Fenobarbital
Fenobarbital adalah obat **antiepilepsi (antikonvulsan)** golongan **barbiturat kerja panjang** yang dipakai terutama untuk mengendalikan kejang, mulai dari epilepsi kejang umum tonik-klonik, kejang fokal atau parsial, kejang pada bayi baru lahir, kejang demam, sampai penanganan darurat **status epileptikus**. Fenobarbital juga memiliki efek **sedatif-hipnotik**, sehingga dalam pemakaian terbatas dipakai untuk sedasi (misalnya pramedikasi sebelum operasi). Tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi. Yang penting diketahui: di Indonesia fenobarbital digolongkan sebagai **psikotropika golongan IV**, bukan sekadar obat keras biasa, sehingga **wajib dengan resep dokter**, peredarannya dibatasi, dan apotek wajib mencatat serta melaporkan penyerahannya. Obat ini tidak boleh dibeli bebas, dipakai sendiri, atau ditebus ulang tanpa resep baru.
- Nama generik
- Fenobarbital (phenobarbital), nama kimia asam 5-etil-5-fenilbarbiturat
- Nama dagang
- Fenobarbital
Indikasi (Untuk apa)
- Epilepsi kejang umum tonik-klonik sebagai obat antikejang jangka panjang
- Kejang fokal atau parsial pada penyandang epilepsi
- Kejang pada neonatus (bayi baru lahir) di bawah pengawasan dokter
- Kejang demam pada anak sesuai penilaian dan resep dokter
- Status epileptikus, yaitu kejang berkepanjangan yang merupakan kegawatdaruratan medis dan ditangani di fasilitas kesehatan (umumnya lewat sediaan injeksi)
- Sedasi, misalnya sebagai pramedikasi sebelum tindakan operasi
- Pemakaian terbatas dan jangka pendek untuk membantu insomnia, serta membantu meredakan gejala putus obat golongan barbiturat, hanya atas pertimbangan dokter
- Catatan: sumber acuan Indonesia (PIONAS) menyebut fenobarbital dipakai untuk semua jenis epilepsi kecuali kejang tipe absence (petit mal)
Dosis
Efek Samping
- Mengantuk, lemas, dan rasa lelah berlebihan (efek yang paling sering)
- Pusing, sakit kepala, dan gangguan keseimbangan
- Penurunan konsentrasi, daya ingat, serta perlambatan reaksi
- Gangguan koordinasi gerak (ataksia) dan bicara pelo
- Reaksi paradoks berupa gelisah, mudah marah, bingung, atau hiperaktif, terutama pada anak dan lansia
- Mual, muntah, atau tidak nafsu makan
- Ruam kulit dan reaksi alergi; ruam berat yang meluas atau disertai lepuh dan demam harus segera diperiksakan
- Gangguan suasana hati, termasuk depresi
- Pada pemakaian jangka panjang dapat terjadi kekurangan vitamin D dan folat, serta gangguan kepadatan tulang
- Depresi napas (napas melambat atau dangkal) pada dosis berlebihan atau bila digabung dengan alkohol dan obat penekan susunan saraf pusat lain, merupakan kondisi gawat darurat
- Toleransi dan ketergantungan pada pemakaian lama
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap fenobarbital maupun obat golongan barbiturat lain
- Porfiria akut intermiten
- Gangguan pernapasan berat atau depresi napas, termasuk sesak berat yang tidak terkontrol
- Gangguan fungsi hati berat
- Riwayat penyalahgunaan obat atau ketergantungan barbiturat, kecuali dengan pertimbangan dan pengawasan khusus dokter
- Kehamilan: fenobarbital umumnya dihindari karena risiko cacat bawaan, kecuali dokter menilai manfaat pengendalian kejang lebih besar daripada risikonya. Jangan menghentikan obat sendiri saat mengetahui hamil, tetapi segera hubungi dokter.
Interaksi dengan Obat Lain
- Fenobarbital adalah penginduksi enzim hati (CYP450) yang kuat, sehingga dapat mempercepat pemecahan banyak obat lain dan menurunkan efektivitasnya
- Kontrasepsi hormonal (pil KB, susuk, koyo): efektivitasnya dapat menurun sehingga risiko kehamilan meningkat; diskusikan metode kontrasepsi tambahan dengan dokter
- Warfarin dan antikoagulan oral lain: efek pengencer darah dapat berkurang sehingga risiko pembekuan meningkat
- Alkohol, opioid, benzodiazepin, obat tidur, dan antihistamin penenang: memperkuat efek sedatif dan meningkatkan risiko depresi napas yang berbahaya
- Obat antiepilepsi lain, misalnya asam valproat, fenitoin, dan karbamazepin: kadar obat dapat saling memengaruhi sehingga perlu pemantauan dokter
- Kortikosteroid, siklosporin, dan obat imunosupresan lain: kadar dan efeknya dapat menurun
- Beberapa antibiotik dan antijamur, teofilin, serta obat jantung tertentu: kadarnya dapat menurun akibat induksi enzim
- Selalu beri tahu dokter dan apoteker seluruh obat, jamu, dan suplemen yang sedang dipakai sebelum memulai fenobarbital
Peringatan Penting
- Psikotropika golongan IV: fenobarbital tercantum dalam daftar psikotropika golongan IV di Indonesia (penggolongan psikotropika diatur lewat UU No. 5 Tahun 1997 dan pembaruannya melalui Peraturan Menteri Kesehatan, termasuk Permenkes No. 31 Tahun 2023 tentang Penetapan dan Perubahan Penggolongan Psikotropika). Konsekuensinya, obat ini wajib resep dokter, peredarannya dibatasi, dan apotek wajib mencatat serta melaporkan penyerahannya. Tidak boleh dibeli bebas, dijual ulang, dibagikan kepada orang lain, atau ditebus lagi tanpa resep baru.
- Jangan mengobati diri sendiri. Kejang, epilepsi, dan gangguan tidur harus dinilai dokter terlebih dahulu; memakai fenobarbital tanpa diagnosis dan pengawasan medis berbahaya.
- Beri tahu dokter dan apoteker riwayat kesehatan Anda sebelum memakai obat ini, terutama riwayat alergi obat (khususnya barbiturat), gangguan hati atau ginjal, gangguan pernapasan seperti asma berat dan sleep apnea, porfiria, depresi atau gangguan jiwa lain, riwayat penyalahgunaan obat maupun alkohol, serta bila Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui.
- Jangan menghentikan obat secara mendadak. Penghentian tiba-tiba dapat memicu kejang putus obat sampai status epileptikus yang mengancam nyawa. Penghentian harus bertahap dan diatur dokter.
- Risiko ketergantungan, toleransi, dan penyalahgunaan pada pemakaian jangka panjang; jangan menambah dosis sendiri saat merasa obat kurang bekerja, dan simpan obat di tempat aman yang tidak terjangkau anak maupun orang lain.
- Kehamilan kategori D: berisiko menimbulkan cacat bawaan pada janin. Perempuan usia subur yang memakai fenobarbital sebaiknya merencanakan kehamilan bersama dokter dan tidak menghentikan obat sendiri saat mengetahui hamil.
- Menyusui tidak dianjurkan selama memakai fenobarbital karena obat dapat masuk ke ASI dan membuat bayi sangat mengantuk; konsultasikan dengan dokter.
- Hindari alkohol sepenuhnya dan hati-hati dengan obat penenang lain karena dapat menyebabkan depresi napas.
- Jangan menyetir atau mengoperasikan mesin sampai Anda tahu bagaimana obat ini memengaruhi kewaspadaan Anda.
- Pada pemakaian jangka panjang, dokter dapat memantau kadar obat dalam darah serta fungsi hati dan darah; ikuti jadwal kontrol yang dianjurkan.
- Segera cari pertolongan gawat darurat bila muncul napas melambat atau dangkal, bibir membiru, sangat sulit dibangunkan atau tidak sadar, ruam kulit berat yang melepuh atau disertai demam, wajah dan lidah bengkak, kulit atau mata menguning, memar dan perdarahan tidak wajar, munculnya pikiran menyakiti diri sendiri, atau kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit maupun berulang tanpa pulih kesadaran (status epileptikus).
- Fenobarbital adalah nama generik, diproduksi oleh banyak pabrik dan beredar dengan beberapa merek dagang. Sebagian merek dagang merupakan produk kombinasi dengan zat lain, sehingga komposisinya belum tentu sama dengan fenobarbital tunggal. Selalu baca komposisi pada kemasan dan tanyakan ke apoteker.
- Pastikan produk yang Anda terima memiliki nomor izin edar BPOM yang aktif. Nomor izin edar dapat dicek di cekbpom.pom.go.id. Sebagai obat keras sekaligus psikotropika, fenobarbital hanya boleh diperoleh dengan resep dokter di apotek resmi.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Fenobarbital obat apa?
Fenobarbital adalah obat antiepilepsi (antikonvulsan) golongan barbiturat kerja panjang yang dipakai untuk mengendalikan kejang, termasuk epilepsi kejang umum tonik-klonik, kejang fokal atau parsial, kejang pada bayi baru lahir, kejang demam, dan status epileptikus. Fenobarbital juga memiliki efek sedatif-hipnotik sehingga dalam pemakaian terbatas dipakai untuk sedasi, misalnya sebagai pramedikasi sebelum operasi. Sediaannya berupa tablet dan injeksi. Karena tergolong psikotropika golongan IV di Indonesia, fenobarbital wajib resep dokter dan tidak boleh dipakai sendiri tanpa penilaian medis.
Apakah fenobarbital bisa dibeli bebas di apotek?
Tidak. Fenobarbital bukan obat bebas dan bukan sekadar obat keras biasa. Obat ini termasuk psikotropika golongan IV, sehingga hanya boleh diserahkan dengan resep dokter yang sah, peredarannya dibatasi, dan apotek wajib mencatat serta melaporkan penyerahannya. Fenobarbital juga tidak boleh ditebus ulang memakai resep lama tanpa resep baru dari dokter, dan tidak boleh dipinjam atau dibeli dari orang lain maupun dari penjual daring yang tidak resmi. Sebelum menebus, pastikan produknya terdaftar dengan mengecek nomor izin edar di cekbpom.pom.go.id.
Bolehkah menghentikan fenobarbital sendiri kalau kejang sudah lama tidak muncul?
Tidak boleh. Menghentikan fenobarbital secara mendadak justru dapat memicu kejang putus obat, bahkan status epileptikus yang mengancam nyawa. Bebas kejang selama beberapa waktu biasanya berarti obatnya bekerja, bukan berarti obatnya sudah tidak dibutuhkan. Bila Anda ingin berhenti karena efek samping, biaya, atau alasan lain, bicarakan dulu dengan dokter; penghentian dilakukan bertahap dengan jadwal penurunan dosis yang diatur dokter. Hal yang sama berlaku bila Anda merasa obat kurang bekerja: jangan menaikkan dosis sendiri karena risiko ketergantungan dan depresi napas.
Obat Terkait (Antiepilepsi / Antikejang)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antiepilepsi / Antikejang — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.