Lewati ke konten
Penyakit Kronis

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Juga dikenal sebagai: osteoartritis, pengapuran sendi, radang sendi degeneratif, OA

Kerusakan tulang rawan sendi akibat aus seiring usia atau beban berlebih, menyebabkan nyeri dan kaku, paling sering di lutut, panggul, dan tangan.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 28 Mei 2026
Ilustrasi nyeri pada sendi lutut

Ringkasan

Osteoarthritis (OA) adalah bentuk radang sendi paling umum. Terjadi ketika tulang rawan — bantalan licin di ujung tulang — menipis dan rusak, sehingga tulang bergesekan langsung. Berbeda dari asam urat (akibat kristal) atau rheumatoid arthritis (autoimun), OA bersifat degeneratif (aus). Tidak bisa disembuhkan total, tetapi gejala sangat bisa dikendalikan agar tetap aktif.

Gejala

  • Nyeri sendi yang memburuk saat beraktivitas dan membaik saat istirahat
  • Kaku sendi di pagi hari, biasanya kurang dari 30 menit
  • Bunyi atau sensasi berderak (krepitus) saat menggerakkan sendi
  • Bengkak ringan dan keterbatasan gerak
  • Sendi terasa "longgar" atau tidak stabil
  • Paling sering di lutut, panggul, tulang belakang, dan tangan

Penyebab

  • Penuaan dan keausan tulang rawan secara bertahap
  • Beban berlebih pada sendi (berat badan, pekerjaan fisik berat)
  • Cedera sendi lama (mis. robekan ligamen/meniskus)
  • Kelainan bentuk sendi bawaan
  • Faktor genetik

Faktor Risiko

  • Usia lanjut (di atas 50 tahun)
  • Obesitas / berat badan berlebih — beban besar pada lutut
  • Jenis kelamin perempuan, terutama setelah menopause
  • Riwayat cedera atau operasi sendi
  • Pekerjaan dengan tekukan/jongkok atau angkat berat berulang
  • Riwayat keluarga dengan osteoarthritis

Kapan Harus ke Dokter?

  • Nyeri sendi menetap lebih dari beberapa minggu atau makin berat
  • Sendi bengkak, merah, dan terasa panas (perlu menyingkirkan radang lain)
  • Nyeri mengganggu tidur atau aktivitas harian
  • Sendi mendadak tidak bisa digerakkan atau berubah bentuk
  • Tidak membaik dengan pereda nyeri biasa

Pengobatan

  • Manajemen berat badan — menurunkan berat badan sangat mengurangi beban dan nyeri lutut
  • Fisioterapi dan latihan penguatan otot di sekitar sendi
  • Pereda nyeri: parasetamol, atau NSAID (mis. ibuprofen) sesuai anjuran
  • Kompres hangat/dingin dan alat bantu (tongkat, deker lutut)
  • Injeksi sendi (kortikosteroid atau asam hialuronat) untuk kasus tertentu
  • Operasi penggantian sendi (mis. ganti lutut) untuk OA berat yang tidak membaik

Pencegahan

  • Jaga berat badan ideal — faktor yang paling bisa dikendalikan
  • Olahraga low-impact: berenang, sepeda, jalan kaki
  • Kuatkan otot paha (quadriceps) untuk menopang lutut
  • Hindari cedera sendi; gunakan teknik angkat beban yang benar
  • Variasikan posisi; hindari jongkok/berlutut terlalu lama berulang

Estimasi Biaya

Konsultasi + rontgen sendi: Rp 300rb-1 juta. Fisioterapi: Rp 150-400rb/sesi. Injeksi asam hialuronat: Rp 1,5-4 juta. Operasi ganti lutut: Rp 80-200 juta (sebagian ditanggung BPJS dengan indikasi).

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apa beda osteoarthritis dengan asam urat dan rheumatoid arthritis?

Osteoarthritis adalah keausan tulang rawan (degeneratif). Asam urat (gout) disebabkan penumpukan kristal asam urat dan sering menyerang jempol kaki dengan nyeri hebat mendadak. Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyerang banyak sendi secara simetris. Penanganannya berbeda, sehingga diagnosis dokter penting.

Apakah osteoarthritis bisa sembuh total?

Tulang rawan yang rusak tidak bisa kembali seperti semula, jadi OA tidak bisa disembuhkan total. Namun nyeri dan keterbatasan gerak sangat bisa dikendalikan dengan turun berat badan, latihan, obat, dan bila perlu operasi penggantian sendi.

Bolehkah penderita osteoarthritis tetap berolahraga?

Justru sangat dianjurkan. Olahraga low-impact seperti berenang dan bersepeda memperkuat otot penopang sendi tanpa membebani berlebihan. Hindari olahraga high-impact yang menambah hentakan pada lutut.

Referensi Medis

  1. 1. IRA - Indonesian Rheumatology Association
  2. 2. Kemenkes - Penyakit Muskuloskeletal
  3. 3. WHO - Osteoarthritis Fact Sheet

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.