Lewati ke konten
Penyakit Umum

Radang Tenggorokan (Faringitis)

Juga dikenal sebagai: faringitis, sakit tenggorokan, radang tenggorokan

Peradangan pada tenggorokan yang menimbulkan nyeri dan sulit menelan. Sebagian besar akibat virus dan sembuh sendiri; sebagian kecil bakteri butuh antibiotik.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 4 Juni 2026
Seseorang memegang tenggorokan yang sakit

Ringkasan

Radang tenggorokan (faringitis) adalah peradangan di tenggorokan yang membuat nyeri dan sulit menelan. Sekitar 80% disebabkan virus dan sembuh sendiri tanpa antibiotik. Sebagian kecil disebabkan bakteri (terutama Streptococcus) yang memang membutuhkan antibiotik. Membedakan keduanya penting agar antibiotik tidak dipakai sia-sia.

Gejala

  • Nyeri tenggorokan dan sulit menelan
  • Tenggorokan terasa kering atau gatal
  • Kadang disertai demam
  • Suara serak
  • Pembengkakan kelenjar di leher
  • Bila virus: sering disertai batuk, pilek, dan mata merah

Penyebab

  • Infeksi virus (penyebab tersering, sering bersama flu/pilek)
  • Infeksi bakteri Streptococcus (radang yang butuh antibiotik)
  • Iritasi: udara kering, asap rokok, polusi, asam lambung naik

Faktor Risiko

  • Kontak dekat dengan penderita ISPA
  • Musim hujan dan kerumunan
  • Paparan asap rokok dan polusi
  • Daya tahan tubuh menurun
  • Anak usia sekolah (untuk radang streptokokus)

Kapan Harus ke Dokter?

  • Nyeri tenggorokan berat hingga sulit menelan air liur atau bernapas — segera ke IGD
  • Demam tinggi disertai bercak nanah di amandel tanpa batuk (curiga bakteri)
  • Tidak membaik dalam 5-7 hari atau makin berat
  • Muncul ruam, nyeri sendi, atau bengkak leher hebat
  • Sering kambuh (radang berulang)

Pengobatan

  • Istirahat, banyak minum, dan kumur air garam hangat
  • Pereda nyeri/demam: parasetamol atau ibuprofen
  • Permen pelega tenggorokan dan minuman hangat
  • Antibiotik HANYA bila terbukti infeksi bakteri (mis. streptokokus) — atas penilaian dokter, bukan untuk semua sakit tenggorokan
  • Hindari merokok dan udara kering selama sakit

Pencegahan

  • Cuci tangan rutin dan etika batuk/bersin
  • Hindari berbagi alat makan dengan yang sakit
  • Jaga daya tahan tubuh
  • Hindari asap rokok dan minum cukup air

Estimasi Biaya

Obat bebas pereda: Rp 10-40rb. Konsultasi dokter umum: Rp 50-200rb. Tes usap streptokokus (bila perlu): Rp 100-300rb.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah radang tenggorokan harus minum antibiotik?

Tidak. Sebagian besar radang tenggorokan disebabkan virus dan sembuh sendiri tanpa antibiotik. Antibiotik hanya diperlukan bila penyebabnya bakteri (mis. streptokokus), yang ditentukan dokter dari gejala atau tes usap. Antibiotik untuk radang virus justru memicu resistensi.

Bagaimana membedakan radang tenggorokan virus dan bakteri?

Penyebab bakteri (streptokokus) cenderung demam tinggi, bercak nanah di amandel, kelenjar leher bengkak, dan TANPA batuk/pilek. Penyebab virus biasanya disertai batuk, pilek, dan mata merah. Kepastian tetap dari pemeriksaan dokter.

Apa yang cepat meredakan sakit tenggorokan di rumah?

Kumur air garam hangat, banyak minum air hangat, istirahat, permen pelega, dan pereda nyeri seperti parasetamol. Hindari merokok dan udara kering. Bila tidak membaik dalam seminggu, periksakan ke dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes - ISPA
  2. 2. PERHATI-KL - Perhimpunan Dokter THT-KL Indonesia
  3. 3. WHO - Respiratory Infections

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.