangan mengupil dan hindari mengorek hidung
  • Jaga kelembapan udara, misalnya kurangi paparan AC langsung atau gunakan pelembap
  • Atasi alergi dan pilek agar selaput hidung tidak terus teriritasi
  • Lindungi hidung saat berisiko cedera dan kelola tekanan darah secara teratur

Estimasi Biaya

Pertolongan pertama di rumah tidak berbiaya. Pemeriksaan dokter atau tindakan seperti kauter/tampon hidung biayanya bervariasi sesuai fasilitas kesehatan.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Saat mimisan, kepala harus mendongak ke atas ya?

Tidak, justru itu mitos yang salah dan berbahaya. Mendongak membuat darah mengalir ke belakang sehingga bisa tertelan atau tersedak ke paru. Yang benar adalah duduk dan condongkan kepala sedikit ke depan, lalu pencet cuping hidung selama 10-15 menit.

Apakah mimisan tanda penyakit serius?

Sebagian besar mimisan tidak berbahaya dan berasal dari pembuluh darah kecil di sekat depan hidung. Namun bila sering berulang, sangat banyak, atau disertai pusing/lemas, sebaiknya periksa ke dokter untuk mencari penyebabnya.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. CDC
  3. 3. WHO

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.