Lewati ke konten
Analgesik / AntipiretikBebas (tanpa resep)

Iremax

**Iremax** adalah obat **pereda nyeri** sekaligus **penurun demam** yang mengandung kombinasi **Ibuprofen 200 mg** dan **Paracetamol 350 mg** per tablet. Iremax digunakan untuk meringankan **nyeri ringan sampai sedang** seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan nyeri haid, serta menurunkan **demam**. Iremax termasuk golongan **Obat Bebas Terbatas** dan diproduksi oleh PT Guardian Pharmatama.

Nama generik
Ibuprofen + Paracetamol
Nama dagang
Iremax
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 29 Juni 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meringankan nyeri ringan sampai sedang seperti sakit kepala dan sakit gigi
  • Meredakan nyeri otot dan nyeri sendi
  • Mengurangi nyeri haid (dismenore)
  • Meredakan nyeri setelah pembedahan atau pencabutan gigi
  • Menurunkan demam

Dosis

Dewasa
Ikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter/apoteker. Obat pereda nyeri golongan ini umumnya diminum sesudah makan untuk mengurangi risiko gangguan lambung dan digunakan dalam jangka pendek. Jangan melebihi dosis yang tertera pada label.
Anak
Penggunaan pada anak sebaiknya atas anjuran dokter. Jangan memberikan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu; ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter.
Lansia
Pasien lanjut usia lebih rentan terhadap efek samping saluran cerna dan ginjal; gunakan dosis efektif terendah dalam waktu sesingkat mungkin dan konsultasikan dengan dokter.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna seperti mual, nyeri ulu hati, kembung, atau nyeri lambung
  • Risiko tukak atau perdarahan lambung pada penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi
  • Pusing atau sakit kepala
  • Reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal, atau bengkak
  • Pada penggunaan berlebihan, kandungan paracetamol dapat mengganggu fungsi hati

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi terhadap ibuprofen, paracetamol, atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID) lain seperti aspirin
  • Penderita tukak lambung atau perdarahan saluran cerna aktif
  • Gangguan fungsi hati atau ginjal yang berat
  • Riwayat serangan asma, urtikaria, atau reaksi alergi setelah menggunakan aspirin/NSAID
  • Kehamilan trimester ketiga

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lain atau aspirin dapat meningkatkan risiko iritasi dan perdarahan lambung
  • Obat pengencer darah (antikoagulan seperti warfarin) dapat meningkatkan risiko perdarahan
  • Obat antihipertensi dan diuretik dapat berkurang efeknya bila digunakan bersama ibuprofen
  • Produk lain yang juga mengandung paracetamol sebaiknya dihindari agar tidak melebihi dosis paracetamol harian
  • Kortikosteroid dan antidepresan golongan SSRI dapat menambah risiko perdarahan saluran cerna

Peringatan Penting

  • Selalu periksa nomor izin edar BPOM produk di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli.
  • Jangan dikonsumsi bersamaan dengan obat lain yang mengandung paracetamol atau ibuprofen untuk menghindari overdosis.
  • Gunakan dalam jangka pendek; bila nyeri atau demam menetap lebih dari beberapa hari, hentikan dan konsultasikan ke dokter.
  • Hati-hati pada penderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, hati, atau riwayat sakit maag.
  • Hindari alkohol karena meningkatkan risiko gangguan lambung dan hati.
  • Untuk ibu hamil (terutama trimester ketiga) dan menyusui, gunakan hanya atas anjuran dokter.
  • Sebagai Obat Bebas Terbatas, perhatikan tanda peringatan pada kemasan; bila ragu tanyakan apoteker.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori C - hati-hati

Pertanyaan Umum

Iremax obat apa?

Iremax adalah obat pereda nyeri sekaligus penurun demam yang berisi kombinasi Ibuprofen 200 mg dan Paracetamol 350 mg per tablet. Obat ini digunakan untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang seperti sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, dan nyeri haid, serta menurunkan demam. Iremax diproduksi oleh PT Guardian Pharmatama dan termasuk golongan Obat Bebas Terbatas.

Apakah Iremax termasuk obat keras yang butuh resep dokter?

Tidak. Iremax termasuk golongan Obat Bebas Terbatas (lingkaran biru dengan tanda peringatan), sehingga dapat dibeli tanpa resep dokter. Meski begitu, gunakan sesuai petunjuk pada kemasan, jangan berlebihan, dan tanyakan apoteker bila ragu. Pastikan juga nomor izin edarnya terdaftar di BPOM melalui cekbpom.pom.go.id.

Apa efek samping dan hal yang perlu diperhatikan saat memakai Iremax?

Karena mengandung ibuprofen, Iremax dapat menimbulkan keluhan lambung seperti mual, nyeri ulu hati, atau maag, terutama bila diminum saat perut kosong; sebaiknya diminum sesudah makan. Kandungan paracetamol yang berlebihan dapat mengganggu fungsi hati, jadi hindari mengonsumsi bersama obat lain yang juga mengandung paracetamol atau ibuprofen. Bila keluhan menetap lebih dari beberapa hari, hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter.

Iremax diminum berapa kali sehari dan berapa dosisnya?

Menurut halaman resmi produsen Guardian Pharmatama, dosis dewasa Iremax adalah 1 tablet, 3-4 kali sehari bila diperlukan, diminum sesudah makan. Angka yang sama dicantumkan KlikDokter, Halodoc, dan K24Klik, jadi jangan melebihi 4 tablet sehari. Sebagai aturan umum obat golongan ibuprofen, beri jarak minimal 4-6 jam antar dosis. Frasa bila diperlukan berarti Iremax bukan obat berjadwal tetap seperti antibiotik, jadi hentikan begitu nyeri atau demam reda; bila keluhan tidak membaik, tanyakan dokter atau apoteker.

Apakah Iremax aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui?

Tidak, sebaiknya dihindari. Kehamilan tercantum sebagai kontraindikasi pada data produk Iremax di Medicastore, dan K24Klik memasukkan ibu hamil maupun ibu menyusui ke daftar kontraindikasi. Alasannya, kandungan ibuprofen termasuk OAINS yang pada trimester ketiga berisiko menutup dini duktus arteriosus janin serta menambah risiko perdarahan saat persalinan. Bila ibu hamil atau menyusui membutuhkan pereda nyeri dan demam, sumber menyarankan produk paracetamol tunggal, dan sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu ke dokter.

Bolehkah minum Iremax saat demam berdarah (DBD)?

Tidak boleh. KlikDokter mencantumkan larangan itu langsung pada kontraindikasi Iremax, yaitu tidak digunakan bagi penderita DBD, dan HonestDocs menyatakan hal serupa. Sebabnya, kandungan ibuprofen (OAINS) menghambat fungsi trombosit dan mengiritasi lambung, sehingga memperbesar risiko perdarahan pada pasien dengue yang trombositnya sudah menurun. Penurun demam yang dinilai aman pada DBD adalah paracetamol tunggal. Bila demam disertai bintik merah, mimisan, atau gusi berdarah, segera periksa ke dokter untuk cek trombosit.

Apakah Iremax boleh diminum anak-anak dan mulai umur berapa?

Iremax tidak dianjurkan untuk anak di bawah 12 tahun tanpa anjuran dokter. Halodoc menyebut batas usia ini dengan alasan risiko gangguan hati, Medicastore mencantumkan batasan yang sama, dan K24Klik bahkan memasukkan anak 12 tahun ke bawah sebagai kontraindikasi. Iremax adalah tablet kombinasi dosis dewasa yang kandungannya tidak dapat disesuaikan dengan berat badan anak, dan angka dosis anak di sumber sekunder pun saling berbeda. Untuk anak, konsultasikan ke dokter; umumnya dipakai sirup paracetamol atau ibuprofen tunggal.

Berapa harga Iremax di apotek?

Dari pantauan listing apotek online pada Agustus 2026, Iremax umumnya berkisar Rp13.000-Rp18.000 per strip isi 10 tablet (sekitar Rp1.400-Rp1.800 per tablet), sementara KlikDokter mencatat rentang lebih lebar, yaitu Rp10.000-Rp25.000 per strip. Harga berbeda di tiap apotek, kota, dan marketplace serta dapat berubah sewaktu-waktu, jadi angka ini bukan harga resmi. Iremax dijual per strip maupun dus isi 10 strip; belilah di apotek resmi dan cocokkan nomor izin edar DTL9708009410A1 pada kemasan.

Obat Terkait (Analgesik / Antipiretik)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Analgesik / Antipiretik — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Guardian Pharmatama — Halaman resmi produk Iremax (Ibuprofen 200 mg + Paracetamol 350 mg)
  2. 2. Cek BPOM — Verifikasi nomor izin edar obat
  3. 3. PIONAS BPOM — Pusat Informasi Obat Nasional

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.