Lewati ke konten
Penyakit Kronis

PCOS (Sindrom Ovarium Polikistik)

Juga dikenal sebagai: polycystic ovary syndrome, sindrom ovarium polikistik, PCOS

Gangguan hormonal paling umum pada wanita usia reproduktif (6–12%). Kriteria Rotterdam 2003: anovulasi kronik, hiperandrogen, dan kista ovarium multipel. Berkaitan erat dengan resistensi insulin dan risiko diabetes Tipe 2.

Direview dr. Dewi Rahayu, Sp.OGDiperbarui 26 Mei 2026
Pemeriksaan USG ovarium untuk diagnosis PCOS sindrom ovarium polikistik

Ringkasan

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) adalah gangguan endokrin-metabolik paling umum pada wanita usia reproduktif. Diagnosis berdasarkan Kriteria Rotterdam 2003: minimal 2 dari 3 kriteria — oligo/anovulasi kronik, hiperandrogen klinis/biokimia, dan gambaran ovarium polikistik pada USG. Resistensi insulin adalah mekanisme patofisiologi sentral pada 70% kasus. Tanpa intervensi, risiko diabetes Tipe 2 meningkat 44% dan risiko penyakit kardiovaskular jangka panjang meningkat.

Gejala

  • Haid tidak teratur: siklus >35 hari, kurang dari 8 kali per tahun, atau tidak haid sama sekali (amenorrhea)
  • Hirsutisme: pertumbuhan rambut kasar di wajah, leher, dada, perut, atau paha
  • Jerawat hormonal persisten, terutama di area rahang dan dagu
  • Rambut kepala menipis atau rontok berlebihan (androgenic alopecia)
  • Berat badan naik terutama di perut (lemak visceral)
  • Sulit menurunkan berat badan meski diet dan olahraga
  • Acanthosis nigricans: kulit gelap dan tebal di leher, ketiak, atau selangkangan — tanda resistensi insulin
  • Kesulitan hamil (infertilitas) akibat anovulasi kronik

Penyebab

  • Resistensi insulin (~70% kasus): hiperinsulinemia kompensatori memicu ovarium memproduksi androgen berlebih
  • Genetik: risiko 40% pada anak wanita dari ibu PCOS
  • Inflamasi kronis derajat rendah: mendorong produksi androgen ovarium
  • Disruptor endokrin lingkungan: BPA, phthalates (bahan plastik tertentu)
  • Obesitas memperburuk resistensi insulin dan siklus hiperandrogen

Faktor Risiko

  • Riwayat keluarga PCOS (ibu atau saudara perempuan)
  • Obesitas atau kenaikan berat badan signifikan
  • Resistensi insulin atau prediabetes
  • Pubertas dini
  • Etnis Asia Tenggara (prevalensi lebih tinggi vs Kaukasia)
  • Riwayat diabetes gestasional

Kapan Harus ke Dokter?

  • Haid tidak teratur lebih dari 3 bulan tanpa kehamilan
  • Jerawat hormonal persisten tidak respons terapi topikal standar
  • Hirsutisme yang mengganggu
  • Sulit hamil lebih dari 12 bulan (>6 bulan jika usia ≥35 tahun)
  • Berat badan naik dengan tanda acanthosis nigricans
  • Riwayat keluarga PCOS atau diabetes Tipe 2

Pengobatan

  • Perubahan gaya hidup: penurunan BB 5–10% sudah bisa memulihkan ovulasi pada 50% kasus
  • Diet rendah glisemik (low-GI) + olahraga 150 menit/minggu
  • Metformin 500–2.000 mg/hari: memperbaiki sensitivitas insulin, memulihkan siklus
  • Pil KB kombinasi (etinilestradiol + progestin): meregulasi siklus + mengurangi androgen
  • Spironolakton 50–200 mg/hari: anti-androgen untuk hirsutisme dan jerawat
  • Myo-inositol + D-chiro-inositol: suplemen evidence-based, membantu sensitivitas insulin
  • Untuk infertilitas: letrozole (lini pertama) atau klomifen sitrat (induksi ovulasi)
  • Gonadotropin atau IVF jika tidak respons letrozole/klomifen

Pencegahan

  • Tidak dapat dicegah sepenuhnya (komponen genetik kuat)
  • Menjaga BMI normal dan aktivitas fisik teratur — mengurangi keparahan gejala
  • Diet rendah gula dan karbohidrat olahan untuk mencegah resistensi insulin
  • Skrining dini jika ada riwayat keluarga PCOS atau tanda awal haid tidak teratur

Estimasi Biaya

Konsultasi Sp.OG: Rp 250–700 ribu. USG transvaginal: Rp 400–800 ribu. Panel hormon (LH, FSH, testosteron, AMH, prolaktin, insulin): Rp 1,5–3 juta. Metformin generik: Rp 50–150 ribu/bulan. Pil KB: Rp 50–200 ribu/bulan. IVF: Rp 60–150 juta/siklus. BPJS cover konsultasi dan obat dasar.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah PCOS menyebabkan tidak bisa punya anak?

TIDAK pasti. 70–80% wanita PCOS yang ingin hamil berhasil dengan intervensi yang tepat. Letrozole atau klomifen memiliki tingkat keberhasilan induksi ovulasi 70–80%. Bagi yang tidak respons, IVF memberi peluang tambahan. Yang penting: tidak menunda terlalu lama karena cadangan ovarium berkurang seiring usia.

Apakah PCOS hanya dialami wanita gemuk?

Tidak. 20–30% wanita PCOS memiliki berat badan normal (lean PCOS). Meski obesitas memperburuk gejala resistensi insulin, PCOS lean tetap perlu didiagnosis dan ditangani. Lean PCOS sering lebih dominan hiperandrogen dan inflamasi dibanding resistensi insulin.

Referensi Medis

  1. 1. International Evidence-Based Guideline for PCOS 2023
  2. 2. POGI — Pedoman Nasional PCOS Indonesia

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.