Lorazepam
Lorazepam adalah obat keras golongan **benzodiazepin** dengan zat aktif tunggal **lorazepam**, yang digunakan untuk mengatasi **gangguan kecemasan (ansietas)**, **insomnia** yang berkaitan dengan cemas atau stres jangka pendek, **sedasi/premedikasi** sebelum tindakan operasi, serta sebagai **antikejang** pada kejang akut. Obat ini bekerja dengan memperkuat kerja neurotransmiter **GABA** di sistem saraf pusat sehingga menimbulkan efek menenangkan, membuat kantuk, meredakan kejang, dan melemaskan otot. Di Indonesia lorazepam berstatus **Psikotropika Golongan IV**, sehingga hanya boleh diperoleh dengan **resep dokter asli** dan ditebus di apotek atau instalasi farmasi rumah sakit — bukan di toko online atau marketplace.
- Nama generik
- Lorazepam
- Nama dagang
- Lorazepam, Ativan, Merlopam, Loxipaz, Renaquil
Indikasi (Untuk apa)
- Penanganan jangka pendek gangguan kecemasan (ansietas), termasuk ansietas yang menyertai gejala depresi, sesuai penilaian dokter
- Insomnia yang berkaitan dengan ansietas atau stres jangka pendek, digunakan seminimal mungkin dan tidak untuk pemakaian rutin jangka panjang
- Sedasi dan premedikasi sebelum tindakan operasi atau prosedur medis, serta bantuan pada induksi anestesi di fasilitas kesehatan
- Sebagai antikonvulsan pada kejang akut dan status epileptikus, diberikan oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan
- Penanganan agitasi akut di bawah pengawasan dokter
- Catatan penting: penggunaan untuk ansietas dan insomnia dibatasi jangka pendek — umumnya maksimal sekitar 2-4 minggu termasuk masa penurunan dosis (tapering) — karena risiko toleransi dan ketergantungan
Dosis
Efek Samping
- Mengantuk, lemas, dan rasa lelah berlebihan — efek paling sering terjadi, terutama pada awal terapi
- Pusing, sakit kepala, dan gangguan keseimbangan atau langkah tidak stabil (ataksia)
- Bicara pelo atau cadel, reaksi melambat, dan penurunan kemampuan konsentrasi
- Gangguan daya ingat (amnesia anterograde), yaitu sulit mengingat kejadian setelah minum obat
- Mulut kering, mual, atau gangguan pencernaan ringan
- Penglihatan kabur atau ganda
- Penurunan gairah seksual dan gangguan fungsi seksual
- Reaksi paradoks (lebih jarang): justru menjadi gelisah, agitasi, mudah marah, atau agresif — lebih sering pada lansia dan anak; segera hubungi dokter bila terjadi
- Depresi napas (napas melambat atau dangkal) — risiko meningkat tajam bila digunakan bersama opioid atau alkohol; ini kondisi gawat darurat
- Gejala putus obat (withdrawal) bila dihentikan mendadak: cemas memberat, sulit tidur, gemetar, berkeringat, jantung berdebar, hingga kejang
- Reaksi alergi (jarang): ruam, gatal, bengkak pada wajah/bibir/lidah, atau sesak napas — hentikan obat dan cari pertolongan medis segera
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Hipersensitivitas (alergi) terhadap lorazepam atau benzodiazepin lain
- Miastenia gravis
- Glaukoma sudut sempit akut
- Insufisiensi pernapasan berat dan penyakit paru berat dengan gangguan napas
- Sleep apnea berat (henti napas saat tidur)
- Gangguan hati berat
- Keracunan akut alkohol, obat tidur, opioid, atau obat penekan sistem saraf pusat lainnya
Interaksi dengan Obat Lain
- Opioid (mis. kodein, tramadol, morfin): kombinasi berisiko menimbulkan sedasi dalam, depresi napas, koma, hingga kematian — hanya boleh bila benar-benar diperlukan dan diawasi ketat oleh dokter
- Alkohol: memperkuat efek penekan sistem saraf pusat secara berbahaya — hindari sepenuhnya selama terapi
- Obat penekan sistem saraf pusat lain: obat tidur lain, antipsikotik, antidepresan, antihistamin yang menyebabkan kantuk, dan obat anestesi — efek kantuk dan depresi napas bertambah
- Klozapin: kombinasi dengan benzodiazepin dilaporkan dapat menyebabkan sedasi berat, hipotensi, dan henti napas
- Asam valproat dan probenesid: dapat meningkatkan kadar lorazepam dalam darah sehingga dokter mungkin menurunkan dosis
- Teofilin dan aminofilin: dapat mengurangi efek menenangkan lorazepam
- Obat antikejang lain dan relaksan otot: efek sedasi serta risiko jatuh dapat meningkat
- Beritahu dokter dan apoteker tentang seluruh obat resep, obat bebas, jamu, dan suplemen yang sedang digunakan sebelum memulai lorazepam
Peringatan Penting
- Lorazepam adalah obat keras berstatus Psikotropika Golongan IV di Indonesia. Obat ini hanya dapat ditebus dengan resep dokter asli di apotek atau instalasi farmasi rumah sakit, wajib dicatat dan dilaporkan, serta tidak boleh dijual bebas atau lewat marketplace/toko online. Penawaran lorazepam tanpa resep di internet adalah ilegal dan berisiko produk palsu.
- Jangan melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi) dengan lorazepam. Keluhan cemas atau sulit tidur harus dinilai dokter atau psikiater lebih dulu, karena dapat disebabkan kondisi lain yang penanganannya berbeda.
- Risiko ketergantungan fisik dan psikologis nyata, bahkan pada pemakaian dosis terapi dalam beberapa minggu. Gunakan hanya selama periode yang ditentukan dokter, jangan menambah dosis sendiri, dan jangan memakai obat ini di luar tujuan yang diresepkan (risiko penyalahgunaan).
- Jangan menghentikan lorazepam secara mendadak. Penghentian tiba-tiba dapat memicu sindrom putus obat yang berbahaya, termasuk kejang. Penghentian harus bertahap (tapering) di bawah pengawasan dokter.
- Hindari mengemudi, mengoperasikan mesin, atau bekerja di ketinggian selama terapi, karena obat menyebabkan kantuk, perlambatan reaksi, dan gangguan koordinasi.
- Jangan mengonsumsi alkohol selama menggunakan lorazepam, dan jangan menggabungkannya dengan obat golongan opioid (mis. kodein, tramadol, morfin) atau obat penenang lain tanpa pengawasan dokter, karena kombinasi tersebut dapat menyebabkan depresi napas yang fatal.
- Beri tahu dokter dan apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi obat, khususnya terhadap lorazepam atau benzodiazepin lain (mis. diazepam, alprazolam), serta seluruh penyakit yang sedang atau pernah diderita, sebelum obat ini diresepkan.
- Hati-hati pada lansia karena risiko jatuh, patah tulang, dan kebingungan meningkat; hati-hati pula pada penderita gangguan hati, gangguan ginjal, penyakit paru, riwayat penyalahgunaan zat, dan depresi dengan pikiran bunuh diri.
- Konsultasikan ke dokter bila sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui — benzodiazepin dapat berisiko bagi janin dan bayi, dan lorazepam dapat masuk ke ASI.
- Obat ini hanya untuk pasien yang namanya tertulis pada resep. Jangan memberikan atau meminjamkan lorazepam kepada orang lain, dan simpan di tempat aman yang tidak terjangkau anak.
- Pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM dan periksa keasliannya di cekbpom.pom.go.id sebelum digunakan.
- Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi, diagnosis, atau resep dokter. Segera cari pertolongan medis darurat bila muncul napas melambat atau dangkal, sangat sulit dibangunkan atau tidak sadar, kejang, reaksi alergi berat (bengkak wajah/bibir/lidah, sesak napas), atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Lorazepam obat apa?
Lorazepam adalah obat keras golongan benzodiazepin dengan zat aktif tunggal lorazepam. Obat ini dipakai untuk mengatasi gangguan kecemasan (ansietas), insomnia yang berkaitan dengan cemas atau stres jangka pendek, sedasi atau premedikasi sebelum operasi, serta sebagai antikejang pada kejang akut dan penanganan agitasi akut. Cara kerjanya adalah memperkuat kerja GABA di sistem saraf pusat sehingga otak menjadi lebih tenang. Di Indonesia lorazepam termasuk Psikotropika Golongan IV dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Sediaan tablet yang umum beredar adalah 0,5 mg, 1 mg, dan 2 mg, dengan merek dagang antara lain Ativan, Merlopam, Loxipaz, dan Renaquil selain versi generiknya.
Apakah lorazepam bisa dibeli bebas tanpa resep?
Tidak boleh. Lorazepam berstatus Psikotropika Golongan IV sehingga penyerahannya wajib memakai resep dokter asli dan hanya dilakukan di apotek atau instalasi farmasi rumah sakit dengan pencatatan serta pelaporan khusus. Penjualan lorazepam secara bebas, termasuk lewat marketplace atau toko online, adalah ilegal dan berisiko produk palsu atau kadar zat aktif yang tidak sesuai. Bila Anda merasa membutuhkan obat penenang, langkah yang benar adalah berkonsultasi dengan dokter atau psikiater, bukan membeli sendiri. Sebelum menggunakan produk apa pun, pastikan nomor izin edarnya terdaftar dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id.
Apa yang terjadi kalau lorazepam dihentikan mendadak atau dipakai jangka panjang?
Pemakaian jangka panjang dapat menimbulkan toleransi (efek terasa berkurang) serta ketergantungan fisik dan psikologis. Karena itu penggunaan untuk ansietas dan insomnia umumnya dibatasi jangka pendek, sekitar 2-4 minggu termasuk masa penurunan dosis. Bila dihentikan mendadak, dapat muncul sindrom putus obat berupa cemas yang memberat, sulit tidur, gemetar, berkeringat, jantung berdebar, hingga kejang yang berbahaya. Penghentian harus dilakukan bertahap di bawah pengawasan dokter. Selama terapi, hindari alkohol dan jangan mengombinasikan dengan opioid tanpa pengawasan medis karena berisiko depresi napas yang bisa fatal, serta hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin.
Obat Terkait (Ansiolitik / Penenang)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Ansiolitik / Penenang — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.