Neurosanbe
Neurosanbe adalah **suplemen vitamin neurotropik** produksi PT Sanbe Farma yang berisi kombinasi **vitamin B1 (tiamin mononitrat)**, **vitamin B6 (piridoksin HCl)**, dan **vitamin B12 (sianokobalamin)**. Produk ini dipakai untuk mengatasi **kekurangan vitamin B1, B6, dan B12** serta membantu meredakan keluhan **gangguan saraf tepi (neuropati perifer)** seperti kesemutan, kebas, pegal otot, neuritis, neuralgia, dan beri-beri. Sediaan tabletnya termasuk **obat bebas** (lingkaran hijau), tetapi kandungan vitamin B6-nya tergolong **dosis tinggi** sehingga tidak untuk diminum terus-menerus tanpa batas waktu.
- Nama generik
- Vitamin B1 (Tiamin mononitrat) 100 mg + Vitamin B6 (Piridoksin HCl) 200 mg + Vitamin B12 (Sianokobalamin) 200 mcg
- Nama dagang
- Neurosanbe
Indikasi (Untuk apa)
- Mengatasi dan mencegah kekurangan (defisiensi) vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12
- Membantu meredakan keluhan gangguan saraf tepi (neuropati perifer) seperti kesemutan, kebas/baal, dan rasa terbakar pada tangan maupun kaki
- Terapi penunjang pada neuritis dan neuralgia (nyeri akibat gangguan saraf)
- Membantu mengurangi keluhan pegal otot yang berkaitan dengan kekurangan vitamin B kompleks
- Terapi penunjang pada beri-beri, yaitu penyakit akibat kekurangan vitamin B1 (tiamin)
- Melengkapi kebutuhan vitamin neurotropik yang berperan pada metabolisme dan regenerasi jaringan saraf tepi maupun pusat
Dosis
Efek Samping
- Mual, rasa tidak nyaman pada lambung, atau nyeri ulu hati, terutama bila diminum saat perut kosong
- Muntah atau diare ringan
- Sakit kepala dan rasa mengantuk
- Reaksi alergi seperti gatal, ruam, atau biduran (jarang)
- Reaksi alergi berat (anafilaksis) dengan gejala sesak napas serta bengkak pada wajah, bibir, atau lidah — sangat jarang, namun butuh pertolongan medis segera
- Penggunaan vitamin B6 dosis tinggi dalam jangka panjang dapat memicu neuropati perifer sensorik — justru muncul kesemutan, kebas, atau gangguan keseimbangan, yaitu keluhan yang semula ingin diobati
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat hipersensitivitas (alergi) terhadap tiamin, piridoksin, sianokobalamin, atau komponen lain dalam produk
- Pasien yang sedang menjalani terapi levodopa tanpa kombinasi karbidopa/benserazid untuk penyakit Parkinson, karena vitamin B6 dosis tinggi dapat menurunkan efektivitas levodopa
- Pasien dengan penyakit Leber (Leber's hereditary optic neuropathy) atau ambliopia tembakau, karena sianokobalamin dapat memperberat kerusakan saraf optik
Interaksi dengan Obat Lain
- Levodopa — vitamin B6 dosis tinggi mempercepat perubahan levodopa di luar otak sehingga efek obat Parkinson berkurang. Hindari penggunaan bersamaan tanpa persetujuan dokter.
- Obat antiepilepsi seperti fenitoin dan fenobarbital — vitamin B6 dapat menurunkan kadar obat ini dalam darah sehingga kejang berisiko kambuh
- Kloramfenikol — dapat mengganggu respons pengobatan anemia yang seharusnya membaik dengan vitamin B12
- Suplemen atau multivitamin lain yang juga mengandung vitamin B6 — berisiko membuat asupan vitamin B6 total menjadi berlebihan
- Beritahu dokter atau apoteker tentang semua obat, herbal, dan suplemen yang sedang Anda pakai sebelum mengonsumsi Neurosanbe
Peringatan Penting
- Neurosanbe adalah payung merek dengan beberapa varian yang komposisinya berbeda. Varian tablet dasar berisi vitamin B1, B6, dan B12 dan berstatus obat bebas; varian Neurosanbe 5000 memiliki takaran vitamin B12 yang jauh lebih tinggi; varian injeksi hanya boleh diberikan tenaga kesehatan dengan resep dokter. Selalu baca label kemasan yang Anda beli, jangan mengira semuanya sama.
- Neurosanbe Plus BUKAN suplemen vitamin biasa. Varian ini mengandung metampiron (metamizole), sebuah obat pereda nyeri golongan obat keras yang wajib dengan resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk mengobati diri sendiri. Metamizole berisiko menyebabkan agranulositosis (penurunan drastis sel darah putih) yang jarang tetapi bisa berakibat fatal, dan zat ini sudah ditarik dari peredaran di sejumlah negara. Informasi pada halaman ini tidak berlaku untuk Neurosanbe Plus.
- Kandungan vitamin B6 (piridoksin) 200 mg per tablet pada produk dasar tergolong dosis tinggi, jauh di atas kebutuhan vitamin B6 harian orang dewasa. Karena itu produk ini bukan untuk diminum setiap hari tanpa batas waktu — ikuti aturan pakai pada kemasan atau anjuran dokter.
- Pemakaian vitamin B6 dosis tinggi dalam jangka panjang (berbulan-bulan) berisiko menimbulkan kerusakan saraf tepi. Bila Anda merasa membutuhkan terapi lebih lama, hal itu harus dalam pengawasan dokter.
- Kesemutan dan kebas dapat menjadi tanda penyakit lain seperti diabetes, gangguan tiroid, saraf terjepit, gangguan penyerapan vitamin B12, atau anemia. Suplemen ini tidak menggantikan pemeriksaan dokter untuk mencari penyebab utamanya.
- Segera hentikan pemakaian dan cari pertolongan medis bila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, bengkak pada wajah, bibir, atau lidah, ruam luas, pingsan, atau bila kesemutan, kebas, dan gangguan keseimbangan justru memberat selama pemakaian.
- Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda memiliki riwayat alergi obat atau vitamin, sedang hamil atau menyusui, memiliki gangguan ginjal atau hati, menderita epilepsi, atau merupakan pasien Parkinson yang memakai levodopa.
- Pastikan produk yang Anda beli memiliki nomor izin edar BPOM yang masih berlaku. Anda dapat memeriksanya secara gratis di cekbpom.pom.go.id dengan mengetikkan nama produk atau nomor registrasi pada kemasan. Untuk varian yang berstatus obat keras (injeksi dan Neurosanbe Plus), pembelian wajib menggunakan resep dokter dan tidak boleh dipakai untuk mengobati diri sendiri.
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Neurosanbe obat apa?
Neurosanbe adalah suplemen vitamin neurotropik dari PT Sanbe Farma yang berisi kombinasi vitamin B1 (tiamin mononitrat), vitamin B6 (piridoksin HCl), dan vitamin B12 (sianokobalamin). Produk ini digunakan untuk mengatasi kekurangan vitamin B1, B6, dan B12 serta membantu meredakan keluhan gangguan saraf tepi seperti kesemutan, kebas, pegal otot, neuritis, neuralgia, dan beri-beri. Sediaan tabletnya termasuk obat bebas sehingga dapat dibeli tanpa resep, tetapi sediaan injeksi dan varian Neurosanbe Plus termasuk obat keras yang wajib dengan resep dokter dan tidak boleh dipakai sendiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Apakah Neurosanbe aman diminum setiap hari dalam jangka panjang?
Tidak dianjurkan tanpa pengawasan dokter. Kandungan vitamin B6 sebesar 200 mg per tablet pada produk dasar tergolong dosis tinggi, jauh di atas kebutuhan harian vitamin B6 orang dewasa. Konsumsi vitamin B6 dosis tinggi dalam jangka panjang (berbulan-bulan) justru berisiko menyebabkan neuropati perifer sensorik — yaitu kesemutan, kebas, dan gangguan keseimbangan, keluhan yang semula ingin diobati. Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan, dan bila keluhan tidak membaik dalam beberapa minggu, periksakan diri ke dokter untuk mencari penyebab sebenarnya, misalnya diabetes atau saraf terjepit.
Apa bedanya Neurosanbe biasa, Neurosanbe 5000, dan Neurosanbe Plus?
Ketiganya berbeda komposisi dan status golongan obat. Neurosanbe tablet (produk dasar) berisi vitamin B1, B6, dan B12 serta berstatus obat bebas. Neurosanbe 5000 juga berisi ketiga vitamin tersebut, tetapi dengan takaran vitamin B12 yang jauh lebih tinggi — periksa komposisi persisnya pada label kemasan. Sementara itu Neurosanbe Plus mengandung tambahan metampiron (metamizole), yaitu pereda nyeri golongan obat keras yang wajib dengan resep dokter dan berisiko menimbulkan agranulositosis. Sediaan injeksi juga termasuk obat keras dan hanya boleh diberikan oleh tenaga kesehatan. Selalu baca label kemasan dan verifikasi nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.
Obat Terkait (Suplemen & Vitamin)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Suplemen & Vitamin — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.