Lewati ke konten
KortikosteroidResep dokter

Betason

Betason adalah **krim kortikosteroid topikal** berisi **betametason valerat 0,1%** (1 mg/g) produksi **PT Kimia Farma Tbk** untuk meredakan **peradangan, kemerahan, dan gatal** pada penyakit kulit seperti **eksim, dermatitis, prurigo, dan psoriasis**. Betason termasuk **obat keras**, bukan obat bebas, sehingga harus dipakai dengan **resep dokter**. Krim ini **tidak mengobati infeksi kulit** akibat jamur, bakteri, atau virus.

Nama generik
Betamethasone valerate (betametason-17-valerat)
Nama dagang
Betason
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Eksim yang responsif terhadap kortikosteroid, termasuk eksim atopik, eksim infantil (pada anak hanya bila diresepkan dan diawasi dokter), eksim stasis, dan eksim diskoid
  • Dermatitis kontak, dermatitis alergi, dan jenis dermatitis lain yang membaik dengan kortikosteroid
  • Prurigo (benjolan kecil pada kulit yang terasa sangat gatal)
  • Psoriasis, dengan pengawasan dokter (kortikosteroid kuat tidak dianjurkan untuk psoriasis plak yang sangat luas)
  • Gatal dan peradangan kulit yang berkaitan dengan alergi kulit

Dosis

Dewasa
Oleskan krim tipis-tipis hanya pada kulit yang meradang, lalu ratakan perlahan. Frekuensi yang umum adalah 1-2 kali sehari (sebagian label menyebut hingga 3-4 kali sehari), untuk jangka pendek sesuai arahan dokter. Setelah kondisi membaik, dokter biasanya mengurangi frekuensi atau menghentikan pemakaian. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan (kecuali bila tangan yang diobati), dan jangan menutup area yang diolesi dengan perban kedap udara kecuali diminta dokter. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.
Anak
Hanya boleh dipakai pada anak atas resep dan pengawasan dokter. Kulit anak lebih mudah menyerap kortikosteroid, sehingga risiko efek sistemik (misalnya gangguan fungsi kelenjar adrenal dan hambatan pertumbuhan) lebih tinggi. Gunakan jumlah sesedikit mungkin, pada area sempit, dan dalam waktu sesingkat mungkin. Hindari mengoleskan di area popok, karena popok bekerja seperti penutup kedap udara yang meningkatkan penyerapan obat. Pada bayi di bawah 1 tahun (termasuk untuk ruam popok), kortikosteroid kuat seperti Betason umumnya tidak dianjurkan kecuali dokter memutuskan lain. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.
Lansia
Kulit lansia umumnya lebih tipis sehingga lebih rentan mengalami penipisan kulit. Gunakan dalam jumlah sesedikit mungkin dan dalam waktu sesingkat mungkin sesuai arahan dokter, terutama bila ada gangguan fungsi hati atau ginjal. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.

Efek Samping

  • Rasa terbakar, perih, gatal, atau iritasi di tempat pengolesan
  • Kulit kering atau kemerahan ringan
  • Penipisan kulit (atrofi), guratan kulit (striae), dan pelebaran pembuluh darah halus (telangiektasia) pada pemakaian lama atau di area kulit tipis
  • Perubahan warna kulit (kulit menjadi lebih terang) dan rambut halus tumbuh berlebih di area yang diolesi
  • Munculnya jerawat, radang folikel rambut (folikulitis), atau ruam di sekitar mulut (dermatitis perioral), terutama bila dipakai di wajah
  • Reaksi alergi terhadap kandungan krim, misalnya gatal dan ruam yang justru bertambah parah
  • Infeksi kulit yang tersamarkan atau memburuk
  • Jarang, bila dipakai di area luas, jangka panjang, atau ditutup rapat: efek sistemik seperti penekanan fungsi kelenjar adrenal, gejala sindrom Cushing, dan kenaikan gula darah; pada anak dapat menghambat pertumbuhan
  • Jarang: penglihatan kabur; segera periksakan ke dokter bila terjadi

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi (hipersensitif) terhadap betametason, kortikosteroid lain, atau bahan lain dalam krim
  • Infeksi kulit yang belum diobati, baik akibat jamur (misalnya panu, kurap, kandidiasis), bakteri (misalnya impetigo), maupun virus (misalnya herpes simpleks, cacar air, herpes zoster)
  • Rosacea, jerawat (acne vulgaris), dan dermatitis perioral
  • Gatal di sekitar anus atau kelamin tanpa peradangan yang jelas

Interaksi dengan Obat Lain

  • Karena dioleskan di kulit, interaksi obat umumnya kecil; risikonya meningkat bila krim dipakai di area luas, jangka panjang, atau ditutup rapat
  • Obat penghambat enzim CYP3A4 seperti ritonavir dan itrakonazol dapat menghambat pemecahan kortikosteroid sehingga paparan sistemik dan risiko efek samping meningkat
  • Pemakaian bersamaan dengan kortikosteroid lain (tablet, suntik, semprot hidung, inhaler, atau krim lain) menambah total paparan kortikosteroid; beri tahu dokter semua obat yang sedang dipakai
  • Hindari mengoleskan produk kulit lain (krim, salep, atau kosmetik) di area yang sama tanpa saran dokter atau apoteker

Peringatan Penting

  • Betason adalah obat keras (logo lingkaran merah dengan huruf K di kemasan). Gunakan hanya dengan resep dan pengawasan dokter, jangan mengobati diri sendiri, jangan membeli bebas, dan jangan memakai sisa obat orang lain. Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat alergi obat, terutama terhadap kortikosteroid.
  • Pastikan produk terdaftar resmi dengan mengecek nomor izin edar (NIE) DKL2132302829A1 di cekbpom.pom.go.id. Saat ditinjau, registrasi Betason krim atas nama PT Kimia Farma Tbk berstatus berlaku, dan tidak ditemukan catatan penarikan (recall) untuk Betason di database BPOM.
  • Betason termasuk kortikosteroid topikal kuat (potent). Hindari pemakaian jangka panjang, di area kulit yang luas, atau ditutup perban kedap udara (oklusif) kecuali atas arahan dokter, karena dapat menyebabkan penipisan kulit dan obat terserap ke dalam tubuh.
  • Hindari mengoleskan di wajah, lipatan kulit (ketiak, selangkangan), dan area kelamin kecuali diminta dokter, karena kulit di area ini tipis dan lebih cepat mengalami efek samping.
  • Tidak untuk mengobati infeksi kulit akibat bakteri, jamur, atau virus. Kortikosteroid dapat menyamarkan dan memperburuk infeksi. Hentikan dan temui dokter bila ruam makin meluas, bernanah, atau tidak membaik.
  • Jaga agar krim tidak mengenai mata. Pemakaian di sekitar kelopak mata berisiko meningkatkan tekanan bola mata (glaukoma) dan memicu katarak; segera ke dokter bila penglihatan kabur.
  • Segera cari pertolongan medis bila muncul tanda reaksi alergi berat, seperti bengkak pada wajah, bibir, atau lidah, sesak napas, atau ruam yang menyebar cepat. Temui dokter juga bila muncul tanda obat terserap ke dalam tubuh, misalnya wajah tampak membulat, berat badan naik, tubuh sangat lemas, atau sering haus dan buang air kecil.
  • Pada psoriasis, pemakaian kortikosteroid kuat perlu pengawasan dokter karena penghentian dapat memicu kekambuhan yang lebih berat.
  • Setelah pemakaian lama, jangan berhenti mendadak tanpa konsultasi; dokter dapat mengurangi frekuensi secara bertahap agar gejala tidak kambuh.
  • Betason bukan krim pemutih atau produk perawatan wajah. Memakainya untuk tujuan kosmetik dapat menyebabkan kulit menipis, jerawat, dan kemerahan.
  • Jangan tertukar dengan Betason-N, produk berbeda yang berisi betametason valerat ditambah neomisin sulfat (antibiotik).
  • Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai; ibu menyusui jangan mengoleskan krim di area payudara.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Betason obat apa?

Betason adalah krim kortikosteroid berisi betametason valerat 0,1% (1 mg/g) produksi PT Kimia Farma Tbk, dikemas dalam tube 5 gram. Krim ini dipakai untuk meredakan peradangan dan gatal pada penyakit kulit yang responsif terhadap kortikosteroid, seperti eksim, dermatitis kontak atau alergi, prurigo, dan psoriasis. Betason termasuk obat keras sehingga wajib dengan resep dokter. Produk ini terdaftar di BPOM dengan NIE DKL2132302829A1, yang bisa dicek di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Betason bisa dipakai untuk panu, kurap, atau jerawat?

Tidak. Betason tidak membunuh jamur, bakteri, maupun virus. Pada panu, kurap, atau infeksi kulit lain, kortikosteroid justru dapat menyamarkan gejala sambil membuat infeksi makin meluas. Betason juga dapat memperburuk jerawat dan rosacea. Bila penyebab ruam kulit belum jelas, periksakan dulu ke dokter agar mendapat obat yang sesuai.

Apa bedanya Betason dengan Betason-N?

Keduanya produk berbeda. Betason hanya berisi betametason valerat 0,1% (kortikosteroid). Betason-N berisi betametason valerat 0,1% ditambah neomisin sulfat 0,5%, yaitu antibiotik, dan memiliki nomor izin edar BPOM tersendiri. Keduanya obat keras, jadi pilihan produk harus ditentukan dokter sesuai kondisi kulit. Jangan mengganti satu dengan yang lain tanpa saran dokter atau apoteker.

Obat Terkait (Kortikosteroid)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Kortikosteroid — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. Cek BPOM - Betason krim, NIE DKL2132302829A1 (PT Kimia Farma Tbk)
  2. 2. KlikDokter - Betason (betametason valerat 0,1%, obat keras)
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.