Tidak pernah terlambat memulai olahraga, tapi setelah 40 ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak cedera dan dapat manfaat maksimal.
Tim Redaksi Sehatku
Direview dr. Andi Pratama, Sp.PD, M.Kes4 menit baca18 Mei 2026Diperbarui 18 Mei 2026
Skrining sebelum mulai
Setelah 40 tahun (terutama jika sedentary lama atau ada faktor risiko), konsultasi dokter sebelum mulai program olahraga baru.
Yang harus dicek
Tekanan darah - hipertensi terkontrol dulu
Gula darah - puasa & HbA1c
Lipid profile (kolesterol)
EKG istirahat (terutama jika ada gejala atau riwayat keluarga)
Echo / stress test jika ada gejala atau risiko jantung tinggi
Spirometri jika riwayat merokok atau asma
Red flags - harus ke dokter dulu
Nyeri dada saat aktivitas
Sesak napas yang tidak sesuai
Pingsan / hampir pingsan
Tensi tidak terkontrol >160/100
Riwayat penyakit jantung
DM tidak terkontrol
Operasi besar < 6 bulan
Proteksi Kesehatan
Lindungi Keluarga dari Biaya Rumah Sakit yang Tinggi
Asuransi kesehatan Allianz cashless di 1500+ rumah sakit Indonesia. Konsultasikan kebutuhan keluarga Anda dengan agen tersertifikasi, gratis, tanpa kewajiban beli.
Disclaimer medis: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi sebelum mengambil keputusan terkait perawatan.