Lewati ke konten
Penyakit Umum

Malaria

Juga dikenal sebagai: malaria, demam malaria

Infeksi parasit Plasmodium yang ditularkan gigitan nyamuk Anopheles. Demam berulang dengan menggigil; jenis falciparum bisa berat. Diagnosis lewat tes darah, diobati dengan antimalaria dari dokter.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 5 Juni 2026
Pemeriksaan darah untuk diagnosis malaria

Ringkasan

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang umumnya aktif menggigit pada malam hari hingga dini hari. Di Indonesia, malaria masih endemis di Papua, NTT, Maluku, serta sebagian Kalimantan dan Sumatra, sementara banyak wilayah lain sudah berstatus bebas malaria. Ada beberapa jenis Plasmodium yang menginfeksi manusia. Dua yang paling penting adalah Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Plasmodium falciparum dapat menyebabkan malaria berat yang mengancam jiwa, termasuk malaria serebral (komplikasi pada otak), gagal organ, dan anemia berat. Karena itu, malaria bukan sekadar "demam biasa" dan tidak boleh disepelekan, terutama bila Anda baru saja bepergian ke atau tinggal di daerah endemis. Kabar baiknya, malaria dapat didiagnosis dengan tes darah sederhana dan dapat disembuhkan bila diobati cepat dan tepat. Kuncinya adalah segera memeriksakan diri saat demam muncul dan menyelesaikan pengobatan sampai habis sesuai anjuran dokter.

Gejala

  • Demam berulang yang khas: menggigil hebat, lalu demam tinggi, kemudian berkeringat banyak dan suhu turun — pola ini bisa muncul bergiliran setiap 1-2 hari
  • Sakit kepala dan nyeri otot atau pegal seluruh badan
  • Mual, muntah, dan kadang diare
  • Lemas dan tidak nafsu makan
  • Anemia (kurang darah) karena parasit merusak sel darah merah, bisa membuat tampak pucat
  • Pada malaria berat (sering oleh P. falciparum): kejang, penurunan kesadaran (malaria serebral), kuning, sesak napas, atau penurunan jumlah urine — ini kegawatan medis

Penyebab

  • Infeksi parasit Plasmodium (terutama Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax) di dalam sel darah merah
  • Ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang sebelumnya menggigit penderita malaria
  • Nyamuk Anopheles umumnya aktif menggigit pada malam hari hingga menjelang pagi
  • Lebih jarang: penularan lewat transfusi darah, jarum suntik yang dipakai bersama, atau dari ibu ke janin

Faktor Risiko

  • Tinggal di atau bepergian ke daerah endemis seperti Papua, NTT, Maluku, sebagian Kalimantan dan Sumatra
  • Tidur tanpa kelambu dan banyak beraktivitas di luar rumah pada malam hari
  • Lingkungan dengan genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk
  • Ibu hamil dan anak-anak lebih berisiko mengalami malaria berat
  • Daya tahan tubuh lemah atau belum pernah terpapar malaria sebelumnya (pendatang baru di daerah endemis)

Kapan Harus ke Dokter?

  • SEGERA periksa ke fasilitas kesehatan bila demam muncul saat berada di atau setelah bepergian dari daerah endemis — sebutkan riwayat perjalanan Anda kepada petugas
  • Demam tinggi disertai menggigil, sakit kepala hebat, atau muntah terus-menerus
  • Tanda bahaya yang butuh pertolongan darurat: kejang, kebingungan atau penurunan kesadaran, sesak napas, kulit/mata menguning, atau buang air kecil sangat sedikit
  • Demam pada ibu hamil, bayi, atau anak kecil yang baru dari daerah endemis
  • Gejala tidak membaik atau justru memburuk meski sudah minum obat penurun panas

Pengobatan

  • Diagnosis dipastikan lebih dulu dengan tes darah — pemeriksaan mikroskop atau tes cepat (RDT/Rapid Diagnostic Test) — untuk memastikan ada parasit dan jenisnya
  • Pengobatan menggunakan obat antimalaria sesuai jenis Plasmodium; standar untuk banyak kasus adalah terapi kombinasi berbasis artemisinin (ACT)
  • JANGAN melakukan pengobatan sendiri (self-medikasi) atau menebak-nebak obat antimalaria — jenis dan dosis harus ditentukan dokter berdasarkan hasil tes
  • Pengobatan harus diselesaikan sampai tuntas sesuai resep, meski sudah merasa membaik, agar parasit benar-benar hilang, tidak kambuh, dan tidak memicu resistensi obat
  • Untuk infeksi P. vivax, dokter mungkin menambahkan obat khusus untuk membersihkan parasit yang "tidur" di hati agar tidak kambuh
  • Malaria berat ditangani di rumah sakit dengan obat antimalaria suntik/infus dan perawatan pendukung
  • Istirahat cukup, banyak minum, dan parasetamol dapat membantu meredakan demam — tetapi bukan pengganti obat antimalaria

Pencegahan

  • Mencegah gigitan nyamuk adalah langkah utama: tidur memakai kelambu berinsektisida, terutama di daerah endemis
  • Gunakan repelen (losion anti nyamuk), kenakan baju lengan panjang, dan pasang kawat kasa pada jendela
  • Kurangi tempat berkembang biak nyamuk dengan membersihkan genangan air di sekitar rumah
  • Profilaksis (obat pencegah malaria, misalnya doksisiklin) dapat dianjurkan bagi pelancong yang akan ke daerah endemis — konsultasikan ke dokter sebelum berangkat mengenai jenis dan jadwal minum obatnya
  • Kenali gejala dan segera periksa bila demam setelah dari daerah endemis, karena deteksi dini mempercepat kesembuhan dan mencegah komplikasi

Estimasi Biaya

Tes diagnosis (RDT/mikroskop) relatif murah dan sering tersedia di puskesmas. Obat antimalaria program pemerintah umumnya tersedia gratis di daerah endemis. Perawatan malaria berat di rumah sakit biayanya jauh lebih besar.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah malaria bisa sembuh total?

Bisa. Malaria dapat disembuhkan bila didiagnosis dengan tes darah dan diobati dengan obat antimalaria yang tepat sampai tuntas. Yang berbahaya adalah keterlambatan berobat atau pengobatan yang tidak diselesaikan, karena bisa menyebabkan kekambuhan, komplikasi berat, hingga resistensi obat.

Apakah malaria sama dengan demam berdarah?

Tidak. Keduanya sama-sama ditularkan nyamuk dan menyebabkan demam, tetapi penyebabnya berbeda: malaria disebabkan parasit Plasmodium lewat nyamuk Anopheles (aktif malam), sedangkan demam berdarah disebabkan virus dengue lewat nyamuk Aedes (aktif siang). Pengobatannya pun berbeda, sehingga diagnosis lewat tes darah penting untuk memastikan.

Saya demam setelah pulang dari Papua, apakah perlu langsung cek malaria?

Ya, sangat dianjurkan. Demam yang muncul saat atau setelah bepergian dari daerah endemis harus segera diperiksa, dan beri tahu petugas tentang riwayat perjalanan Anda. Gejala malaria kadang baru muncul beberapa minggu setelah gigitan, jadi jangan menunggu sampai berat.

Tools kesehatan terkait

Coba kalkulator gratis yang relevan dengan topik ini.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes - Kementerian Kesehatan RI
  2. 2. WHO - Malaria
  3. 3. CDC - Malaria

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.