Lewati ke konten
Penyakit Umum

Chikungunya

Juga dikenal sebagai: chikungunya, flu tulang, demam chikungunya

Infeksi virus dari gigitan nyamuk Aedes dengan ciri demam mendadak dan nyeri sendi hebat. Jarang mematikan, tetapi nyeri sendi bisa bertahan lama.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Nyamuk Aedes penular chikungunya

Ringkasan

Chikungunya adalah infeksi virus chikungunya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes — nyamuk yang sama dengan penular demam berdarah (DBD). Ciri khasnya adalah demam mendadak yang disertai nyeri sendi hebat, sehingga di masyarakat sering disebut 'flu tulang'. Penyakit ini jarang mematikan dan umumnya membaik dalam hitungan hari hingga minggu, tetapi nyeri sendi dapat berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan pada sebagian orang. Belum ada antivirus khusus, sehingga pengobatannya bersifat suportif untuk meredakan gejala. Karena gejalanya mirip DBD, memastikan diagnosis penting agar penanganan tidak keliru.

Gejala

  • Demam mendadak (tinggi) di awal penyakit
  • Nyeri sendi hebat terutama di pergelangan tangan, jari, lutut, dan pergelangan kaki — kadang bengkak
  • Nyeri otot dan badan terasa ngilu
  • Sakit kepala dan rasa lelah
  • Ruam kemerahan di kulit
  • Pada sebagian orang, nyeri sendi menetap berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah demam hilang

Penyebab

  • Infeksi virus chikungunya (CHIKV)
  • Ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes (Aedes aegypti dan Aedes albopictus) yang menggigit pada siang hari
  • Nyamuk menjadi penular setelah menggigit orang yang sedang sakit chikungunya, lalu menularkan ke orang lain (bukan menular langsung antarmanusia)

Faktor Risiko

  • Tinggal atau bepergian ke daerah dengan banyak nyamuk Aedes (lingkungan tropis, genangan air)
  • Lingkungan dengan sarang nyamuk seperti bak mandi, vas, dan wadah penampung air
  • Sedang terjadi wabah chikungunya atau DBD di sekitar tempat tinggal
  • Bayi, lansia, dan orang dengan penyakit kronis cenderung mengalami gejala lebih berat

Kapan Harus ke Dokter?

  • Demam tinggi yang menetap lebih dari beberapa hari atau tidak membaik
  • Tanda dehidrasi: lemas berat, jarang buang air kecil, bibir kering, pusing saat berdiri
  • Perlu memastikan ini chikungunya dan bukan DBD, karena gejala awalnya sangat mirip
  • Muncul tanda bahaya DBD seperti perdarahan (mimisan, gusi berdarah, bintik merah), nyeri perut hebat, atau muntah terus-menerus — segera ke fasilitas kesehatan
  • Nyeri sendi sangat mengganggu atau berlangsung lama hingga sulit beraktivitas

Pengobatan

  • Belum ada antivirus khusus — pengobatan bersifat suportif untuk meredakan gejala
  • Istirahat cukup dan banyak minum untuk mencegah dehidrasi
  • Parasetamol untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri
  • Hindari aspirin dan obat antinyeri NSAID (seperti ibuprofen) sampai DBD dipastikan tersingkir, karena bila ternyata DBD obat ini dapat meningkatkan risiko perdarahan
  • Tes darah dapat dianjurkan dokter untuk membedakan chikungunya dari DBD
  • Untuk nyeri sendi yang menetap, ikuti anjuran dokter — peregangan ringan dan obat tertentu dapat membantu setelah fase akut

Pencegahan

  • 3M Plus dan memberantas sarang nyamuk (PSN): menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air
  • Cegah gigitan nyamuk: gunakan lotion antinyamuk, pasang kelambu/kawat kasa, dan kenakan pakaian tertutup
  • Singkirkan genangan air di sekitar rumah tempat nyamuk Aedes berkembang biak
  • Tidak ada vaksin yang umum tersedia di Indonesia saat ini, sehingga pengendalian nyamuk adalah kunci pencegahan

Estimasi Biaya

Konsultasi dokter dan obat suportif relatif terjangkau (parasetamol murah). Bila perlu tes darah untuk membedakan dari DBD, biaya bertambah sesuai fasilitas kesehatan.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah chikungunya bisa menyebabkan kelumpuhan permanen?

Tidak. Nyeri sendi hebat memang bisa membuat penderita sulit bergerak dan seolah 'lumpuh', tetapi ini bukan kelumpuhan permanen. Keluhan biasanya membaik bertahap, meski pada sebagian orang nyeri sendi bisa bertahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Apa bedanya chikungunya dengan demam berdarah (DBD)?

Keduanya ditularkan nyamuk Aedes dan diawali demam mendadak. Ciri menonjol chikungunya adalah nyeri sendi yang sangat hebat, sedangkan DBD lebih berisiko menimbulkan perdarahan dan penurunan trombosit yang berbahaya. Karena gejala awal mirip, tes darah dan pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan.

Bolehkah minum ibuprofen untuk nyeri sendi chikungunya?

Sebaiknya jangan dulu sampai DBD dipastikan tersingkir. Obat seperti aspirin dan NSAID (termasuk ibuprofen) dapat meningkatkan risiko perdarahan bila ternyata yang diderita adalah DBD. Untuk sementara, gunakan parasetamol dan ikuti saran dokter.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes - Kementerian Kesehatan RI
  2. 2. WHO - World Health Organization
  3. 3. CDC - Centers for Disease Control and Prevention

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.