Lewati ke konten
AntibiotikResep dokter

Solpenox

Solpenox adalah **antibiotik** berisi zat aktif **amoxicillin (amoxicillin trihydrate)**, golongan **penisilin (aminopenisilin/beta-laktam)**, yang dipakai untuk mengobati **infeksi bakteri** yang peka terhadap amoxicillin, seperti infeksi saluran pernapasan (tonsilitis, faringitis, sinusitis, bronkitis, pneumonia), otitis media, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi gigi, serta infeksi saluran cerna. Solpenox diproduksi **PT Solas Langgeng Sejahtera** dan beredar dalam bentuk **kaplet 500 mg** serta **sirup kering 125 mg/5 mL**. Solpenox adalah produk **amoxicillin tunggal** (tidak mengandung asam klavulanat) dan berstatus **obat keras berlogo lingkaran merah huruf K**, sehingga hanya boleh dibeli dan digunakan dengan **resep dokter**.

Nama generik
Amoxicillin (amoxicillin trihydrate)
Nama dagang
Solpenox
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan bakteri peka, seperti tonsilitis, faringitis streptokokus, dan sinusitis
  • Infeksi saluran pernapasan bawah, seperti bronkitis dan pneumonia akibat bakteri yang sensitif terhadap amoxicillin
  • Otitis media (infeksi telinga tengah)
  • Infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri peka terhadap amoxicillin
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak akibat bakteri yang sensitif
  • Infeksi gigi dan abses gigi
  • Infeksi saluran cerna yang disebabkan bakteri peka
  • Gonore akut tanpa komplikasi
  • Profilaksis endokarditis pada pasien berisiko tinggi yang menjalani prosedur gigi, sesuai penilaian dokter
  • Solpenox tidak berguna untuk flu, batuk pilek biasa, atau infeksi virus lain karena antibiotik hanya bekerja pada infeksi bakteri

Dosis

Dewasa
Dosis lazim amoxicillin untuk dewasa dan anak dengan berat badan di atas 20 kg adalah 250-500 mg tiap 8 jam, disesuaikan dengan berat ringannya infeksi; untuk gonore akut umumnya diberikan 3 g sebagai dosis tunggal. Solpenox tersedia dalam bentuk kaplet 500 mg dan sirup kering 125 mg/5 mL. Angka di atas hanyalah gambaran umum: dosis, frekuensi, dan lama pengobatan yang berlaku untuk Anda ditentukan dokter sesuai jenis infeksi, fungsi ginjal, dan kondisi klinis. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, minum pada jam yang teratur dengan jarak waktu yang sama (sekitar tiap 8 jam), dan habiskan antibiotik sampai selesai meskipun keluhan sudah membaik agar bakteri tidak menjadi kebal.
Anak
Untuk anak dengan berat badan di bawah 20 kg, dosis lazim amoxicillin adalah 20-40 mg/kgBB per hari yang dibagi menjadi tiga kali pemberian tiap 8 jam, biasanya memakai sediaan sirup kering 125 mg/5 mL. Takaran pastinya harus dihitung dokter berdasarkan berat badan, usia, dan jenis infeksi anak, jadi jangan menakar sendiri atau meniru resep anak lain. Sirup kering wajib dilarutkan lebih dahulu dengan air matang sampai tanda batas pada botol, dikocok sebelum setiap kali dipakai, dan gunakan sendok takar bawaan, bukan sendok makan biasa. Masa simpan sirup setelah dilarutkan terbatas, karena itu ikuti petunjuk penyimpanan yang tertera pada label produk atau tanyakan kepada apoteker, dan buang sisa sirup bila sudah melewati batas tersebut.
Lansia
Lansia umumnya memakai dosis dewasa, tetapi dokter perlu menurunkan dosis atau memperpanjang jarak minum bila ada gangguan fungsi ginjal, karena amoxicillin sebagian besar dibuang melalui ginjal. Sampaikan pula semua obat rutin yang sedang diminum, misalnya obat pengencer darah, agar dokter dapat menilai risiko interaksi. Jangan menyesuaikan dosis sendiri; ikuti resep dokter.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna: mual, muntah, nyeri ulu hati, dan diare (efek samping yang paling sering)
  • Ruam kulit, gatal, atau biduran (urtikaria)
  • Kandidiasis atau infeksi jamur, misalnya sariawan jamur di mulut dan keputihan akibat perubahan flora normal tubuh
  • Lidah terasa berbulu kehitaman (black hairy tongue) atau perubahan rasa di mulut
  • Sakit kepala dan rasa lemas
  • Reaksi alergi berat (anafilaksis) yang jarang tetapi gawat darurat: bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, sesak napas, ruam luas, dan penurunan kesadaran. Segera cari pertolongan medis darurat
  • Diare berat dan berkepanjangan disertai lendir atau darah yang dapat menandakan kolitis terkait antibiotik (Clostridioides difficile), bisa muncul bahkan setelah pengobatan selesai
  • Jarang: gangguan fungsi hati, penurunan sel darah (anemia, trombositopenia, leukopenia), serta reaksi kulit berat seperti Stevens-Johnson Syndrome

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap amoxicillin, penisilin lain, atau antibiotik beta-laktam, termasuk pernah mengalami ruam berat, bengkak, atau sesak setelah memakai penisilin
  • Riwayat reaksi alergi berat terhadap sefalosporin atau beta-laktam lain, karena ada kemungkinan reaksi silang
  • Riwayat gangguan hati atau kuning (ikterus kolestatik) yang pernah terjadi akibat pemakaian amoxicillin sebelumnya
  • Pemakaian tanpa indikasi infeksi bakteri, misalnya untuk flu, batuk pilek, atau demam akibat virus, karena tidak bermanfaat dan justru memicu resistensi

Interaksi dengan Obat Lain

  • Allopurinol: kombinasi dengan amoxicillin meningkatkan kemungkinan munculnya ruam kulit
  • Probenesid: memperlambat pembuangan amoxicillin lewat ginjal sehingga kadar obat dalam darah meningkat
  • Metotreksat: amoxicillin dapat menurunkan pengeluaran metotreksat dan menambah risiko efek toksiknya
  • Antikoagulan oral seperti warfarin: efek pengencer darah dapat meningkat sehingga risiko perdarahan naik dan perlu pemantauan
  • Kontrasepsi oral (pil KB): efektivitasnya berpotensi menurun, terutama bila muncul diare atau muntah selama pengobatan; pertimbangkan metode kontrasepsi tambahan setelah berdiskusi dengan dokter
  • Antibiotik bakteriostatik seperti tetrasiklin, kloramfenikol, atau makrolida dapat mengurangi efek amoxicillin bila diberikan bersamaan
  • Amoxicillin dapat menyebabkan hasil positif palsu pada tes gula dalam urine yang memakai metode non-enzimatik; beri tahu petugas laboratorium bahwa Anda sedang memakai antibiotik ini

Peringatan Penting

  • Solpenox adalah obat keras (logo lingkaran merah huruf K) yang wajib dibeli dan digunakan dengan resep dokter. Jangan melakukan swamedikasi, jangan membeli sisa antibiotik orang lain, dan jangan memakai stok lama tanpa pemeriksaan dokter.
  • Peringatan alergi penisilin sangat penting: sebelum memakai Solpenox, beri tahu dokter bila Anda pernah mengalami ruam, gatal, bengkak, atau sesak napas setelah minum amoxicillin, ampisilin, penisilin, atau sefalosporin. Reaksi anafilaksis dapat mengancam jiwa dan membutuhkan pertolongan darurat.
  • Antibiotik hanya bekerja pada infeksi bakteri. Solpenox tidak menyembuhkan flu, batuk pilek, atau demam karena virus. Pemakaian yang tidak tepat mempercepat resistensi antibiotik sehingga infeksi di kemudian hari lebih sulit diobati.
  • Habiskan seluruh antibiotik sesuai anjuran dokter, meski demam dan nyeri sudah hilang di hari kedua atau ketiga. Menghentikan sendiri di tengah jalan membuat bakteri yang tersisa lebih kebal.
  • Segera hubungi dokter bila muncul diare hebat, berair, atau berdarah selama maupun beberapa minggu setelah pengobatan, karena bisa menandakan kolitis terkait antibiotik. Jangan meminum obat antidiare penghambat gerak usus (antimotilitas, misalnya loperamid) tanpa saran dokter.
  • Beri tahu dokter bila Anda memiliki gangguan ginjal, gangguan hati, mononukleosis infeksiosa (demam kelenjar), atau riwayat asma dan alergi berat. Pada mononukleosis, amoxicillin sering memicu ruam kulit luas.
  • Bentuk sirup kering harus direkonstitusi dengan air matang sesuai tanda batas botol, dikocok sebelum dipakai, dan disimpan sesuai petunjuk pada label karena stabilitasnya terbatas setelah dilarutkan. Jangan menyimpan sisa sirup melewati batas waktu yang tertera.
  • Untuk ibu hamil dan menyusui, amoxicillin termasuk antibiotik yang relatif sering dipakai, tetapi penggunaannya tetap harus atas pertimbangan dan resep dokter.
  • Sebelum membeli, pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM yang sah dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id. Hindari membeli antibiotik dari penjual online tidak resmi atau tanpa resep, karena berisiko produk palsu maupun kedaluwarsa.
  • Simpan di tempat kering, sejuk, terlindung dari cahaya matahari langsung, dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Kategori B - relatif aman

Pertanyaan Umum

Solpenox obat apa?

Solpenox adalah antibiotik dengan zat aktif amoxicillin (amoxicillin trihydrate) dari golongan penisilin. Obat ini dipakai untuk mengatasi infeksi bakteri yang peka terhadap amoxicillin, misalnya infeksi saluran pernapasan atas dan bawah (tonsilitis, faringitis streptokokus, sinusitis, bronkitis, pneumonia), otitis media, infeksi saluran kemih, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi gigi, infeksi saluran cerna, serta gonore akut. Solpenox diproduksi PT Solas Langgeng Sejahtera dalam bentuk kaplet 500 mg dan sirup kering 125 mg/5 mL, berisi amoxicillin tunggal tanpa asam klavulanat. Statusnya obat keras, jadi hanya boleh digunakan dengan resep dokter, dan nomor izin edarnya sebaiknya dicek di cekbpom.pom.go.id.

Apakah Solpenox bisa diminum untuk flu, batuk, atau demam biasa?

Tidak. Solpenox berisi amoxicillin, yang hanya bekerja melawan bakteri, sedangkan flu, batuk pilek, dan sebagian besar radang tenggorokan ringan disebabkan virus. Meminum antibiotik untuk infeksi virus tidak mempercepat kesembuhan, tetap berisiko menimbulkan efek samping seperti diare dan ruam, serta mempercepat resistensi antibiotik sehingga infeksi berikutnya lebih sulit diobati. Hanya dokter yang dapat menentukan apakah keluhan Anda memang infeksi bakteri yang perlu antibiotik. Jika dokter meresepkan Solpenox, minumlah sesuai jadwal dan habiskan sampai selesai, jangan disimpan untuk sakit berikutnya.

Apa yang harus diperhatikan kalau saya punya riwayat alergi obat?

Beri tahu dokter dan apoteker sebelum memakai Solpenox bila Anda pernah mengalami ruam, gatal, bengkak pada wajah atau bibir, maupun sesak napas setelah minum amoxicillin, ampisilin, penisilin, atau antibiotik sefalosporin. Riwayat hipersensitivitas terhadap penisilin merupakan kontraindikasi, karena ada risiko reaksi anafilaksis yang dapat mengancam jiwa. Jika selama pengobatan muncul ruam yang meluas, bengkak di wajah atau tenggorokan, sesak napas, atau pusing berat, hentikan obat dan cari pertolongan medis darurat. Sampaikan juga bila Anda memiliki gangguan ginjal atau hati, sedang hamil atau menyusui, dan sebutkan seluruh obat lain yang sedang diminum agar dokter dapat menilai risiko interaksi.

Obat Terkait (Antibiotik)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antibiotik — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Referensi Medis

  1. 1. BPOM RI - Cek Nomor Izin Edar Produk Obat (Cek BPOM)
  2. 2. PIONAS BPOM - Pusat Informasi Obat Nasional: amoksisilin (antibiotik golongan penisilin)
  3. 3. KlikDokter - Solpenox: komposisi amoxicillin 500 mg dan 125 mg/5 mL, golongan obat keras, produsen PT Solas Langgeng Sejahtera

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.