Lewati ke konten
Obat BatukResep dokter

Codipront

Codipront adalah obat batuk resep yang mengandung **kodein (codeine anhydrate)** sebagai antitusif opioid dan **phenyltoloxamine** sebagai antihistamin, keduanya diformulasi sebagai **resinat lepas lambat** yang terikat pada ion-exchanger. Obat ini dipakai untuk meredakan **batuk kering (non-produktif)** yang disertai keadaan alergi: kodein menekan refleks batuk di pusat batuk otak, sementara phenyltoloxamine meredakan komponen alergi seperti gatal dan iritasi tenggorokan. Karena mengandung kodein, Codipront tergolong **narkotika golongan III** di Indonesia dan **hanya boleh diperoleh dengan resep dokter**. Codipront diproduksi oleh **PT Kimia Farma**; nomor izin edarnya dapat dicek di cekbpom.pom.go.id.

Nama generik
Codeine anhydrate + Phenyltoloxamine (keduanya dalam bentuk resinat terikat ion-exchanger, pelepasan lambat/sustained release)
Nama dagang
Codipront
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Pengobatan simtomatik batuk kering (non-produktif) yang disertai keadaan alergi
  • Menekan refleks batuk secara sentral melalui kerja kodein pada pusat batuk di susunan saraf pusat
  • Meredakan komponen alergi pada saluran napas atas, termasuk gatal dan iritasi tenggorokan, melalui kerja antihistamin phenyltoloxamine
  • Batuk kering yang mengganggu istirahat dan membutuhkan efek antitusif berdurasi panjang, karena kedua zat aktif terikat pada ion-exchanger sehingga dilepaskan lambat dan seragam (cukup 2 kali sehari)

Dosis

Dewasa
Codipront diformulasi lepas lambat sehingga umumnya cukup diminum 2 kali sehari. Jumlah kapsul atau takaran sirup untuk setiap kali minum harus mengikuti resep dokter dan petunjuk pada kemasan — jangan menentukan dosis sendiri. Kapsul ditelan utuh dengan air, jangan dibuka, dikunyah, atau digerus karena akan merusak sistem pelepasan lambatnya. Jangan menambah dosis, memperpendek jarak minum, atau memperpanjang durasi pemakaian tanpa sepengetahuan dokter, dan gunakan hanya selama keluhan batuk masih ada.
Anak
Dikontraindikasikan untuk anak berusia di bawah 12 tahun. Pada anak dan remaja usia 12-18 tahun, pemberian hanya boleh atas penilaian dan resep dokter dengan takaran persis sesuai resep serta petunjuk pada kemasan; jangan menakar sendiri dan jangan memberikan sisa obat milik orang lain kepada anak. Hindari pada anak atau remaja dengan obesitas, sleep apnea (henti napas saat tidur), atau gangguan pernapasan, serta setelah operasi amandel/adenoid, karena risiko depresi pernapasan meningkat.
Lansia
Lansia umumnya lebih sensitif terhadap efek sedasi, konstipasi, retensi urine, dan depresi pernapasan dari kodein serta efek antikolinergik antihistamin. Dosis perlu lebih hati-hati dan harus ditentukan oleh dokter, terutama bila ada gangguan ginjal, hati, paru, atau prostat.

Efek Samping

  • Mengantuk berat dan sedasi disertai penurunan kewaspadaan serta waktu reaksi
  • Pusing, sakit kepala, atau rasa melayang
  • Mulut kering, pandangan kabur, dan sulit buang air kecil (efek antikolinergik dari antihistamin)
  • Mual, muntah, dan rasa tidak nyaman di ulu hati
  • Konstipasi (sembelit), efek khas golongan opioid seperti kodein
  • Berkeringat berlebihan, wajah kemerahan, atau gatal ringan pada kulit
  • Reaksi hipersensitivitas seperti ruam, biduran, hingga bengkak pada wajah atau bibir
  • Depresi pernapasan (napas melambat, dangkal, atau berhenti) terutama pada dosis berlebih, penggunaan bersama alkohol/obat penenang, anak, dan lansia — ini kondisi gawat darurat, segera cari pertolongan medis
  • Ketergantungan fisik dan psikis (adiksi opioid) serta gejala putus obat bila digunakan dalam jangka panjang atau melebihi dosis

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Anak berusia di bawah 12 tahun
  • Ibu hamil, termasuk kehamilan aterm (menjelang persalinan)
  • Ibu menyusui, karena kodein dapat masuk ke ASI
  • Gangguan pernapasan, termasuk depresi napas dan insufisiensi pernapasan
  • Serangan asma akut
  • Keadaan koma atau penurunan kesadaran
  • Glaukoma sudut sempit
  • Hipertrofi prostat (pembesaran prostat) yang disertai kesulitan berkemih
  • Gangguan saluran pencernaan, termasuk kondisi obstruktif usus
  • Riwayat hipersensitivitas terhadap kodein, phenyltoloxamine, atau komponen lain dalam sediaan

Interaksi dengan Obat Lain

  • Alkohol — dilarang dikombinasikan dengan Codipront karena meningkatkan sedasi berat dan risiko depresi pernapasan
  • Obat penekan susunan saraf pusat lain (obat tidur, benzodiazepin/ansiolitik, antipsikotik, antidepresan sedatif, opioid lain) — memperberat kantuk dan depresi napas
  • Antihistamin sedatif lain serta obat flu/batuk bebas yang juga mengandung antihistamin — efek mengantuk bertumpuk tanpa disadari
  • Obat dengan efek antikolinergik (antispasmodik, sebagian obat parkinson, antidepresan trisiklik) — memperberat mulut kering, pandangan kabur, retensi urine, dan konstipasi
  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI) — kombinasi dengan opioid dan antihistamin berisiko reaksi berat; beri jeda sesuai arahan dokter
  • Obat antidiare atau opioid lain — meningkatkan risiko konstipasi berat hingga sumbatan usus
  • Sampaikan seluruh obat, herbal, dan suplemen yang sedang dipakai kepada dokter atau apoteker sebelum memulai Codipront

Peringatan Penting

  • Codipront mengandung kodein yang di Indonesia digolongkan sebagai Narkotika Golongan III berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009. Kemasannya bertanda HARUS DENGAN RESEP DOKTER (ON MEDICAL PRESCRIPTION ONLY), tidak boleh dijual bebas, dan peredarannya diawasi ketat BPOM serta Kemenkes.
  • Codipront bukan obat untuk swamedikasi. Jangan menggunakannya berdasarkan pengalaman orang lain, sisa resep lama, atau saran non-medis. Sampaikan riwayat alergi obat (terutama terhadap kodein/opioid atau antihistamin) serta seluruh penyakit dan obat yang sedang Anda pakai kepada dokter atau apoteker sebelum menebus resep.
  • Obat ini ditujukan untuk batuk kering (non-produktif). Menekan batuk pada batuk berdahak dapat menahan dahak di saluran napas dan memperburuk kondisi — konsultasikan jenis batuk Anda dengan dokter lebih dulu.
  • Jangan mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan pekerjaan yang menuntut kewaspadaan selama memakai Codipront karena efek mengantuknya kuat.
  • Jangan mengonsumsi alkohol atau obat penenang lain bersamaan dengan Codipront (risiko depresi napas).
  • Sebagian orang memetabolisme kodein sangat cepat (ultra-rapid metabolizer CYP2D6) sehingga kadar morfin dalam darah melonjak dan risiko depresi pernapasan meningkat tajam. Risiko ini juga lebih tinggi pada anak dan remaja dengan obesitas, sleep apnea, atau gangguan paru, serta setelah operasi amandel/adenoid.
  • Penggunaan jangka panjang atau melebihi dosis dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi opioid) dan penyalahgunaan. Jangan menambah dosis sendiri, dan jangan menghentikan pemakaian jangka panjang secara mendadak tanpa arahan dokter.
  • Segera ke fasilitas gawat darurat bila muncul napas sangat lambat atau dangkal, sulit dibangunkan, bibir/kuku membiru, atau kebingungan berat — ini tanda overdosis opioid.
  • Periksakan ke dokter bila batuk berlangsung lebih dari 1-2 minggu, disertai demam tinggi, sesak napas, penurunan berat badan, atau batuk berdarah.
  • Jangan berbagi obat ini dengan orang lain, jangan menyimpan sisa obat untuk dipakai lain waktu, dan simpan jauh dari jangkauan anak-anak dalam tempat terkunci bila memungkinkan.
  • Ada produk terpisah bernama Codipront cum Expectorant dengan komposisi dan indikasi berbeda (ditujukan untuk batuk berdahak). Pastikan Anda menerima varian yang tertulis pada resep — tanyakan ke apoteker bila ragu.
  • Pastikan produk yang Anda beli memiliki nomor izin edar BPOM yang sah dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id, dan tebus hanya di apotek resmi.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Codipront obat apa?

Codipront adalah obat batuk resep berisi kombinasi kodein (codeine anhydrate) dan phenyltoloxamine dalam bentuk resinat lepas lambat. Obat ini digunakan untuk pengobatan simtomatik batuk kering (non-produktif) yang disertai keadaan alergi. Kodein menekan refleks batuk secara sentral di pusat batuk, sedangkan phenyltoloxamine adalah antihistamin yang meredakan komponen alergi seperti gatal dan iritasi tenggorokan. Karena pelepasannya lambat, efek antitusifnya bertahan lama sehingga umumnya cukup diminum 2 kali sehari. Codipront tersedia dalam bentuk kapsul dan sirup dan diproduksi oleh PT Kimia Farma.

Apakah Codipront bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?

Tidak. Codipront mengandung kodein yang tergolong Narkotika Golongan III menurut UU No. 35 Tahun 2009, sehingga kemasannya bertanda HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Obat ini wajib ditebus dengan resep dokter asli di apotek resmi, tidak boleh dijual bebas atau lewat penjual online tanpa izin, dan peredarannya diawasi ketat oleh BPOM dan Kemenkes. Kodein juga berpotensi menimbulkan ketergantungan (adiksi opioid) bila dipakai tanpa pengawasan. Sebelum membeli, cek keaslian nomor izin edar produk di cekbpom.pom.go.id.

Bolehkah Codipront diberikan pada anak, ibu hamil, atau ibu menyusui?

Tidak boleh. Codipront dikontraindikasikan untuk anak di bawah 12 tahun, ibu hamil (termasuk hamil aterm menjelang persalinan), dan ibu menyusui. Kontraindikasi lain mencakup gangguan pernapasan, serangan asma akut, koma, glaukoma sudut sempit, hipertrofi prostat, dan gangguan saluran pencernaan. Pada anak dan remaja 12-18 tahun, pemberian hanya boleh atas penilaian dokter, dan sebaiknya dihindari bila ada obesitas, sleep apnea, atau gangguan pernapasan. Untuk dewasa, formulasi lepas lambatnya umumnya cukup diminum 2 kali sehari, namun takaran pastinya harus mengikuti resep dokter dan petunjuk pada kemasan. Bila Anda hamil, menyusui, atau mencari obat batuk untuk anak, mintalah alternatif yang aman kepada dokter atau apoteker.

Obat Terkait (Obat Batuk)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Obat Batuk — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM - Dokumen registrasi resmi Codipront (komposisi kapsul & sirup, indikasi, produsen PT Kimia Farma, penandaan HARUS DENGAN RESEP DOKTER)
  2. 2. BPOM - Cek Izin Edar Produk Obat (Cek BPOM)
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.