Lewati ke konten
Obat BatukBebas (tanpa resep)

Intunal

Intunal adalah **obat flu kombinasi** produksi PT Meprofarm yang berisi lima zat aktif: **paracetamol** (penurun demam dan pereda nyeri), **phenylpropanolamine HCl** (dekongestan pelega hidung tersumbat), **dexchlorpheniramine maleate** (antihistamin untuk bersin dan hidung meler), **dextromethorphan HBr** (penekan refleks batuk), serta **glyceryl guaiacolate/guaifenesin** (ekspektoran pengencer dahak). Obat ini dipakai untuk meredakan gejala **flu dan common cold** yang disertai batuk. Intunal termasuk golongan **Obat Bebas Terbatas** (lingkaran biru), jadi bisa dibeli tanpa resep tetapi tetap ada aturan pakai dan tanda peringatan yang wajib dibaca. Tersedia dalam beberapa varian dengan kekuatan berbeda: **Intunal kaplet**, **Intunal F atau Intunal Forte tablet** (kekuatan lebih tinggi, untuk gejala flu yang disertai batuk berdahak), dan **Intunal sirup** untuk anak. Selalu cek nomor izin edar di cekbpom.pom.go.id sebelum membeli.

Nama generik
Paracetamol, Phenylpropanolamine HCl, Dexchlorpheniramine maleate, Dextromethorphan HBr, dan Glyceryl guaiacolate (guaifenesin)
Nama dagang
Intunal
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Meredakan gejala flu dan common cold (selesma) secara bersamaan dalam satu sediaan
  • Menurunkan demam serta meredakan sakit kepala dan pegal-pegal yang menyertai flu (kerja paracetamol)
  • Melegakan hidung tersumbat akibat pembengkakan selaput lendir hidung (kerja phenylpropanolamine HCl sebagai dekongestan)
  • Mengurangi bersin-bersin dan hidung meler/pilek (kerja dexchlorpheniramine maleate sebagai antihistamin)
  • Menekan refleks batuk yang mengganggu melalui pusat batuk di otak (kerja dextromethorphan HBr)
  • Membantu mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan (kerja glyceryl guaiacolate/guaifenesin), sehingga varian Intunal F ditujukan untuk gejala flu yang disertai batuk berdahak

Dosis

Dewasa
Kekuatan tiap varian Intunal berbeda (kaplet, tablet F/Forte, dan sirup), sehingga aturan minumnya juga tidak sama. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter dan jangan melebihi dosis maksimal sehari yang tertera. Obat ini sebaiknya hanya dipakai selama gejala flu masih ada, bukan diminum rutin jangka panjang. Karena mengandung paracetamol, jangan digabung dengan obat flu, obat sakit kepala, atau obat penurun demam lain yang juga mengandung paracetamol untuk menghindari overdosis paracetamol yang dapat merusak hati.
Anak
Untuk anak tersedia sediaan Intunal sirup. Takaran harus mengikuti petunjuk pada kemasan sesuai kelompok usia atau anjuran dokter, dan diukur memakai sendok takar yang disertakan, bukan sendok makan biasa. Obat flu kombinasi yang mengandung dekongestan (phenylpropanolamine) dan antihistamin seperti ini tidak dianjurkan untuk anak di bawah 6 tahun. Konsultasikan ke dokter atau apoteker lebih dulu sebelum memberikan Intunal pada anak.
Lansia
Lansia lebih rentan terhadap efek kantuk berat, bingung, retensi urin, dan kenaikan tekanan darah dari kombinasi antihistamin dan dekongestan di dalam Intunal. Pemakaian sebaiknya atas pertimbangan dokter, terutama bila ada riwayat hipertensi, penyakit jantung, pembesaran prostat, atau glaukoma. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter dan mulai dengan dosis serendah mungkin yang efektif.

Efek Samping

  • Mengantuk dan penurunan kewaspadaan, efek paling sering dari kandungan dexchlorpheniramine maleate
  • Mulut kering, tenggorokan kering, dan mata terasa kering
  • Pusing, sakit kepala ringan, atau rasa melayang
  • Penglihatan sedikit kabur
  • Mual, muntah, nyeri ulu hati, atau gangguan pencernaan ringan
  • Sulit tidur, gelisah, jantung berdebar, atau gemetar akibat efek stimulan phenylpropanolamine HCl
  • Kenaikan tekanan darah, terutama pada orang yang sudah punya hipertensi
  • Sulit buang air kecil atau retensi urin, terutama pada pria dengan pembesaran prostat
  • Sembelit
  • Reaksi alergi seperti ruam, gatal, atau bengkak pada wajah dan bibir (jarang, hentikan pemakaian dan segera ke dokter)
  • Kerusakan hati akibat overdosis paracetamol bila dosis dilampaui atau digabung dengan obat lain yang juga mengandung paracetamol (jarang tetapi serius)
  • Reaksi kulit berat dan gangguan darah seperti agranulositosis (sangat jarang, terkait paracetamol)

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi/hipersensitivitas terhadap paracetamol, phenylpropanolamine, dexchlorpheniramine, dextromethorphan, guaifenesin, atau komponen lain dalam produk
  • Penderita hipertensi (tekanan darah tinggi), termasuk hipertensi berat dan tidak terkontrol
  • Penderita hipertiroid (kelenjar tiroid terlalu aktif)
  • Penyakit jantung berat, penyakit jantung koroner, atau gangguan irama jantung
  • Penderita glaukoma sudut tertutup
  • Penderita retensi urin atau pembesaran prostat (hipertrofi prostat)
  • Gangguan fungsi hati berat atau gangguan ginjal berat
  • Sedang atau baru saja (dalam 14 hari terakhir) menggunakan obat golongan MAOI
  • Anak di bawah 6 tahun, karena obat flu kombinasi dengan dekongestan dan antihistamin tidak dianjurkan pada kelompok usia ini

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat flu, obat batuk, atau pereda nyeri lain yang mengandung paracetamol - risiko overdosis paracetamol dan kerusakan hati; jangan diminum bersamaan
  • Alkohol - meningkatkan risiko kerusakan hati dari paracetamol dan memperberat kantuk
  • Obat golongan MAOI (termasuk yang baru dihentikan kurang dari 14 hari) - kombinasi dengan phenylpropanolamine dan dextromethorphan berisiko krisis hipertensi dan sindrom serotonin; kontraindikasi
  • Antidepresan SSRI/SNRI dan obat serotonergik lain - bersama dextromethorphan meningkatkan risiko sindrom serotonin
  • Obat penenang, obat tidur, obat anti-kecemasan, antihistamin lain, dan obat penekan sistem saraf pusat lainnya - efek kantuk berlebihan saling menguatkan
  • Obat antihipertensi (termasuk beta-blocker dan metildopa) - efeknya dapat dilawan oleh dekongestan phenylpropanolamine sehingga tekanan darah kembali naik
  • Obat simpatomimetik lain (dekongestan lain, obat pelangsing, stimulan) - menambah risiko jantung berdebar dan lonjakan tekanan darah
  • Warfarin dan antikoagulan oral - pemakaian paracetamol rutin jangka panjang dapat meningkatkan efek pengencer darah
  • Obat antikolinergik (misalnya obat spasme saluran cerna atau antidepresan trisiklik) - memperberat mulut kering, sembelit, dan retensi urin

Peringatan Penting

  • Jangan mengemudi atau menjalankan mesin setelah minum Intunal karena kandungan antihistaminnya menyebabkan kantuk dan menurunkan konsentrasi
  • Jangan minum bersama obat lain yang juga mengandung paracetamol - overdosis paracetamol bisa menyebabkan kerusakan hati serius meski gejalanya baru muncul setelah beberapa hari
  • Hindari alkohol selama memakai obat ini
  • Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda punya riwayat alergi obat, terutama terhadap paracetamol, antihistamin, atau komponen lain di dalam Intunal
  • Intunal hanya meredakan gejala, tidak menyembuhkan infeksi penyebab flu dan bukan pengganti antibiotik
  • Hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter bila demam tidak membaik dalam 3 hari, batuk berlanjut lebih dari 1 minggu, atau gejala justru memberat
  • Segera ke dokter bila muncul sesak napas, nyeri dada, batuk berdarah, demam sangat tinggi, kejang, atau penurunan kesadaran - ini bukan gejala flu biasa
  • Kandungan phenylpropanolamine (PPA) pernah ditarik oleh otoritas obat Amerika Serikat pada tahun 2000 karena kaitannya dengan stroke perdarahan, terutama pada pemakaian dosis tinggi sebagai obat pelangsing. BPOM RI tidak menarik PPA di Indonesia; PPA tetap diizinkan sebagai dekongestan pada obat flu dan batuk dengan batas maksimal 15 mg per takaran sekali pakai, hanya untuk indikasi hidung tersumbat, dan tidak pernah disetujui sebagai obat pelangsing di Indonesia. Karena itu obat flu ber-PPA wajib mencantumkan peringatan tidak boleh dipakai penderita hipertensi dan hipertiroid
  • Kandungan dextromethorphan termasuk zat yang rawan disalahgunakan. BPOM sudah membatalkan izin edar dekstrometorfan sediaan tunggal sejak 2013; sediaan kombinasi seperti Intunal tetap legal, tetapi tetap hanya boleh dipakai sesuai dosis dan tidak boleh diminum berlebihan di luar tujuan pengobatan karena berisiko keracunan, halusinasi, dan gangguan jantung
  • Hati-hati pada penderita asma, PPOK, diabetes, gangguan hati atau ginjal, dan lansia - konsultasikan ke dokter atau apoteker lebih dulu
  • Ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak memakai obat flu kombinasi ini tanpa persetujuan dokter, karena kandungan dekongestan dan antihistaminnya
  • Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari jangkauan anak-anak
  • Meskipun Intunal termasuk Obat Bebas Terbatas yang bisa dibeli tanpa resep, obat lain yang mungkin diresepkan bersamaan bisa termasuk obat keras yang wajib memakai resep dokter. Pastikan produk yang Anda beli asli dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Intunal obat apa?

Intunal adalah obat flu kombinasi buatan PT Meprofarm yang berisi lima zat aktif sekaligus: paracetamol untuk menurunkan demam dan meredakan sakit kepala, phenylpropanolamine HCl sebagai dekongestan pelega hidung tersumbat, dexchlorpheniramine maleate sebagai antihistamin untuk bersin dan hidung meler, dextromethorphan HBr untuk menekan batuk, dan glyceryl guaiacolate (guaifenesin) untuk mengencerkan dahak. Jadi Intunal dipakai untuk meredakan gejala flu dan common cold yang disertai batuk, bukan untuk menyembuhkan penyebab infeksinya. Intunal terdaftar sebagai Obat Bebas Terbatas (lingkaran biru) sehingga dapat dibeli tanpa resep, namun aturan pakai dan tanda peringatan di kemasan wajib diikuti. Cek keaslian dan nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.

Apa bedanya Intunal biasa, Intunal F/Forte, dan Intunal sirup?

Ketiganya adalah varian dari rangkaian obat flu kombinasi yang sama; yang membedakan terutama kekuatan dosis dan bentuk sediaannya. Intunal kaplet memakai kadar paracetamol yang lebih rendah. Intunal F atau Intunal Forte tablet adalah varian berkekuatan lebih tinggi dan ditujukan untuk gejala flu yang disertai batuk berdahak. Intunal sirup adalah sediaan cair yang ditujukan untuk anak. Karena kekuatan dan komposisi tiap varian bisa berbeda, jangan menyamakan aturan minum antar varian - baca komposisi dan petunjuk pada kemasan atau ikuti resep dokter, dan pastikan varian yang Anda beli sesuai dengan yang dimaksud.

Benarkah Intunal berbahaya karena mengandung PPA dan dextromethorphan?

Intunal masih beredar resmi dan tidak ditarik BPOM. Soal PPA (phenylpropanolamine): otoritas obat Amerika Serikat memang menarik produk ber-PPA pada tahun 2000 karena kaitan dengan stroke perdarahan, terutama pada pemakaian dosis tinggi sebagai obat pelangsing. BPOM RI tidak menarik PPA di Indonesia; PPA tetap diizinkan sebagai dekongestan obat flu dengan batas maksimal 15 mg per takaran sekali pakai, hanya untuk hidung tersumbat, dan tidak pernah disetujui sebagai obat pelangsing. Konsekuensinya, obat ini tidak boleh dipakai penderita hipertensi dan hipertiroid serta tidak dianjurkan untuk anak di bawah 6 tahun. Soal dextromethorphan: BPOM membatalkan izin edar dekstrometorfan sediaan tunggal sejak 2013 karena rawan disalahgunakan, tetapi sediaan kombinasi seperti Intunal tetap legal. Selama dipakai sesuai dosis, pada orang tanpa kontraindikasi, obat ini relatif aman - masalah muncul saat dosis dilampaui, diminum berlebihan di luar tujuan pengobatan, atau digabung dengan obat lain yang juga mengandung paracetamol. Bila ragu, tanyakan ke apoteker atau dokter.

Obat Terkait (Obat Batuk)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Obat Batuk — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Produk BPOM (verifikasi nomor izin edar obat)
  2. 2. BPOM RI - Keterangan pers tentang obat flu dan batuk yang mengandung Phenylpropanolamine (PPA)
  3. 3. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional Indonesia

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.