Hufagesic
Hufagesic adalah obat berisi **paracetamol (asetaminofen)** yang dipakai untuk **menurunkan demam** dan **meredakan nyeri ringan sampai sedang**, seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot dan sendi yang menyertai flu atau pasca-vaksinasi, serta nyeri haid. Obat ini diproduksi PT Gratia Husada Farma (HUFA) dan termasuk **Obat Bebas** (logo lingkaran hijau), sehingga bisa dibeli tanpa resep. Hufagesic bukan golongan **NSAID** dan komposisinya **tunggal** — hanya paracetamol, bukan kombinasi. Perlu diketahui, halaman produk resmi produsen kini menampilkan nama **Hufagripp Demam**, jadi kemasan yang Anda temukan bisa saja bertuliskan nama tersebut dengan zat aktif yang sama.
- Nama generik
- Paracetamol (asetaminofen)
- Nama dagang
- Hufagesic
Indikasi (Untuk apa)
- Menurunkan demam (antipiretik) pada berbagai kondisi, termasuk demam karena infeksi dan demam setelah vaksinasi
- Meredakan nyeri ringan sampai sedang: sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri sehari-hari lainnya
- Meredakan nyeri otot dan sendi yang menyertai influenza atau penyakit akibat infeksi
- Meredakan dismenore (nyeri haid)
- Meredakan gejala nyeri dan demam yang menyertai flu/pilek
Dosis
Efek Samping
- Pada dosis yang tepat, paracetamol umumnya ditoleransi baik dan efek samping jarang terjadi
- Mual, muntah, atau rasa tidak nyaman di perut
- Reaksi alergi: ruam kulit, gatal, biduran (urtikaria)
- Jarang: reaksi kulit berat seperti Stevens-Johnson Syndrome atau nekrolisis epidermal toksik — hentikan obat dan segera ke IGD bila muncul ruam melepuh, kulit mengelupas, atau luka di mulut/mata
- Jarang: gangguan darah seperti trombositopenia atau agranulositosis pada pemakaian jangka panjang
- Pada dosis berlebih: kerusakan hati (hepatotoksisitas) yang bisa serius dan mengancam nyawa, sering tanpa gejala jelas pada 24 jam pertama
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitif/alergi terhadap paracetamol atau komponen lain dalam sediaan
- Penderita gangguan fungsi hati berat atau penyakit hati aktif
- Hindari penggunaan bersamaan dengan obat lain yang juga mengandung paracetamol karena risiko overdosis kumulatif
Interaksi dengan Obat Lain
- Obat flu, batuk, pereda nyeri, atau obat sakit kepala lain yang juga mengandung paracetamol/asetaminofen — risiko overdosis tanpa disadari; selalu baca komposisi tiap produk
- Alkohol — meningkatkan risiko kerusakan hati; hindari minum alkohol selama memakai obat ini
- Warfarin dan antikoagulan kumarin lain — pemakaian paracetamol rutin jangka panjang dapat meningkatkan efek pengencer darah, sehingga perlu pemantauan INR
- Obat penginduksi enzim hati seperti rifampisin, isoniazid, karbamazepin, fenitoin, dan fenobarbital — dapat meningkatkan risiko toksisitas hati
- Metoklopramid dan domperidon dapat mempercepat penyerapan paracetamol; kolestiramin dapat mengurangi penyerapannya
- Beri tahu dokter atau apoteker mengenai semua obat, herbal, dan suplemen yang sedang Anda konsumsi
Peringatan Penting
- Jangan melebihi dosis maksimum yang tertera pada kemasan. Overdosis paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati permanen bahkan kematian, dan gejalanya sering baru muncul setelah beberapa hari
- Bila diduga terjadi overdosis, segera ke IGD meskipun penderita masih tampak sehat — penanganan dini sangat menentukan
- Jangan mengonsumsi bersama produk lain yang mengandung paracetamol (banyak obat flu dan pereda nyeri kombinasi mengandungnya)
- Bila demam tidak membaik dalam 3 hari atau nyeri tidak membaik dalam 5 hari, hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter
- Hati-hati pada penderita penyakit hati, penyakit ginjal, peminum alkohol, orang dengan berat badan sangat rendah, atau yang sedang kurang makan/puasa berkepanjangan
- Segera cari pertolongan medis bila demam disertai kejang, kaku leher, sesak napas, ruam yang meluas, kesadaran menurun, atau dehidrasi
- Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat alergi obat, khususnya terhadap paracetamol, dan hentikan pemakaian bila muncul ruam, bengkak, atau sesak napas setelah minum obat
- Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat apa pun, termasuk paracetamol
- Perhatikan penamaan: kemasan produk ini dapat tertulis Hufagripp Demam dengan isi paracetamol yang sama. Jangan tertukar dengan varian Hufagripp lain (misalnya untuk pilek atau batuk-pilek) yang komposisinya dapat berupa kombinasi beberapa zat aktif dan berbeda — selalu baca komposisi pada kemasan
- Pastikan produk yang Anda beli terdaftar resmi dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id. Hufagesic termasuk Obat Bebas sehingga dapat dibeli tanpa resep, tetapi bila keluhan berlanjut atau memberat tetap periksakan diri ke dokter
- Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Hufagesic obat apa?
Hufagesic adalah obat dengan kandungan tunggal paracetamol (asetaminofen) yang berfungsi sebagai penurun demam (antipiretik) sekaligus pereda nyeri ringan sampai sedang (analgesik). Obat ini biasa dipakai untuk demam, sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot dan sendi yang menyertai flu atau setelah vaksinasi, serta nyeri haid. Hufagesic diproduksi oleh PT Gratia Husada Farma (HUFA) dan termasuk golongan Obat Bebas dengan logo lingkaran hijau, sehingga dapat dibeli tanpa resep dokter. Tersedia dalam bentuk kaplet 500 mg, sirup, dan drop untuk bayi. Perlu dicatat, halaman produk resmi produsen kini memakai nama Hufagripp Demam, jadi jangan bingung bila menemukan kemasan dengan nama tersebut — kandungannya tetap paracetamol yang sama.
Apakah Hufagesic sama dengan Hufagripp?
Tidak selalu, dan ini penting untuk diperhatikan. Halaman produk resmi Hufagesic kini menampilkan judul Hufagripp Demam, dan sejumlah apotek daring mendaftarkannya sebagai Hufagesic/Hufagripp Demam — keduanya berisi paracetamol saja, jadi untuk varian ini isinya memang sama. Namun Hufagripp punya varian lain, misalnya untuk pilek atau batuk-pilek, yang komposisinya dapat berupa kombinasi beberapa zat aktif dan bukan paracetamol tunggal. Karena itu jangan berasumsi semua produk bernama Hufagripp isinya sama. Selalu baca komposisi pada kemasan sebelum meminumnya, terutama agar Anda tidak tanpa sadar mengonsumsi paracetamol dari dua produk sekaligus. Bila ragu, tanyakan kepada apoteker dan cek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.
Berapa lama Hufagesic boleh diminum dan apa bahayanya bila kelebihan dosis?
Sebagai obat bebas, Hufagesic ditujukan untuk pemakaian jangka pendek. Bila demam tidak membaik dalam 3 hari atau nyeri tidak membaik dalam 5 hari, hentikan pemakaian dan periksakan diri ke dokter, karena keluhan yang menetap bisa menandakan masalah yang butuh penanganan lain. Ikuti aturan pakai pada kemasan dan jangan melebihi dosis maksimum di sana; sebagai acuan umum, total paracetamol untuk orang dewasa dibatasi 4.000 mg per hari dari semua produk yang diminum. Bahaya utamanya adalah kerusakan hati (hepatotoksisitas) bila dosis terlampaui — risiko ini lebih tinggi pada peminum alkohol dan penderita gangguan hati. Kelebihan dosis paling sering terjadi tanpa disadari karena pasien meminum beberapa obat flu atau pereda nyeri yang sama-sama mengandung paracetamol. Bila diduga terjadi overdosis, segera ke IGD walaupun belum ada gejala.
Obat Terkait (Analgesik / Antipiretik)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Analgesik / Antipiretik — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.