Lewati ke konten
Antiepilepsi / AntikejangResep dokter

Clobazam

**Clobazam** adalah obat golongan **benzodiazepin** dengan zat aktif **clobazam** yang digunakan sebagai **terapi tambahan (adjuvan) untuk mengendalikan kejang pada epilepsi** dan juga membantu meredakan **kecemasan (ansietas)**. Obat ini bekerja memperkuat efek **GABA** di sistem saraf pusat sehingga menenangkan aktivitas listrik otak yang berlebihan.

Nama generik
Clobazam
Nama dagang
Clobazam
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 3 Juli 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Terapi tambahan (adjuvan) pada epilepsi yang belum cukup terkontrol dengan antikejang lain, termasuk sindrom Lennox-Gastaut dan sindrom Dravet
  • Membantu mengendalikan kejang refrakter (kejang yang sulit dikendalikan)
  • Meredakan gangguan kecemasan (ansietas) karena termasuk golongan benzodiazepin yang menenangkan sistem saraf pusat

Dosis

Dewasa
Dosis clobazam bersifat individual dan dititrasi bertahap oleh dokter sesuai usia, berat badan, dan respons terhadap terapi. Ikuti dosis yang tertera pada resep dokter atau kemasan; jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan sendiri.
Anak
Pada anak (misalnya untuk sindrom Lennox-Gastaut atau sindrom Dravet), dosis harus ditentukan dokter dan biasanya dimulai dari dosis rendah lalu dinaikkan perlahan. Tidak boleh diberikan tanpa pengawasan medis.
Lansia
Pada lansia umumnya diperlukan dosis lebih rendah karena lebih sensitif terhadap efek mengantuk dan gangguan keseimbangan; penyesuaian dosis dilakukan oleh dokter.

Efek Samping

  • Mengantuk (sedasi) dan rasa lelah
  • Pusing serta gangguan keseimbangan dan koordinasi
  • Mulut kering, air liur berlebih, atau sembelit
  • Gangguan konsentrasi dan daya ingat
  • Perubahan perilaku atau suasana hati, mudah tersinggung (iritabilitas)
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat terjadi toleransi dan ketergantungan

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi (hipersensitivitas) terhadap clobazam atau benzodiazepin lain
  • Miastenia gravis
  • Gangguan pernapasan berat atau sleep apnea (henti napas saat tidur)
  • Gangguan fungsi hati berat (insufisiensi hati)
  • Riwayat penyalahgunaan alkohol atau obat, kecuali atas pertimbangan khusus dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol dan obat penekan sistem saraf pusat lain (opioid, obat tidur, antihistamin sedatif) dapat memperberat rasa kantuk dan menekan pernapasan
  • Obat antiepilepsi lain (misalnya asam valproat, fenitoin, karbamazepin, stiripentol) dapat mengubah kadar clobazam dalam darah
  • Obat yang mempengaruhi enzim hati (CYP2C19/CYP3A4) dapat meningkatkan atau menurunkan efek clobazam

Peringatan Penting

  • Termasuk obat keras sekaligus psikotropika — hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan peredarannya diawasi
  • Jangan menghentikan obat secara mendadak karena berisiko memicu kejang lepas dan gejala putus obat (withdrawal); penghentian harus bertahap sesuai arahan dokter
  • Dapat menyebabkan kantuk berat — hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai Anda mengetahui reaksi tubuh terhadap obat ini
  • Waspadai munculnya perubahan suasana hati atau pikiran untuk menyakiti diri; segera hubungi dokter
  • Kehamilan: hindari kecuali dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya — ibu hamil maupun yang merencanakan kehamilan wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai clobazam. Clobazam adalah benzodiazepin yang menembus plasenta: label Eropa/Inggris (termasuk Frisium, merek klobazam dari Sanofi) bahkan mencantumkan trimester pertama kehamilan sebagai kontraindikasi dan menyatakan clobazam tidak dianjurkan selama kehamilan maupun pada wanita usia subur yang tidak memakai kontrasepsi, sedangkan label FDA Amerika Serikat tidak melarang mutlak tetapi memperingatkan toksisitas perkembangan pada hewan (peningkatan malformasi dan kematian janin pada tikus dan kelinci)
  • Pada manusia, data kohort belum membuktikan secara pasti bahwa clobazam menyebabkan malformasi mayor; namun meta-analisis jaringan tahun 2017 memberi sinyal peningkatan risiko malformasi kongenital mayor pada monoterapi klobazam (OR sekitar 3,5) yang belum bermakna secara statistik. Sinyal ini perlu diwaspadai, bukan dianggap bukti pasti bahwa obat ini teratogenik
  • Pemakaian benzodiazepin termasuk clobazam menjelang persalinan dapat menimbulkan sedasi dan gejala putus obat (withdrawal) pada bayi baru lahir, serta floppy infant syndrome: depresi napas, hipotonia (bayi lemas), hipotermia, dan kesulitan menyusu
  • Penyandang epilepsi tidak boleh menghentikan atau mengubah dosis clobazam sendiri saat hamil — kejang yang tidak terkontrol juga membahayakan ibu dan janin. Penyesuaian dilakukan oleh dokter yang merawat (dokter saraf dan/atau dokter kandungan) dengan dosis efektif terendah
  • Menyusui: hindari kecuali dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya — ibu menyusui wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum memakai clobazam. Clobazam dan metabolit aktifnya (N-desmetilklobazam, waktu paruh 71-82 jam sehingga mudah menumpuk pada bayi) diekskresikan ke dalam ASI, dan label Eropa/Inggris tegas mencantumkan ibu menyusui sebagai kontraindikasi. Sebaliknya LactMed (NIH) dan label FDA Amerika Serikat tidak melarang menyusui: dosis ibu sampai 30 mg/hari menghasilkan kadar rendah di ASI (rata-rata sekitar 4,6% dosis ibu setelah koreksi berat badan) dan pemakaian jangka pendek umumnya tidak menimbulkan efek pada bayi berusia di atas 2 bulan
  • Bila clobazam tetap dipakai saat menyusui — terutama pada neonatus atau bayi prematur dan pada pemakaian jangka panjang — bayi wajib dipantau tanda sedasi (terlalu mengantuk), malas menyusu, dan kenaikan berat badan yang buruk; pernah dilaporkan bayi usia 25 hari dirawat karena sedasi, muntah, dan penurunan berat badan yang membaik setelah ASI dihentikan. Segera hubungi dokter bila tanda ini muncul
  • Selalu pastikan produk memiliki izin edar BPOM dengan mengecek nomor registrasinya di cekbpom.pom.go.id

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Clobazam obat apa?

Clobazam adalah obat golongan benzodiazepin yang dipakai terutama sebagai terapi tambahan untuk mengendalikan kejang pada epilepsi (termasuk sindrom Lennox-Gastaut dan sindrom Dravet), dan juga dapat digunakan untuk meredakan kecemasan (ansietas). Obat ini bekerja memperkuat efek GABA di otak sehingga menenangkan aktivitas listrik yang berlebihan. Clobazam termasuk obat keras dan psikotropika, sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Apakah Clobazam bisa dibeli bebas tanpa resep?

Tidak. Clobazam adalah obat keras sekaligus psikotropika yang peredarannya diawasi ketat, sehingga wajib dengan resep dokter. Pastikan pula produk terdaftar resmi dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Clobazam menyebabkan ketergantungan?

Bisa. Sebagai benzodiazepin, penggunaan clobazam dalam jangka panjang dapat menimbulkan toleransi dan ketergantungan. Karena itu obat digunakan sesuai dosis dan durasi yang ditentukan dokter, dan tidak boleh dihentikan secara mendadak untuk menghindari gejala putus obat. Diskusikan dengan dokter bila ingin menghentikan pemakaian.

Obat Terkait (Antiepilepsi / Antikejang)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antiepilepsi / Antikejang — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Alomedika - Clobazam (Indikasi dan Dosis)
  2. 2. Cek BPOM - Verifikasi Izin Edar Obat
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.