Lewati ke konten
AntibiotikResep dokter

Tiamfenikol

Tiamfenikol adalah **antibiotik golongan amfenikol** (analog kloramfenikol) yang dipakai untuk mengobati **infeksi bakteri** seperti **demam tifoid dan paratifoid (tifus)**, **gonore (kencing nanah)**, serta infeksi saluran napas, saluran cerna, saluran kemih-kelamin, dan saluran empedu. Obat ini bekerja **menghambat sintesis protein bakteri** dengan berikatan pada subunit ribosom 50S, sehingga bakteri berhenti berkembang biak. Tiamfenikol termasuk **Obat Keras** (lingkaran merah huruf K) dan **hanya boleh digunakan dengan resep dokter**. Tiamfenikol **tidak efektif untuk infeksi virus** seperti flu dan pilek biasa.

Nama generik
Thiamphenicol (ejaan Indonesia: Tiamfenikol)
Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 9 Agustus 2026

Indikasi (Untuk apa)

  • Demam tifoid dan paratifoid (tifus) akibat bakteri Salmonella yang peka terhadap tiamfenikol
  • Gonore (kencing nanah) tanpa komplikasi dan sejumlah infeksi menular seksual lain
  • Infeksi saluran napas yang disebabkan bakteri peka, misalnya bronkitis bakterial
  • Infeksi saluran cerna akibat bakteri yang sensitif terhadap tiamfenikol
  • Infeksi saluran kemih dan kelamin oleh kuman yang peka
  • Infeksi hepatobilier (saluran empedu) oleh bakteri yang peka
  • Catatan penting: tiamfenikol tidak berguna untuk flu, pilek, atau infeksi virus lain, dan tidak boleh dipakai sebagai obat demam serbaguna

Dosis

Dewasa
Dosis dewasa yang umum digunakan adalah 500 mg tiap 8 jam (sekitar 1,5 gram per hari dibagi beberapa kali minum), dan pada infeksi berat dokter dapat menaikkannya hingga sekitar 3 gram per hari. Angka ini hanya gambaran umum: dosis dan lama terapi ditentukan dokter sesuai jenis dan berat infeksi. Ikuti petunjuk pada kemasan atau resep dokter, minum pada jam yang teratur setiap hari, dan habiskan seluruh antibiotik meski gejala sudah membaik agar bakteri tidak menjadi kebal.
Anak
Pada anak, acuan yang lazim dipakai adalah 30-50 mg per kg berat badan per hari dibagi 3-4 dosis, biasanya dalam bentuk sediaan cair yang harus disiapkan sesuai petunjuk pada kemasan. Dosis anak wajib dihitung dokter atau apoteker berdasarkan berat badan; jangan menakar sendiri atau memakai sisa obat anggota keluarga lain.
Lansia
Tidak ada penyesuaian dosis khusus yang baku untuk lansia, tetapi karena fungsi ginjal sering menurun seiring usia, dokter perlu menilai fungsi ginjal sebelum menentukan dosis. Ikuti dosis yang tertulis pada resep dan jangan menambah sendiri.

Efek Samping

  • Gangguan saluran cerna: mual, muntah, nyeri perut, dan diare
  • Rasa tidak enak di mulut atau nafsu makan menurun
  • Sakit kepala dan lemas
  • Supresi sumsum tulang yang bergantung dosis dan umumnya reversibel, berupa anemia, penurunan sel darah putih (leukopenia), atau penurunan trombosit (trombositopenia) — risiko ini meningkat pada pemakaian dosis tinggi atau jangka panjang
  • Reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal, dan bengkak; segera hentikan obat dan cari pertolongan bila muncul sesak napas atau bengkak di wajah/bibir
  • Diare berat atau berdarah yang muncul selama atau setelah terapi antibiotik perlu segera diperiksakan ke dokter
  • Pertumbuhan berlebih jamur atau bakteri yang tidak peka pada pemakaian lama, misalnya sariawan jamur

Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)

  • Riwayat alergi (hipersensitivitas) terhadap tiamfenikol, kloramfenikol, atau antibiotik golongan amfenikol lain
  • Pasien dengan gangguan sumsum tulang atau kelainan darah berat, seperti anemia aplastik dan penurunan sel darah yang bermakna
  • Gangguan fungsi hati atau ginjal berat, kecuali bila dokter menilai manfaatnya lebih besar dan melakukan penyesuaian dosis serta pemantauan
  • Kehamilan, karena tiamfenikol menembus plasenta — penggunaan hanya bila dokter menilai benar-benar diperlukan
  • Bayi baru lahir dan bayi prematur, kecuali atas pertimbangan dan pengawasan ketat dokter

Interaksi dengan Obat Lain

  • Obat lain yang juga menekan sumsum tulang, misalnya obat kemoterapi (sitostatika) dan sebagian imunosupresan — kombinasi meningkatkan risiko gangguan sel darah
  • Antibiotik bakterisid seperti golongan penisilin: secara teori efeknya dapat saling mengurangi karena tiamfenikol bersifat bakteriostatik; kombinasi hanya atas pertimbangan dokter
  • Vaksin hidup seperti vaksin tifoid oral dapat menjadi kurang efektif bila diberikan bersamaan dengan antibiotik ini
  • Beri tahu dokter atau apoteker tentang semua obat, jamu, dan suplemen yang sedang Anda konsumsi sebelum memulai tiamfenikol

Peringatan Penting

  • Tiamfenikol adalah Obat Keras (lingkaran merah dengan huruf K) — wajib dengan resep dokter, tidak boleh dibeli bebas atau dipakai atas inisiatif sendiri, dan tidak boleh dibagikan ke orang lain meski gejalanya terasa mirip
  • Jangan menghentikan obat sebelum waktunya meski merasa sudah sembuh; terapi yang tidak tuntas memicu resistensi antibiotik
  • Sebagai analog kloramfenikol, tiamfenikol dapat menekan sumsum tulang. Pada terapi jangka panjang atau dosis tinggi, dokter biasanya meminta pemeriksaan darah lengkap berkala
  • Sebagian besar tiamfenikol dibuang lewat ginjal dalam bentuk utuh, sehingga pada gangguan fungsi ginjal dosis perlu disesuaikan — hanya dokter yang boleh menentukan penyesuaian ini
  • Sampaikan lebih dulu kepada dokter bila Anda punya riwayat alergi obat, kelainan darah, gangguan hati atau ginjal, sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui
  • Tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena menembus plasenta; ibu menyusui sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter
  • Segera hubungi dokter bila selama pengobatan muncul demam yang tidak membaik, memar atau perdarahan tidak biasa, sariawan berulang, tubuh sangat pucat dan lemas, atau diare berat/berdarah — ini bisa menjadi tanda gangguan sel darah atau komplikasi lain
  • Pastikan produk yang Anda beli terdaftar resmi: cek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id. Nomor izin edar obat generik biasanya berawalan GKL, yang berarti obat generik golongan obat keras produksi dalam negeri
  • Simpan pada suhu ruang, terlindung dari cahaya dan lembap, serta jauh dari jangkauan anak. Sediaan cair yang sudah disiapkan mengikuti batas waktu simpan pada kemasan

Kategori Ibu Hamil (FDA)

Belum diklasifikasi

Pertanyaan Umum

Tiamfenikol obat apa?

Tiamfenikol adalah antibiotik golongan amfenikol, satu keluarga dengan kloramfenikol, yang dipakai untuk mengobati infeksi bakteri. Indikasi utamanya adalah demam tifoid dan paratifoid (tifus), gonore (kencing nanah) tanpa komplikasi, serta infeksi saluran napas, saluran cerna, saluran kemih-kelamin, dan saluran empedu yang disebabkan bakteri peka. Cara kerjanya adalah menghambat pembentukan protein bakteri melalui ikatan pada subunit ribosom 50S sehingga bakteri tidak bisa berkembang biak. Nama Tiamfenikol sendiri bukan merek dagang, melainkan ejaan Indonesia untuk zat aktif thiamphenicol; produknya beredar sebagai obat generik dari berbagai pabrik dan juga dengan beberapa nama dagang. Tiamfenikol termasuk Obat Keras dan hanya boleh dipakai dengan resep dokter.

Apakah Tiamfenikol bisa dipakai untuk flu, batuk pilek, atau demam biasa?

Tidak. Tiamfenikol adalah antibiotik yang hanya bekerja pada bakteri, sedangkan flu dan batuk pilek biasa hampir selalu disebabkan virus. Meminum tiamfenikol untuk keluhan virus tidak mempercepat kesembuhan, tetapi tetap membawa risiko efek samping dan mendorong resistensi antibiotik. Demam juga bukan tanda otomatis adanya infeksi bakteri. Karena itu, penggunaannya harus berdasarkan penilaian dan resep dokter, bukan atas dasar gejala yang mirip dengan pengalaman sebelumnya atau saran orang lain.

Apakah Tiamfenikol aman dan bagaimana memastikan produknya terdaftar BPOM?

Tiamfenikol beredar di Indonesia sebagai obat keras dalam bentuk generik maupun bermerek, dan setiap produk yang sah memiliki nomor izin edar BPOM pada kemasannya. Cara paling aman adalah mengecek sendiri nomor izin edar produk yang Anda beli di cekbpom.pom.go.id serta membelinya di apotek resmi dengan resep dokter. Soal keamanan, tiamfenikol umumnya ditoleransi baik pada terapi singkat, tetapi karena merupakan analog kloramfenikol, obat ini dapat menekan sumsum tulang secara bergantung dosis sehingga memerlukan pemantauan darah pada pemakaian jangka panjang atau dosis tinggi. Obat ini juga tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan memerlukan penyesuaian dosis pada gangguan ginjal. Diskusikan riwayat alergi, kondisi kesehatan, dan obat lain yang Anda konsumsi dengan dokter sebelum memulai terapi.

Obat Terkait (Antibiotik)

Lihat daftar lengkap di indeks obat.

Kondisi yang Umumnya Ditangani

Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antibiotik — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Alomedika - Thiamphenicol: indikasi, dosis, interaksi, efek samping
  2. 2. MIMS Indonesia - Monografi Thiamphenicol
  3. 3. Cek BPOM - Verifikasi nomor izin edar produk obat

Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.