Lewati ke konten
DekongestanBebas (tanpa resep)

Demacolin

**Demacolin** adalah **obat flu kombinasi** yang mengandung tiga zat aktif sekaligus: **paracetamol** (penurun demam dan pereda nyeri), **pseudoefedrin HCl** (dekongestan yang melegakan hidung tersumbat), dan **klorfeniramin maleat (CTM)** (antihistamin yang menekan bersin serta hidung meler). Obat ini dipakai untuk meringankan gejala flu dan batuk-pilek, yaitu demam, sakit kepala, hidung tersumbat, hidung berair, dan bersin-bersin. Demacolin diproduksi oleh **PT Coronet Crown** dan tersedia dalam bentuk **tablet** maupun **sirup** dengan kekuatan yang berbeda, sehingga aturan pakainya tidak boleh disamakan. Golongannya adalah **obat bebas terbatas** (logo lingkaran biru) sehingga dapat dibeli tanpa resep dokter, tetapi karena mengandung **pseudoefedrin yang termasuk prekursor farmasi**, penyerahannya di apotek diatur khusus dan jumlah pembelian dapat dibatasi. Pastikan nomor izin edarnya masih aktif melalui **cekbpom.pom.go.id** sebelum membeli.

Nama generik
Paracetamol + Pseudoefedrin HCl + Klorfeniramin maleat (CTM)
Nama dagang
Demacolin
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meringankan gejala flu dan batuk-pilek (common cold) yang meliputi demam, sakit kepala, hidung tersumbat, hidung meler atau berair, dan bersin-bersin
  • Menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala serta pegal badan yang menyertai flu, melalui kandungan paracetamol
  • Melegakan hidung tersumbat dengan menyempitkan pembuluh darah pada mukosa hidung, melalui kandungan pseudoefedrin HCl
  • Mengurangi bersin-bersin dan hidung berair akibat reaksi histamin, melalui kandungan klorfeniramin maleat (CTM)
  • Bersifat simtomatik — Demacolin hanya meredakan gejala dan tidak membunuh virus penyebab flu serta bukan antibiotik

Dosis

Dewasa
Dosis lazim dewasa untuk sediaan tablet adalah 1 tablet, 3 kali sehari. Untuk sediaan sirup, kekuatan per takarannya berbeda dari tablet sehingga aturan pakainya tidak boleh disamakan — gunakan sendok takar yang disertakan dan ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan, dan hentikan pemakaian bila gejala tidak membaik dalam beberapa hari. Karena mengandung pseudoefedrin yang tergolong prekursor farmasi, apotek dapat membatasi jumlah pembelian dan mencatat data pembeli sesuai ketentuan yang berlaku.
Anak
Untuk anak usia 6-12 tahun, dosis lazim sediaan tablet adalah setengah tablet, 3 kali sehari. Untuk anak di bawah 6 tahun, atau bila menggunakan sediaan sirup, tanyakan dosis yang tepat kepada dokter atau apoteker dan ikuti petunjuk pada kemasan — kekuatan sirup berbeda dari tablet. Obat flu kombinasi sebaiknya tidak diberikan pada bayi dan balita tanpa arahan tenaga kesehatan, karena kandungan dekongestan dan antihistaminnya berisiko menimbulkan efek samping pada anak kecil.
Lansia
Tidak ada penyesuaian dosis khusus yang tercantum untuk lansia, namun pasien lanjut usia sebaiknya menggunakan dosis efektif terendah dan berkonsultasi lebih dulu dengan dokter. Lansia lebih rentan mengalami kantuk berat, pusing, dan kebingungan akibat klorfeniramin, serta lebih sensitif terhadap efek pseudoefedrin pada tekanan darah, detak jantung, dan buang air kecil (terutama bila ada pembesaran prostat).

Efek Samping

  • Mengantuk berat dan penurunan kewaspadaan — efek paling sering dari klorfeniramin maleat (CTM)
  • Mulut, hidung, dan tenggorokan terasa kering, kadang disertai pandangan sedikit kabur
  • Pusing, sakit kepala ringan, atau rasa melayang
  • Jantung berdebar (palpitasi), gelisah, gugup, atau sulit tidur akibat komponen pseudoefedrin
  • Peningkatan tekanan darah, terutama pada pasien yang sudah memiliki hipertensi
  • Gangguan saluran cerna ringan: mual, nyeri ulu hati, atau tidak nyaman di perut
  • Retensi urine atau kesulitan buang air kecil, terutama pada pria dengan pembesaran prostat
  • Reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal, atau bengkak — hentikan pemakaian dan segera cari pertolongan medis
  • Kerusakan hati (hepatotoksisitas) pada penggunaan berlebihan atau overdosis paracetamol — ini efek serius yang memerlukan penanganan gawat darurat

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Pasien dengan gangguan fungsi hati berat — kandungan paracetamol berisiko memperberat kerusakan hati
  • Pasien dengan hipertensi berat dan penyakit jantung koroner berat — komponen pseudoefedrin dapat menaikkan tekanan darah dan memacu jantung
  • Pasien yang sedang atau baru saja (dalam 14 hari terakhir) menggunakan obat golongan MAO inhibitor (antidepresan penghambat monoamin oksidase) — kombinasi ini dapat memicu krisis hipertensi
  • Pasien dengan riwayat hipersensitif atau alergi terhadap paracetamol, pseudoefedrin, klorfeniramin maleat, atau komponen lain dalam sediaan
  • Tidak dianjurkan untuk bayi dan anak di bawah usia yang tertera pada kemasan tanpa arahan dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat flu, pereda nyeri, atau penurun demam lain yang juga mengandung paracetamol — pemakaian bersamaan dapat menyebabkan dosis paracetamol berlebih dan merusak hati. Selalu baca komposisi setiap obat yang diminum
  • MAO inhibitor (antidepresan) — dilarang dikombinasikan dengan pseudoefedrin karena risiko lonjakan tekanan darah yang berbahaya
  • Alkohol — meningkatkan risiko kerusakan hati akibat paracetamol dan memperberat efek kantuk
  • Obat penenang, obat tidur, antihistamin lain, obat antikecemasan, dan obat batuk yang menimbulkan kantuk — efek sedatif saling memperkuat
  • Obat antihipertensi dan beta-blocker — pseudoefedrin dapat menurunkan efektivitas obat penurun tekanan darah
  • Antidepresan trisiklik dan obat stimulan/simpatomimetik lain (termasuk beberapa obat pelangsing dan dekongestan lain) — meningkatkan risiko efek samping jantung dan tekanan darah
  • Warfarin dan antikoagulan lain — penggunaan paracetamol dosis tinggi dalam jangka panjang dapat mempengaruhi efek pengencer darah
  • Beri tahu dokter atau apoteker tentang seluruh obat, suplemen, dan jamu yang sedang Anda konsumsi, serta riwayat alergi obat yang pernah Anda alami, sebelum memakai Demacolin

Peringatan Penting

  • Jangan mengemudi atau menjalankan mesin setelah minum Demacolin — kandungan klorfeniramin maleat menyebabkan kantuk berat dan menurunkan konsentrasi
  • Jangan menggabungkan dengan obat lain yang juga mengandung paracetamol. Melebihi dosis paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius, bahkan gagal hati. Bila terjadi kelebihan dosis, segera cari pertolongan medis meskipun belum ada keluhan
  • Waspadai tanda bahaya overdosis paracetamol: mual dan muntah berulang, nyeri perut di sisi kanan atas, lemas berat, serta kulit atau mata menguning. Gejala ini bisa muncul terlambat — segera ke IGD tanpa menunggu keluhan memberat
  • Meskipun tergolong obat bebas terbatas yang bisa dibeli tanpa resep, pseudoefedrin di dalamnya adalah prekursor farmasi yang berpotensi disalahgunakan. Penyerahannya di fasilitas pelayanan kefarmasian diatur khusus oleh BPOM, sehingga wajar bila apotek membatasi jumlah pembelian atau mencatat data pembeli. Demacolin tidak bebas dibeli dalam jumlah banyak
  • Hati-hati dan konsultasikan dulu ke dokter bila Anda memiliki hipertensi, penyakit jantung, diabetes, hipertiroid, glaukoma, atau pembesaran prostat (hipertrofi prostat) — komponen simpatomimetik dan antihistaminnya dapat memperburuk kondisi tersebut
  • Hentikan pemakaian dan periksakan diri ke dokter bila demam tidak turun lebih dari 2 hari, gejala tidak membaik dalam beberapa hari, atau muncul sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar hebat, atau ruam kulit
  • Ibu hamil dan menyusui wajib berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan Demacolin, karena obat ini merupakan kombinasi tiga zat aktif
  • Perhatikan bentuk sediaan: kekuatan tablet dan sirup berbeda, sehingga takarannya tidak boleh saling ditukar atau disamakan
  • Sebelum membeli, periksa nomor izin edar (NIE) BPOM pada kemasan melalui cekbpom.pom.go.id untuk memastikan produk terdaftar resmi dan bukan produk palsu
  • Beberapa artikel di internet menyebut Demacolin mengandung kafein. Sumber yang menurunkan datanya dari label dan registrasi BPOM hanya mencantumkan tiga zat aktif tanpa kafein. Rujuk selalu pada komposisi yang tertera di kemasan produk

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Demacolin obat apa?

Demacolin adalah obat flu kombinasi berisi paracetamol, pseudoefedrin HCl, dan klorfeniramin maleat (CTM) yang dipakai untuk meringankan gejala flu dan batuk-pilek, yaitu demam, sakit kepala, hidung tersumbat, hidung meler, dan bersin-bersin. Paracetamol menurunkan demam dan meredakan nyeri, pseudoefedrin melegakan hidung tersumbat, sedangkan klorfeniramin maleat menekan reaksi histamin penyebab bersin dan hidung berair. Obat ini diproduksi PT Coronet Crown dan tersedia dalam bentuk tablet maupun sirup. Demacolin bersifat simtomatik, artinya hanya meredakan gejala dan tidak membunuh virus penyebab flu.

Apakah Demacolin bisa dibeli tanpa resep dokter?

Ya. Demacolin termasuk golongan obat bebas terbatas yang ditandai logo lingkaran biru pada kemasan, sehingga secara aturan bisa dibeli tanpa resep dokter. Namun bukan berarti bebas dibeli sebanyak-banyaknya: kandungan pseudoefedrin di dalamnya merupakan prekursor farmasi yang berpotensi disalahgunakan, sehingga BPOM mengatur khusus penyerahannya di apotek. Wajar bila apoteker membatasi jumlah pembelian, menanyakan keperluan penggunaannya, atau mencatat data pembeli. Sebagai catatan, obat yang tergolong obat keras (logo lingkaran merah) tetap wajib dibeli dengan resep dokter — Demacolin tidak termasuk golongan tersebut.

Apa efek samping Demacolin yang paling perlu diwaspadai?

Efek yang paling sering dirasakan adalah kantuk berat akibat klorfeniramin maleat, sehingga Anda tidak boleh mengemudi atau menjalankan mesin setelah meminumnya. Efek lain yang mungkin muncul adalah mulut kering, pusing, jantung berdebar, gelisah, sulit tidur, dan kenaikan tekanan darah karena komponen pseudoefedrin. Risiko yang paling serius adalah kerusakan hati akibat kelebihan dosis paracetamol — ini bisa terjadi tanpa disadari bila Demacolin diminum bersamaan dengan obat flu atau pereda nyeri lain yang juga mengandung paracetamol, jadi selalu baca komposisi setiap obat. Segera ke IGD bila muncul mual muntah berulang, nyeri perut kanan atas, atau kulit dan mata menguning. Konsultasikan lebih dulu ke dokter bila Anda punya hipertensi, penyakit jantung, diabetes, hipertiroid, glaukoma, atau pembesaran prostat, sebutkan riwayat alergi obat Anda, dan pastikan nomor izin edarnya terdaftar dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id.

Obat Terkait (Dekongestan)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Dekongestan — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Medicastore — Demacolin Tablet (komposisi, nomor izin edar BPOM, dan produsen)
  2. 2. BPOM — Siaran pers pengelolaan obat dan bahan obat di fasilitas pelayanan kefarmasian (termasuk obat bebas terbatas mengandung prekursor farmasi)
  3. 3. Cek BPOM — Cek nomor izin edar obat terdaftar

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.