Lewati ke konten
Penyakit Umum

Sariawan (Stomatitis Aftosa)

Juga dikenal sebagai: aphthous ulcer, aphthous stomatitis, canker sore, ulkus mulut, recurrent aphthous stomatitis, RAS

Luka kecil di mukosa mulut (bibir dalam, gusi, lidah, langit-langit) yang nyeri dan mengganggu makan/bicara. Sangat umum — 20% populasi mengalami minimal 1 kali; sering berulang dan multifaktorial.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 27 Mei 2026
Pemeriksaan rongga mulut untuk diagnosa sariawan

Ringkasan

Sariawan (stomatitis aftosa, recurrent aphthous stomatitis/RAS) adalah ulkus mukosa rongga mulut yang nyeri, non-infeksius, dan sering kambuh. Etiologi multifaktorial — kombinasi imun-mediated (limfosit T menyerang epitel), genetik (40% memiliki riwayat keluarga), dan faktor pencetus. Klasifikasi: (1) MINOR APHTHAE (80%): ulkus <10 mm, sembuh 7-14 hari tanpa skar; (2) MAJOR APHTHAE (10-15%): ulkus >10 mm, dalam, sembuh 2-6 minggu, dapat meninggalkan skar; (3) HERPETIFORM (5-10%): banyak ulkus kecil (1-3 mm) bergabung, sembuh 7-30 hari. Gambaran khas: ulkus dangkal dengan tepi merah, dasar putih-kuning, sangat nyeri, di mukosa NON-KERATINIZED (bibir dalam, pipi dalam, lidah samping/bawah, langit-langit lunak). TIDAK di gusi keratinisasi atau langit-langit keras (bedakan dari herpes oral). Sariawan recurrent (>3 episode/tahun) perlu evaluasi defisiensi nutrisi, gangguan imun, atau penyakit sistemik (Behçet, celiac, IBD).

Gejala

  • Prodrome (24-48 jam sebelum ulkus): sensasi terbakar, gatal, atau kesemutan di area yang akan terkena
  • Ulkus dangkal dengan tepi merah dan dasar putih-kuning
  • Lokasi khas: mukosa bibir dalam, pipi dalam, dasar mulut, lidah samping/bawah, langit-langit lunak
  • Ukuran minor: 2-10 mm; mayor: >10 mm; herpetiform: 1-3 mm tapi banyak
  • Nyeri tajam saat makan/minum/bicara/sikat gigi, terutama saat kontak dengan makanan asam, asin, pedas
  • Jumlah: 1-5 ulkus per episode (kasus minor)
  • Berlangsung 7-14 hari (minor); 2-6 minggu (mayor); 7-30 hari (herpetiform)
  • Sembuh tanpa skar pada minor; dapat berskar pada mayor
  • TIDAK ada vesikel/gelembung di awal (bedakan dari herpes simpleks)
  • TIDAK menular ke orang lain (bedakan dari infeksi)
  • Pembengkakan kelenjar getah bening leher pada kasus mayor atau berulang sering
  • Demam ringan dapat menyertai kasus berat (jarang)
  • Pada sariawan kompleks (penyakit sistemik): ulkus genital, mata merah, ruam kulit, nyeri sendi → curigai Behçet

Penyebab

  • Idiopatik (banyak kasus): kombinasi genetik + lingkungan tanpa penyebab tunggal
  • Trauma mekanis: gigi tajam, gigitan tidak sengaja, kawat gigi, gigi palsu tidak pas, makanan kasar
  • Stres psikologis dan kurang tidur — pemicu paling sering
  • Hormonal: wanita sering flare di sekitar menstruasi
  • Defisiensi nutrisi: zat besi, vitamin B12, folat, zinc, vitamin D
  • Alergi/sensitivitas makanan: cokelat, kacang, tomat, sitrus, gluten
  • Sodium lauryl sulfate (SLS) dalam pasta gigi — pemicu pada sebagian orang
  • Penyakit sistemik: penyakit Behçet, celiac, inflammatory bowel disease (Crohn, kolitis ulseratif), HIV/AIDS, defisiensi imun
  • Obat-obatan: NSAID, beta-blocker, nicorandil, sirolimus, sodium hipoklorit
  • Infeksi: herpes simpleks tipe 1 (bedakan: ada vesikel), coxsackievirus (hand-foot-mouth)
  • Genetik: 40% pasien dengan riwayat keluarga sariawan berulang
  • Berhenti merokok mendadak — paradoks, perokok lebih sedikit sariawan

Faktor Risiko

  • Usia 10-30 tahun (puncak insidensi)
  • Jenis kelamin wanita (sedikit lebih sering)
  • Riwayat keluarga sariawan berulang
  • Stres kronis (siswa/mahasiswa saat ujian, profesional dengan beban kerja tinggi)
  • Kurang tidur (<6 jam/malam)
  • Defisiensi nutrisi terutama vegetarian/vegan (B12, zinc, besi)
  • Anemia defisiensi besi
  • Penyakit gastrointestinal: celiac, IBD, malabsorpsi
  • Sistem imun tertekan: HIV, kemoterapi, kortikosteroid
  • Pemakaian kawat gigi atau gigi palsu yang trauma
  • Pasta gigi mengandung SLS (kebanyakan pasta gigi konvensional)
  • Diet tinggi makanan pemicu individual (sitrus, cokelat, kopi, alkohol)

Kapan Harus ke Dokter?

  • Sariawan SANGAT BESAR (>10 mm) atau berlangsung >2 minggu — singkirkan keganasan
  • Sariawan BANYAK + berulang sering (>3 episode per tahun)
  • Sariawan terus muncul dan tidak sembuh meski sudah diobati 2-3 minggu
  • Disertai demam, malaise, atau pembengkakan kelenjar getah bening signifikan
  • Disertai ulkus genital, mata merah, atau ruam kulit → curigai penyakit Behçet
  • Disertai gejala saluran cerna: diare kronis, BAB berdarah, nyeri perut → curigai IBD atau celiac
  • Sariawan pada bayi/balita (<2 tahun) → curigai infeksi (herpes primer, hand-foot-mouth)
  • Sariawan keras, tidak nyeri, tidak sembuh — WAJIB curigai kanker mulut (karsinoma sel skuamosa) → SEGERA ke dokter gigi atau Sp.B Onkologi
  • Sariawan disertai berat badan turun tanpa sebab
  • Sariawan pada pasien HIV positif atau immunocompromised
  • Sariawan disertai gusi mudah berdarah, nyeri menelan, atau leukoplakia putih
  • Pemeriksaan rutin: pada pasien dengan sariawan recurrent untuk cek defisiensi nutrisi (CBC, ferritin, B12, folat, zinc, vitamin D)
  • Untuk anak dengan sariawan recurrent + diare/perut kembung → cek penyakit celiac

Pengobatan

  • Terapi simptomatik dan suportif (sebagian besar sembuh sendiri 7-14 hari):
  • OBAT KUMUR ANTISEPTIK:
  • - Chlorhexidine gluconate 0.12-0.2% (Minosep, Periogard) — kumur 15 ml selama 30 detik 2x/hari
  • - Benzydamine hydrochloride 0.15% (Tantum Verde) — antiinflamasi + analgesik topikal
  • - Povidone-iodine 1% — alternatif jika tidak ada chlorhexidine
  • TOPIKAL ANALGESIK:
  • - Lidocaine viscous 2% — diaplikasikan sebelum makan untuk meredakan nyeri
  • - Benzocaine 5-20% gel (Bonjela, Aluclox)
  • - Asam hialuronat gel (Gengigel) — accelerate healing
  • KORTIKOSTEROID TOPIKAL (untuk kasus sedang-berat):
  • - Triamcinolone acetonide 0.1% in orabase (Kenalog in Orabase) — aplikasi 3-4x/hari setelah makan
  • - Fluocinolone acetonide 0.025% pasta
  • - Clobetasol propionate 0.05% (untuk kasus berat saja, max 2 minggu)
  • KORTIKOSTEROID SISTEMIK (kasus mayor refrakter):
  • - Prednison 30-40 mg/hari × 5-7 hari, tapering — atas pengawasan dokter
  • - Pasta dexamethasone untuk dental clinic
  • OBAT TAMBAHAN UNTUK KASUS BERAT/REFRAKTER:
  • - Colchicine 0.6 mg 2-3x/hari (untuk recurrent severe RAS)
  • - Pentoxifylline 400 mg 3x/hari
  • - Dapsone 50-100 mg/hari (untuk Behçet atau RAS berat)
  • - Thalidomide 50-100 mg/hari (HIV-related, refrakter — risiko teratogenik tinggi)
  • SUPLEMENTASI NUTRISI (jika defisiensi):
  • - Vitamin B12 1000 mcg/hari oral atau injeksi IM 1x/minggu
  • - Asam folat 5 mg/hari
  • - Besi (ferrous sulfate 200-325 mg/hari) jika defisiensi
  • - Zinc 25-50 mg/hari
  • - Vitamin D 1000-2000 IU/hari
  • HOME REMEDIES (efektivitas bervariasi):
  • - Kumur air garam hangat 2-3x/hari (1 sdt garam + segelas air hangat)
  • - Madu murni topikal (antibakteri + accelerate healing)
  • - Yogurt probiotik
  • - Hindari makanan asam, pedas, asin selama ulkus aktif
  • PERAWATAN GIGI: cek gigi tajam atau kawat gigi yang trauma; pakai pasta gigi BEBAS SLS (Sensodyne, Biotene)

Pencegahan

  • Kelola stres: olahraga rutin, meditasi, tidur 7-8 jam/malam
  • Pasta gigi bebas SLS (sodium lauryl sulfate): pilih Sensodyne, Biotene, atau Aquafresh
  • Sikat gigi lembut dengan bulu halus — hindari trauma mukosa
  • Hindari makanan pemicu individual (cokelat, sitrus, tomat, kopi, alkohol — bervariasi per orang)
  • Diet seimbang dengan vitamin B kompleks, zat besi, zinc, vitamin D
  • Suplementasi multivitamin jika diet tidak adekuat (terutama vegetarian)
  • Hindari trauma: hati-hati gigit, sesuaikan gigi palsu yang tidak pas, periksa kawat gigi
  • Cek gigi rutin 6 bulan sekali — perbaiki gigi tajam atau karies
  • Hidrasi cukup: minum 8 gelas air/hari
  • Hindari merokok (paradoks: berhenti mendadak bisa picu sementara) dan alkohol berlebih
  • Untuk wanita: identifikasi pola hormonal — sariawan menstrual dapat dicegah dengan kebiasaan baik 1 minggu sebelum haid
  • Cek defisiensi nutrisi setiap 6-12 bulan jika sariawan recurrent
  • Skrining penyakit sistemik (celiac, IBD) pada sariawan persisten + gejala saluran cerna

Estimasi Biaya

Konsultasi dokter umum: Rp 50-150rb. Konsultasi dokter gigi: Rp 100-300rb. Obat kumur chlorhexidine (Minosep): Rp 25-50rb/botol. Benzydamine (Tantum Verde): Rp 30-70rb/botol. Lidocaine viscous: Rp 50-100rb/botol. Triamcinolone in orabase (Kenalog): Rp 75-150rb/tube. Suplemen vitamin B12 + zat besi bulanan: Rp 50-200rb. Cek darah lengkap + ferritin + B12 + folat + vitamin D: Rp 500rb-1.5 juta. Pasta gigi bebas SLS (Sensodyne): Rp 25-60rb/tube. Colchicine (jika butuh): Rp 200-500rb/bulan. Konsultasi Sp.PD untuk evaluasi sistemik: Rp 300-700rb. Sebagian besar episode sariawan sembuh sendiri tanpa biaya signifikan; BPJS cover konsultasi dokter umum dan obat topical generik.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apa bedanya sariawan biasa dengan herpes mulut (cold sore)?

SARIAWAN (stomatitis aftosa): (1) di MUKOSA NON-KERATINISASI: bibir DALAM, pipi DALAM, lidah samping/bawah, langit-langit LUNAK, (2) berupa ULKUS DANGKAL dengan dasar putih-kuning dan tepi merah, (3) TIDAK menular, TIDAK didahului gelembung, (4) penyebab multifaktorial (stres, defisiensi, trauma), (5) tidak memerlukan antiviral. HERPES SIMPLEKS ORAL (cold sore, fever blister): (1) di MUKOSA KERATINISASI: bibir LUAR, sekitar bibir, langit-langit KERAS, gusi melekat, (2) berupa GELEMBUNG KECIL BERGEROMBOL yang pecah jadi ulkus, (3) MENULAR via kontak langsung dan ASI, (4) didahului sensasi terbakar/gatal, (5) penyebab virus herpes simpleks tipe 1, (6) pengobatan: acyclovir oral atau topical (mempercepat sembuh jika dimulai <72 jam), (7) episode pertama (gingivostomatitis primer) pada anak bisa berat dengan demam tinggi. Jika ragu — pemeriksaan klinis dokter gigi atau dokter umum sangat membantu.

Mengapa saya sering sariawan saat menstruasi atau saat stres?

Ini sangat umum dan ada dasar biologisnya. SARIAWAN MENSTRUAL: fluktuasi hormon (estrogen turun, progesteron naik) sebelum menstruasi memicu perubahan respons imun mukosa mulut. Sariawan biasanya muncul 3-10 hari sebelum haid dan sembuh saat haid mulai. Pada beberapa wanita, pil KB kombinasi MEMBANTU mengurangi flare; pada lainnya justru memicu. SARIAWAN AKIBAT STRES: kortisol kronik memodulasi respons imun → reaktivasi limfosit T → ulserasi mukosa. Plus stres sering dikaitkan dengan kurang tidur, diet buruk, dan gigitan tidak sengaja (parafungsi oral). PENCEGAHAN: (1) catat siklus untuk antisipasi episode menstrual, (2) tingkatkan asupan B kompleks + zinc 1 minggu sebelum periode, (3) kelola stres dengan olahraga, meditasi, tidur cukup, (4) pasta gigi bebas SLS, (5) terapi triamcinolone topical preventif saat prodrome (sensasi terbakar awal) dapat mencegah ulkus penuh.

Sariawan saya tidak sembuh setelah 3 minggu — apa yang harus saya lakukan?

INI WAJIB EVALUASI DOKTER. Sariawan biasa (minor) sembuh dalam 7-14 hari; mayor 2-4 minggu maksimal. Sariawan >3-4 minggu yang tidak sembuh harus DICURIGAI: (1) KANKER MULUT (karsinoma sel skuamosa) — terutama jika lokasi di lidah lateral/dasar mulut, tidak nyeri/sedikit nyeri, keras, tepi tidak rata, riwayat merokok/alkohol/sirih, (2) trauma terus menerus dari gigi tajam atau gigi palsu, (3) infeksi atipikal: TB oral, sifilis sekunder, kandidiasis, herpes pada immunocompromised, (4) penyakit autoimun mukosa: pemphigus vulgaris, lichen planus erosif, pemphigoid mukosa, (5) penyakit Behçet (dengan ulkus genital), (6) defisiensi vitamin B12/folat/besi berat, (7) reaksi obat. PEMERIKSAAN: (1) cek darah lengkap, ferritin, B12, folat, zinc, vitamin D, ANA, (2) biopsi mukosa pada lesi persistent >3-4 minggu, (3) HPV test pada lesi yang mencurigakan, (4) konsultasi Sp.PD-KAI atau Sp.B Onkologi untuk evaluasi keganasan. JANGAN tunda — kanker mulut deteksi dini = survival >85%; terlambat = <50%.

Apakah madu, garam, dan kayu manis benar-benar bisa mengobati sariawan?

Ada DASAR ILMIAH untuk beberapa home remedies, tapi efektivitasnya bervariasi. (1) MADU MURNI: terbukti memiliki sifat antibakteri (hidrogen peroksida), antiinflamasi, dan akselerasi penyembuhan luka. Studi RCT menunjukkan aplikasi madu 4x/hari mempercepat penyembuhan sariawan minor. Pilih madu mentah/organik, hindari madu komersial dengan tambahan gula. (2) KUMUR AIR GARAM: efektif sebagai antiseptik ringan dan dehydrate ulkus, meredakan inflamasi dan mempercepat penyembuhan. Resep: 1 sdt garam dalam segelas air hangat, kumur 30 detik 2-3x/hari. (3) KAYU MANIS: memiliki sifat antimikroba dari cinnamaldehyde — tapi data klinis spesifik untuk sariawan terbatas. Bisa membantu sebagai oral rinse. (4) MINYAK KELAPA: oil pulling 5-10 menit memiliki efek antibakteri. (5) DAUN SIRIH KUMUR: tradisi Indonesia, mengandung eugenol antimikroba, tapi bukti klinis terbatas. (6) CHAMOMILE: tea bag dingin sebagai kompres dapat meredakan nyeri. PERINGATAN: jika ulkus tidak membaik dalam 14 hari, hentikan home remedies dan ke dokter. Hindari aplikasi alkohol, cuka, atau bahan iritatif lain yang malah memperparah.

Apakah sariawan menular dan dapatkah saya menularkan ke pasangan atau anak?

TIDAK — sariawan aftosa (stomatitis aftosa) TIDAK MENULAR. Penyebab utama adalah respons imun-mediated, genetik, dan faktor pencetus individual — bukan infeksi. Anda BOLEH berciuman, berbagi alat makan, dan ASI tetap aman. Yang sering dikira sariawan tapi sebenarnya MENULAR: (1) HERPES SIMPLEKS ORAL (cold sore) — menular via saliva dan kontak langsung; lokasi khas bibir luar/sekitar bibir; ada gelembung khas, (2) HAND-FOOT-MOUTH DISEASE (HFMD) akibat coxsackievirus — menular via droplet dan kontak; pada anak dengan ulkus mulut + ruam tangan-kaki; demam, (3) HERPETIC GINGIVOSTOMATITIS PRIMER pada bayi/anak — episode pertama herpes; demam tinggi, banyak ulkus, kondisi sangat infeksius, (4) KANDIDIASIS ORAL (jamur) — bercak putih bisa dikerok, pada imunokompromis atau bayi. Cara MEMBEDAKAN: lokasi (bibir dalam vs luar), morfologi (ulkus tunggal/sedikit vs gerombolan vesikel), riwayat (recurrent multifaktorial vs pencetus stres/sinar matahari), dan riwayat kontak. Jika ragu — konsultasi dokter, terutama pada anak kecil yang lebih sering mengalami infeksi.

Referensi Medis

  1. 1. PDGI - Persatuan Dokter Gigi Indonesia
  2. 2. WHO - Oral Health Fact Sheets
  3. 3. British Association of Oral Medicine - RAS Guidelines
  4. 4. American Academy of Oral Medicine
  5. 5. Kemenkes RI - Pedoman Kesehatan Mulut

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.