Lewati ke konten
Mukolitik / Pengencer DahakBebas (tanpa resep)

Bromifar

**Bromifar** adalah obat **mukolitik** yang mengandung **Bromhexine HCl (bromheksin hidroklorida) 8 mg**. Obat ini bekerja mengencerkan **dahak** yang kental sehingga lebih mudah dikeluarkan pada **batuk berdahak** dan gangguan sekresi lendir saluran napas seperti **bronkitis**.

Nama generik
Bromhexine HCl (bromheksin hidroklorida)
Nama dagang
Bromifar
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 1 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Membantu mengencerkan dahak yang kental pada batuk berdahak (batuk produktif) sehingga lebih mudah dikeluarkan.
  • Mengatasi gangguan sekresi dan pengeluaran lendir pada saluran napas, misalnya pada bronkitis akut maupun kronis.
  • Meredakan keluhan akibat lendir kental pada kondisi saluran napas lain (mis. bronkiektasis atau emfisema dengan bronkitis) sesuai anjuran dokter.

Dosis

Dewasa
Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: umumnya 1 tablet/kaplet (8 mg) 3 kali sehari, diminum sesudah makan. Ikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter/apoteker.
Anak
Untuk anak usia di bawah 12 tahun, dosis perlu disesuaikan dan sebaiknya di bawah petunjuk dokter. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, jangan menentukan dosis sendiri.
Lansia
Untuk lansia, gunakan sesuai anjuran dokter dan tidak melebihi dosis yang tertera pada kemasan.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna ringan seperti mual, muntah, nyeri ulu hati, atau diare.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Keringat berlebih.
  • Reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal, atau biduran; reaksi kulit yang berat jarang terjadi.

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap bromheksin atau komponen lain dalam produk.

Interaksi dengan Obat Lain

  • Penggunaan bersama antibiotik tertentu (mis. amoksisilin, eritromisin, oksitetrasiklin) dapat meningkatkan kadar antibiotik pada jaringan paru.
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan obat penekan batuk (antitusif seperti kodein) karena dapat menghambat pengeluaran dahak yang sudah diencerkan.

Peringatan Penting

  • Hati-hati pada penderita tukak lambung atau riwayat maag berat karena bromheksin dapat memengaruhi lapisan lambung; gunakan dengan pengawasan dokter.
  • Segera konsultasikan ke dokter jika batuk tidak membaik dalam beberapa hari atau disertai demam tinggi, sesak napas, atau dahak berdarah.
  • Hati-hati pada penderita gangguan fungsi hati atau ginjal, serta ibu hamil dan menyusui; konsultasikan lebih dulu dengan dokter.
  • Bromifar termasuk golongan Obat Bebas Terbatas (tanda lingkaran biru), dapat dibeli tanpa resep namun tetap ikuti aturan pakai; produk obat keras yang lain tetap memerlukan resep dokter.
  • Selalu pastikan keaslian dan status izin edar produk dengan mengecek nomor BPOM di cekbpom.pom.go.id.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Bromifar obat apa?

Bromifar adalah obat mukolitik dengan kandungan Bromhexine HCl 8 mg yang berfungsi mengencerkan dahak kental pada batuk berdahak dan gangguan sekresi lendir saluran napas seperti bronkitis, sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan.

Apakah Bromifar bisa dibeli tanpa resep dokter?

Bromifar (varian dasar dengan bromheksin tunggal) termasuk golongan Obat Bebas Terbatas (tanda lingkaran biru), sehingga dapat dibeli tanpa resep namun tetap harus digunakan sesuai aturan pakai. Untuk memastikan izin edarnya, cek nomor BPOM produk di cekbpom.pom.go.id.

Apa bedanya Bromifar dengan Bromifar Plus?

Bromifar dalam bentuk dasar hanya mengandung Bromhexine HCl sebagai zat aktif tunggal. Beberapa varian dengan nama serupa (misalnya bentuk kombinasi) dapat memuat tambahan zat aktif lain sehingga indikasinya bisa berbeda. Karena itu, selalu perhatikan nama lengkap serta komposisi yang tertera pada kemasan dan ikuti petunjuk dokter atau apoteker jika ragu.

Referensi Medis

  1. 1. Halodoc - Bromifar 8 mg
  2. 2. Cek BPOM - Badan POM RI
  3. 3. PIONAS BPOM - Informasi Obat (bromheksin)

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.