Urinter
Urinter adalah **antibiotik** berisi **asam pipemidat (pipemidic acid) 400 mg** yang digunakan untuk mengobati **infeksi saluran kemih** akut maupun kronis, seperti sistitis (radang kandung kemih), uretritis, pielitis, pielonefritis, dan prostatitis, yang disebabkan bakteri sensitif. Asam pipemidat termasuk **golongan kuinolon** dan bekerja dengan menghambat perbanyakan bakteri di saluran kemih. Urinter diproduksi oleh PT Interbat dan berstatus **Obat Keras** (logo lingkaran merah huruf K), sehingga **hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter**.
- Nama generik
- Asam pipemidat (pipemidic acid)
- Nama dagang
- Urinter
Indikasi (Untuk apa)
- Pengobatan infeksi saluran kemih akut maupun kronis yang disebabkan bakteri gram negatif maupun gram positif yang sensitif terhadap asam pipemidat
- Sistitis atau radang kandung kemih dengan keluhan nyeri saat berkemih, anyang-anyangan, dan sering buang air kecil
- Uretritis (radang saluran kencing) akibat bakteri yang sensitif
- Pielitis dan pielonefritis, yaitu infeksi pada piala ginjal dan jaringan ginjal
- Prostatitis atau infeksi kelenjar prostat yang disebabkan bakteri sensitif
- Catatan: Urinter bukan obat untuk infeksi virus seperti flu atau demam biasa, dan tidak boleh dipakai sebagai obat nyeri pinggang tanpa diagnosis infeksi dari dokter
Dosis
Efek Samping
- Gangguan saluran cerna: mual, muntah, nyeri ulu hati, rasa tidak nyaman di perut, dan diare
- Hilang nafsu makan dan rasa pahit atau tidak enak di mulut
- Reaksi alergi kulit: ruam, gatal, biduran, hingga (jarang) reaksi kulit berat
- Fotosensitivitas — kulit menjadi lebih mudah terbakar dan kemerahan saat terkena sinar matahari
- Sakit kepala, pusing, rasa mengantuk, atau sulit tidur
- Gangguan penglihatan sementara seperti pandangan kabur atau silau
- Nyeri, bengkak, atau robekan tendon (khususnya tendon Achilles) — jarang tetapi serius, dapat muncul bahkan setelah obat dihentikan
- Nyeri otot dan nyeri sendi
- Gangguan sistem saraf seperti kesemutan, gelisah, kebingungan, dan pada pasien berisiko dapat memicu kejang
- Perubahan hasil pemeriksaan darah atau fungsi hati pada pemakaian jangka panjang
- Hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter bila muncul nyeri tendon mendadak, sesak napas, bengkak pada wajah atau bibir, ruam luas, atau kejang
Kontraindikasi (Tidak boleh untuk)
- Riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap asam pipemidat maupun antibiotik golongan kuinolon dan fluorokuinolon lain
- Anak dan remaja dalam masa pertumbuhan, kecuali atas pertimbangan khusus dokter
- Ibu hamil dan ibu menyusui, kecuali ada indikasi kuat dan diputuskan dokter
- Pasien dengan riwayat gangguan tendon (tendinitis atau robekan tendon) yang berkaitan dengan pemakaian kuinolon sebelumnya
- Pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati berat tanpa penyesuaian dosis dan pengawasan dokter
- Pasien dengan riwayat epilepsi atau kejang dan gangguan sistem saraf pusat lain, karena kuinolon dapat menurunkan ambang kejang
- Pasien dengan defisiensi enzim G6PD, karena berisiko mengalami penghancuran sel darah merah
Interaksi dengan Obat Lain
- Teofilin dan turunannya (obat asma): asam pipemidat dapat meningkatkan kadar teofilin dalam darah sehingga risiko keracunan (jantung berdebar, gemetar, kejang) meningkat
- Antasida serta suplemen yang mengandung magnesium, aluminium, kalsium, zat besi, atau seng: menurunkan penyerapan antibiotik — beri jarak waktu minum sesuai anjuran dokter atau apoteker
- Susu dan produk olahan susu dalam jumlah besar bersamaan dengan obat dapat mengurangi penyerapan
- Kafein (kopi, teh pekat, minuman berenergi): efek kafein dapat memanjang dan menimbulkan jantung berdebar atau sulit tidur
- Antikoagulan seperti warfarin: risiko perdarahan dapat meningkat sehingga perlu pemantauan
- Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS): kombinasi dengan kuinolon dapat meningkatkan risiko kejang
- Siklosporin dan obat imunosupresan lain: berisiko meningkatkan efek samping pada ginjal
- Kortikosteroid: meningkatkan risiko gangguan tendon bila dipakai bersama kuinolon
- Selalu beri tahu dokter atau apoteker mengenai seluruh obat, herbal, dan suplemen yang sedang Anda konsumsi
Peringatan Penting
- Urinter adalah Obat Keras dengan logo lingkaran merah huruf K — wajib dengan resep dokter dan tidak boleh dibeli atau dipakai atas inisiatif sendiri
- Catatan keselamatan penting: di Uni Eropa, izin edar obat yang mengandung asam pipemidat telah ditangguhkan oleh EMA (keputusan referral kuinolon dan fluorokuinolon tahun 2018/2019, bersama cinoxacin, flumequine, dan asam nalidiksat) karena rasio manfaat-risiko dinilai tidak lagi menguntungkan, terkait risiko efek samping serius dan berkepanjangan pada tendon, otot, sendi, serta sistem saraf
- Status di Uni Eropa tersebut berbeda dengan status di Indonesia: sampai informasi ini disusun, tidak ditemukan pengumuman BPOM yang menarik, membatalkan, atau membatasi asam pipemidat, dan Urinter masih beredar legal di Indonesia sebagai obat keras. Meski begitu, obat ini bukan antibiotik ringan dan hanya boleh digunakan atas resep serta pengawasan dokter
- Resistansi antibiotik: penggunaan tanpa diagnosis atau kultur urine yang tepat dapat membuat bakteri kebal, sehingga infeksi berikutnya lebih sulit diobati. Jangan memakai sisa antibiotik lama atau resep milik orang lain
- Habiskan antibiotik sesuai resep meski keluhan sudah hilang, agar bakteri tidak kembali dan tidak menjadi kebal
- Perbanyak minum air putih selama terapi untuk membantu pembilasan saluran kemih, kecuali dokter membatasi asupan cairan
- Hindari paparan sinar matahari langsung berlebihan dan gunakan pelindung, karena obat dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap cahaya
- Segera hentikan obat dan hubungi dokter bila muncul nyeri, bengkak, atau kaku pada tendon (terutama tumit dan pergelangan kaki), kesemutan menetap, kebingungan, atau kejang
- Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin bila timbul pusing, mengantuk, atau gangguan penglihatan
- Beri tahu dokter bila Anda memiliki penyakit ginjal, hati, epilepsi, miastenia gravis, gangguan tendon, riwayat alergi obat, atau sedang hamil, merencanakan kehamilan, maupun menyusui
- Pastikan produk memiliki nomor izin edar BPOM yang masih berlaku dengan mengeceknya di cekbpom.pom.go.id, dan beli hanya di apotek resmi
- Informasi ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau resep dokter
Kategori Ibu Hamil (FDA)
Pertanyaan Umum
Urinter obat apa?
Urinter adalah antibiotik golongan kuinolon dengan kandungan asam pipemidat (pipemidic acid) 400 mg per kapsul, diproduksi oleh PT Interbat. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih akut maupun kronis akibat bakteri yang sensitif, termasuk sistitis (radang kandung kemih), uretritis, pielitis, pielonefritis, dan prostatitis. Urinter berstatus Obat Keras sehingga hanya boleh digunakan dengan resep dokter, dan bukan obat untuk infeksi virus atau sekadar pereda nyeri pinggang.
Apakah Urinter bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?
Tidak. Urinter menyandang logo lingkaran merah dengan huruf K yang menandakan Obat Keras, sehingga penyerahannya di apotek wajib dengan resep dokter. Alasannya bukan sekadar aturan administratif: dokter perlu memastikan keluhan Anda benar-benar infeksi bakteri saluran kemih, memilih antibiotik yang sesuai (idealnya berdasarkan kultur urine), serta menilai fungsi ginjal dan riwayat penyakit maupun riwayat alergi obat Anda. Pemakaian antibiotik tanpa resep juga mempercepat resistansi antibiotik. Sebelum membeli, pastikan produk terdaftar dengan mengecek nomor izin edarnya di cekbpom.pom.go.id.
Benarkah asam pipemidat ditarik di Eropa? Apakah Urinter aman dipakai di Indonesia?
Benar bahwa di Uni Eropa izin edar obat yang mengandung asam pipemidat telah ditangguhkan oleh EMA melalui keputusan referral kuinolon dan fluorokuinolon tahun 2018/2019, karena manfaatnya dinilai tidak lagi sebanding dengan risiko efek samping serius dan berkepanjangan pada tendon, otot, sendi, dan sistem saraf. Namun status regulasi tiap negara berbeda: sampai informasi ini disusun, tidak ditemukan pengumuman BPOM yang menarik atau membatasi asam pipemidat, dan Urinter masih beredar legal di Indonesia sebagai obat keras. Artinya obat ini tetap boleh diresepkan di Indonesia, tetapi bukan antibiotik ringan — gunakan hanya atas resep dan pengawasan dokter, dan segera hubungi dokter bila timbul nyeri tendon, kesemutan menetap, atau kebingungan.
Obat Terkait (Antibiotik)
Lihat daftar lengkap di indeks obat.
Kondisi yang Umumnya Ditangani
Daftar ini menunjukkan kondisi yang umumnya ditangani dengan obat golongan Antibiotik — bukan anjuran pengobatan. Diagnosis dan pilihan obat harus ditentukan dokter.
Tools kesehatan terkait
Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.
Referensi Medis
Disclaimer medis: Informasi obat ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker. Selalu baca aturan pakai di kemasan dan ikuti anjuran tenaga medis berlisensi. Jangan menghentikan obat resep tanpa konsultasi.