Lewati ke konten
Penyakit Umum

Diare (Gastroenteritis)

Juga dikenal sebagai: gastroenteritis, mencret, muntaber, diare akut

Buang air besar cair lebih dari 3 kali sehari, umumnya akibat infeksi. Sebagian besar sembuh sendiri, tetapi bahaya utamanya adalah dehidrasi.

Disusun Tim Redaksi SehatkuDiperbarui 31 Mei 2026
Ilustrasi sakit perut dan diare

Ringkasan

Diare adalah buang air besar dengan tinja cair lebih dari tiga kali sehari. Paling sering disebabkan infeksi virus, bakteri, atau parasit (gastroenteritis). Kabar baiknya, sebagian besar diare akut sembuh sendiri dalam beberapa hari. Ancaman utamanya bukan diare itu sendiri, melainkan dehidrasi akibat kehilangan cairan, terutama pada anak dan lansia.

Gejala

  • Buang air besar cair berulang (lebih dari 3 kali sehari)
  • Kram dan nyeri perut
  • Mual dan kadang muntah
  • Demam ringan
  • Tanda dehidrasi: haus berlebih, mulut kering, jarang buang air kecil, lemas, mata cekung

Penyebab

  • Infeksi virus (mis. rotavirus, norovirus) — paling umum
  • Infeksi bakteri dari makanan/air tercemar (mis. E. coli, Salmonella)
  • Parasit (mis. amuba)
  • Keracunan makanan
  • Efek samping obat (mis. antibiotik) atau intoleransi makanan

Faktor Risiko

  • Kebersihan makanan dan air yang buruk
  • Tidak mencuci tangan dengan benar
  • Anak balita dan lansia (lebih rentan dehidrasi)
  • Sistem imun lemah
  • Bepergian ke daerah dengan sanitasi buruk

Kapan Harus ke Dokter?

  • Tanda dehidrasi berat: sangat lemas, mata cekung, tidak buang air kecil >6 jam, menangis tanpa air mata pada anak — segera ke IGD
  • Diare berdarah atau berlendir
  • Demam tinggi (di atas 39 derajat C)
  • Diare berlangsung lebih dari 3-7 hari
  • Muntah hebat sehingga tidak bisa minum

Pengobatan

  • Rehidrasi dengan oralit — kunci utama penanganan, minum setiap habis buang air besar cair
  • Zinc selama 10-14 hari untuk diare anak (anjuran Kemenkes & WHO)
  • Tetap makan seperti biasa dan teruskan ASI pada bayi
  • Antibiotik hanya bila terbukti infeksi bakteri tertentu (oleh dokter), bukan untuk semua diare
  • Obat antidiare (mis. loperamide) hanya untuk dewasa pada kasus tertentu, tidak untuk anak/diare berdarah

Pencegahan

  • Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet
  • Konsumsi air matang dan makanan yang bersih dan matang
  • Imunisasi rotavirus pada bayi
  • Jaga kebersihan dapur dan penyimpanan makanan
  • ASI eksklusif untuk memperkuat daya tahan bayi

Estimasi Biaya

Oralit sangat murah (Rp 1.000-5.000/sachet). Konsultasi dokter umum: Rp 50-200rb. Rawat inap untuk dehidrasi berat dengan infus jauh lebih mahal, sehingga pencegahan dehidrasi sangat penting.

💡 Strategi finansial untuk biaya pengobatan jangka panjang? Cek panduan dana darurat kesehatan di panduankeuangan.id

Pertanyaan Umum

Apakah diare harus langsung minum antibiotik?

Tidak. Sebagian besar diare disebabkan virus dan sembuh sendiri tanpa antibiotik. Antibiotik hanya diberikan bila dokter memastikan infeksi bakteri tertentu. Yang terpenting justru mencegah dehidrasi dengan oralit.

Bolehkah anak diberi obat antidiare seperti loperamide?

Tidak dianjurkan untuk anak. Penanganan diare anak adalah oralit dan zinc, bukan obat penghenti diare yang bisa berbahaya. Untuk dewasa pun loperamide hanya dipakai pada kasus tertentu dan tidak boleh pada diare berdarah.

Kapan diare menandakan kondisi serius?

Waspadai bila ada darah pada tinja, demam tinggi, diare lebih dari seminggu, atau tanda dehidrasi berat (sangat lemas, mata cekung, tidak buang air kecil). Kondisi ini perlu pemeriksaan dokter segera.

Referensi Medis

  1. 1. Kemenkes - Tatalaksana Diare
  2. 2. IDAI - Ikatan Dokter Anak Indonesia
  3. 3. WHO - Diarrhoeal Disease

Disclaimer medis: Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Selalu konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan tenaga medis berlisensi.