Lewati ke konten
Penyakit Umum

Plantar Fasciitis (Nyeri Tumit)

Juga dikenal sebagai: plantar fasciitis, nyeri tumit, radang fascia plantar, taji tulang tumit

Penyebab **nyeri tumit paling umum**, akibat **peradangan plantar fascia**. Khas: nyeri tajam pada **langkah pertama saat bangun tidur**.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Ilustrasi nyeri pada tumit kaki
Sehatku.id

Ringkasan

Plantar fasciitis adalah penyebab nyeri tumit yang paling umum, terjadi akibat peradangan pada plantar fascia — jaringan tebal di telapak kaki yang menghubungkan tumit ke pangkal jari-jari. Cirinya sangat khas: nyeri tajam di tumit yang paling terasa pada langkah-langkah pertama saat bangun tidur atau setelah duduk lama, lalu membaik setelah berjalan beberapa langkah, namun bisa kambuh lagi setelah berdiri atau beraktivitas terlalu lama. Kabar baiknya, sebagian besar kasus membaik dengan perawatan mandiri dalam hitungan bulan.

Gejala

  • Nyeri tajam di tumit yang paling terasa pada langkah-langkah pertama saat bangun tidur
  • Nyeri muncul kembali setelah duduk lama lalu mulai berjalan
  • Biasanya membaik setelah berjalan beberapa menit
  • Kambuh atau memburuk setelah berdiri/beraktivitas lama
  • Nyeri terutama di bagian dalam tumit atau sepanjang telapak kaki

Penyebab

  • Peradangan pada plantar fascia, jaringan tebal yang menghubungkan tumit ke jari-jari kaki
  • Beban dan tarikan berulang yang membuat mikro-cedera pada fascia
  • “Taji tulang” (heel spur) sering tampak di foto rontgen, tetapi bukan selalu penyebab nyerinya

Faktor Risiko

  • Pekerjaan/aktivitas yang membuat banyak berdiri atau berjalan
  • Alas kaki yang tidak menunjang (terlalu datar/tipis)
  • Kelebihan berat badan
  • Betis atau tendon achilles yang kaku
  • Bentuk kaki tertentu (kaki datar atau lengkung kaki tinggi)

Kapan Harus ke Dokter?

  • Nyeri tidak membaik setelah beberapa minggu perawatan mandiri
  • Nyeri tumit disertai bengkak, kemerahan, atau demam
  • Tumit terasa kebas/kesemutan atau nyeri menjalar
  • Nyeri muncul tiba-tiba setelah cedera atau membuat sulit berjalan

Pengobatan

  • Istirahat dan kurangi aktivitas yang memicu nyeri
  • Peregangan betis dan telapak kaki secara rutin
  • Kompres es pada tumit untuk meredakan nyeri
  • Memakai alas kaki atau insole yang menunjang lengkung kaki
  • Mengurangi berdiri terlalu lama
  • OAINS (mis. ibuprofen) bila perlu untuk nyeri/peradangan — diminum bersama makanan dan hati-hati bila ada riwayat sakit maag/tukak lambung, gangguan ginjal, atau penyakit jantung
  • Kasus membandel dapat dibantu fisioterapi; injeksi kortikosteroid hanya memberi keringanan sementara (bukan kesembuhan) dan tidak boleh terlalu sering karena berisiko melemahkan atau merobek fascia
  • Sebagian besar membaik dengan perawatan mandiri dalam beberapa bulan

Pencegahan

  • Pilih alas kaki yang menunjang dan ganti sepatu yang sudah aus
  • Rutin meregangkan betis dan telapak kaki
  • Jaga berat badan ideal
  • Tingkatkan intensitas olahraga secara bertahap
  • Hindari berjalan/berdiri lama tanpa alas kaki yang memadai

Estimasi Biaya

Perawatan mandiri murah; insole, fisioterapi, atau injeksi menambah biaya bila diperlukan.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Kenapa tumit paling sakit saat langkah pertama bangun tidur?

Saat istirahat lama, plantar fascia memendek dan menegang. Langkah pertama meregangkannya tiba-tiba sehingga terasa nyeri tajam, lalu mereda setelah berjalan.

Apakah “taji tulang” pada rontgen pasti penyebab nyeri saya?

Tidak. “Taji tulang” sering ditemukan pada foto rontgen tetapi bukan selalu penyebab nyerinya. Banyak orang punya taji tulang tanpa keluhan apa pun.

Apakah plantar fasciitis bisa sembuh tanpa operasi?

Ya. Sebagian besar membaik dengan perawatan mandiri seperti peregangan, istirahat, dan alas kaki yang menunjang dalam beberapa bulan. Operasi sangat jarang diperlukan.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes
  2. 2. WHO
  3. 3. CDC

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.